• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, Mei 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:56
22
Dilihat
Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026
0
Bagikan
22
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) memprakirakan indeks penjualan eceran atau ritel nasional tetap berada dalam zona ekspansif pada periode April 2026. Hal ini tecermin dari capaian Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 yang diproyeksikan bertengger di level 231,0.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh pertumbuhan konsumsi masyarakat pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Subkelompok Sandang.

Kendati tumbuh stabil secara tahunan, performa IPR April 2026 secara bulanan diprakirakan mengalami koreksi atau kontraksi sebesar -10,0% (month-to-month/mtm).

BERITA TERKAIT

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

“Penurunan penjualan ritel secara bulanan pada April 2026 ini dipengaruhi oleh fase normalisasi konsumsi dan permintaan masyarakat setelah selesainya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah,” jelas Ramdan dalam ringkasan hasil Survei Penjualan Eceran, dikutip Selasa (19/5/2026).

Flashback Maret 2026: Puncak Konsumsi Ramadan

Kondisi tersebut kontras dengan pergerakan IPR pada bulan sebelumnya. Per Maret 2026, IPR nasional mencatatkan rekor tertinggi di level 256,7.

Secara bulanan, performa penjualan eceran pada Maret 2026 melesat tumbuh dua digit sebesar 10,3% mtm, melonjak signifikan jika dibandingkan dengan capaian Februari 2026 yang hanya tumbuh 4,1% mtm.

Akselerasi konsumsi kala itu dipacu oleh belanja masif masyarakat di seluruh lini komoditas, dengan motor penggerak utama pada Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi; Makanan, Minuman, dan Tembakau; Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; serta Subkelompok Sandang untuk pemenuhan kebutuhan hari raya.

Ekspektasi Harga: Tekanan Inflasi Juni-September Menguat

Di balik stabilitas penjualan eceran, Bank Indonesia memberikan catatan kewaspadaan terkait potensi pengetatan kantong belanja konsumen akibat bayang-bayang kenaikan harga barang dalam jangka menengah.

Hasil survei BI mengindikasikan tekanan inflasi pada tiga dan enam bulan yang akan datang, tepatnya pada Juni dan September 2026, diprakirakan merangkak naik. Sinyal pengetatan harga ini tecermin dari pergerakan data ekspektasi produsen dan konsumen:

  • Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni 2026: Terkerek ke level 175,6, melonjak dibandingkan dengan IEH Mei 2026 yang berada di posisi 157,4.

  • Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026: Diproyeksikan naik ke level 163,2, lebih tinggi dari posisi IEH Agustus 2026 yang tercatat sebesar 157,2.

Menurut tim riset Bank Indonesia, potensi lonjakan kurva inflasi pada Juni dan September 2026 tersebut utamanya dipicu oleh rambatan kenaikan harga komoditas bahan baku (raw material) di tingkat hulu yang mulai dibebankan oleh pelaku usaha kepada konsumen akhir. ***

Tags: Bank IndonesiaEkspektasi Harga UmumIndeks Penjualan RiilInflasi RitelIPRkonsumsi masyarakatPasca-Lebaranpenjualan eceranramdan denny prakosoritel Indonesia
 
 
 
 
Sebelumnya

Siasat Garap Financial Goals 2026 Lewat Diversifikasi Lintas Negara dan Mata Uang

Selanjutnya

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

oleh Sandy Romualdus
19 Mei 2026 - 17:28

Stabilitas.id - Pasar properti pada tahun ini diproyeksikan akan tetap on the right track sejalan dengan akan adanya lonjakan pada...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I/2026 tercatat sebesar US$433,4 miliar. Posisi...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang Rupiah palsu di...

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:57

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memperketat sinergi pengendalian inflasi dengan resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian...

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:53

Stabilitas.id — Emiten kontraktor pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) membukukan kemajuan signifikan dalam program penyehatan keuangan perseroan. Melalui...

BRI Jadi Kontributor Terbesar Penyaluran Kredit Program Perumahan Nasional

Kredit Macet Properti Terkendali di Level 3,14%, OJK Andalkan PPN DTP Pacu KPR 2026

oleh Sandy Romualdus
18 Mei 2026 - 09:24

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai laju pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) yang tertahan di level single digit pada...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Siasat Garap Financial Goals 2026 Lewat Diversifikasi Lintas Negara dan Mata Uang

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance