Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memperketat sinergi pengendalian inflasi dengan resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Nasional di Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah ini merupakan strategi penguatan dari program sebelumnya, yakni Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), guna menjawab tantangan ketahanan pangan yang kian kompleks.
Melalui GPIPS, formula pengendalian harga pangan kini diselaraskan secara vertikal dengan program prioritas nasional untuk mewujudkan ketahanan tiga sektor utama: pangan, energi, dan finansial.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman memaparkan bahwa implementasi GPIPS 2026 berfokus pada penguatan produktivitas hulu dan kelancaran jalur distribusi logistik demi menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
BERITA TERKAIT
“GPIPS dijalankan lewat sinergi erat lintas lembaga dengan mengoptimalkan strategi 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif,” jelas Aida dalam siaran pers resmi, dikutip Selasa (19/5/2026).
Peta Jalan GPIPS dan Antisipasi Risiko Wilayah
Arak-arakan program GPIPS 2026 didesain bergulir secara maraton ke berbagai wilayah dengan menyesuaikan karakteristik inflasi masing-masing daerah. Agenda ini telah diawali di wilayah Sumatra pada 11 Februari 2026, disusul wilayah Jawa sekaligus peluncuran nasional pada 13 Mei 2026, dan akan dilanjutkan ke wilayah Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
Secara khusus, BI memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang langsung mengintegrasikan peluncuran gerakan ini dengan penguatan dukungan pembiayaan sektor pertanian pascapanen serta perluasan Kerja sama Antar Daerah (KAD) ke wilayah Kalimantan dan Papua.
Sinergitas TPIP dan TPID lewat program pengendalian inflasi sejauh ini dinilai ampuh menjaga daya beli masyarakat. Hal itu tecermin dari realisasi inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) per April 2026 yang stabil di level 2,42% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara itu, inflasi pada kelompok barang bergejolak (volatile food) mendarat aman di posisi 3,37% yoy, masuk dalam rentang target sasaran 3,0%–5,0% yang telah disepakati pada High Level Meeting TPIP awal tahun ini.
Rumusan Strategi TPIP-TPID dari Hulu ke Hilir
Peluncuran GPIPS turut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi TPIP-TPID untuk memetakan hambatan (debottlenecking) pasokan di lapangan. Rapat tersebut menelurkan sejumlah kesepakatan strategis yang dibagi dalam dua jangka waktu tindakan:
-
Strategi Jangka Pendek: Berfokus pada penguatan produksi dan stabilitas pasokan pangan pokok lewat penyediaan bantuan sarana prasarana pertanian, regenerasi SDM tani, perlindungan usaha tani (asuransi), penguatan kelembagaan pengumpul (offtaker) daerah, serta ekspansi jalur KAD.
-
Strategi Jangka Menengah-Panjang: Difokuskan pada keberlanjutan ekosistem hulu-hilir melalui perbaikan infrastruktur jaringan irigasi, pompanisasi massal untuk mitigasi cuaca ekstrem, korporatisasi petani, inovasi teknologi, serta penguatan akurasi neraca pangan.
Melalui komitmen mitigasi dan efisiensi logistik terintegrasi ini, Bank Indonesia dan pemerintah optimistis dapat membentengi perekonomian domestik dari rambatan risiko pangan global sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. ***
















