JAKARTA, Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa penerimaan pajak akan membaik pada kuartal IV-2025, meski saat ini masih mengalami kontraksi akibat pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan. Ia menilai dampak dari pelonggaran likuiditas dan stimulus fiskal akan mulai terasa di lapangan pada Oktober hingga Desember.
“Saya optimistis, ketika nanti impact dari kebijakan kita melonggarkan likuiditas sistem, itu harusnya Oktober, November, Desember akan tumbuh cepat ekonominya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta.
Purbaya menegaskan bahwa strategi utama bukan menaikkan tarif pajak, melainkan mendorong aktivitas ekonomi agar basis pajak meningkat secara alami. Ia ingin masyarakat membayar pajak dengan “happy” karena ekonominya tumbuh.
BERITA TERKAIT
“Saya naikin pendapatan bukan dengan menaikkan tarif, tapi mendorong aktivitas ekonomi supaya pajak saya lebih besar. Anda juga tidak terasa bayar pajak,” katanya.
Pemerintah juga menargetkan penagihan terhadap 200 penunggak pajak terbesar yang sudah memiliki putusan hukum tetap (inkrah), dengan potensi penerimaan sekitar Rp50–60 triliun. Penagihan ini akan dilakukan dalam waktu dekat dan melibatkan kerja sama lintas lembaga: Kejaksaan Agung, Polri, KPK, dan PPATK.
Pertukaran data antar kementerian dan lembaga juga akan ditingkatkan untuk mempercepat proses penarikan pajak.
Purbaya mengakui bahwa sistem Coretax masih mengalami keterlambatan. Ia berkomitmen untuk memperbaikinya dalam waktu satu bulan dengan bantuan tenaga ahli IT dari luar.
“Saya akan lihat Coretax seperti apa, terlambat-keterlambatan di Coretax, akan kita perbaiki secepatnya,” ujarnya. ***
















