JAKARTA, Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) mencatat laba bersih sebesar Rp3,74 triliun sepanjang semester I/2025, tumbuh sekitar 14% secara tahunan (YoY). Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan, efisiensi operasional, dan digitalisasi layanan.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyebut bahwa pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan pembiayaan segmen konsumer dan UMKM, serta optimalisasi portofolio syariah yang lebih produktif.
“Kami terus memperkuat pembiayaan sektor halal, termasuk industri makanan, fesyen, dan pariwisata syariah. Ini jadi engine utama pertumbuhan,” ujar Hery.
BERITA TERKAIT
Kinerja Keuangan Semester I/2025:
- Total aset: Rp330 triliun
- Dana pihak ketiga (DPK): Rp280 triliun
- Pembiayaan: Rp230 triliun
- Rasio pembiayaan bermasalah (NPF): 2,3% (terjaga rendah)
- Return on Asset (ROA): 2,1%
- Return on Equity (ROE): 18,5%
BSI juga mencatat peningkatan transaksi digital melalui aplikasi BSI Mobile, yang kini digunakan oleh lebih dari 6 juta nasabah aktif. Volume transaksi digital naik 22% dibandingkan semester I tahun lalu.
Fokus ke Ekosistem Halal dan Inklusi Keuangan
BSI menargetkan ekspansi pembiayaan ke sektor ekonomi halal dan memperluas inklusi keuangan syariah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Program literasi keuangan dan digitalisasi layanan terus digencarkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami ingin BSI jadi lokomotif ekonomi syariah nasional, bukan hanya bank syariah terbesar,” tegas Hery. ***

















