Stabilitas.id — Di antara riuh rendah ombak Pantai Panjang dan kokohnya benteng peninggalan Inggris, Marlborough, ada satu nama yang telah menjadi saksi bisu pasang surut ekonomi di Bumi Rafflesia. PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu, atau yang kini akrab di telinga warga sebagai Bank Bengkulu, tengah menapaki usia ke-55. Sebuah usia yang tidak hanya bicara soal kematangan, tetapi juga ketangguhan dalam menghadapi disrupsi zaman yang kian menderu.
Peringatan hari jadi tahun ini terasa berbeda. Bank Bengkulu tidak lagi hanya ingin dikenal sebagai “banknya para pegawai negeri”, melainkan sedang bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang modern melalui penguatan sektor produktif dan akselerasi digital.
Menjaga Marwah di Tengah Badai
Dalam lima tahun terakhir, perbankan nasional diuji oleh ketidakpastian global. Namun, Bank Bengkulu menunjukkan daya tahan yang impresif. Berdasarkan laporan kinerja yang dilansir Bisnis Indonesia, bank ini menutup tahun buku dengan capaian laba bersih yang tumbuh signifikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa efisiensi operasional dan perbaikan struktur pendanaan menjadi kunci. “Peningkatan laba ini menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan bukan hanya konsep, melainkan kinerja nyata yang terukur,” ujar Iswahyudi sebagaimana dikutip dari Antara.
Sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026, Bank Bengkulu kini lebih agresif menyasar sektor produktif. Jika sebelumnya porsi kredit konsumtif sangat dominan, kini arah kebijakan bergeser untuk memperkuat ketahanan ekonomi akar rumput melalui pemberdayaan UMKM.
Hingga akhir 2025, penyaluran kredit produktif bagi pelaku usaha kecil menengah mencatatkan pertumbuhan positif. Upaya ini didukung oleh program unggulan seperti:
-
Kredit Usaha Rakyat (KUR): Bank Bengkulu terus meningkatkan kuota penyaluran untuk menjangkau petani sawit dan kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi provinsi.
-
Skema Pembiayaan Mikro: Program subsidi bunga atau akses modal mudah bagi pedagang pasar di seluruh kabupaten/kota di Bengkulu.
Dikutip dari Republika, dukungan terhadap UMKM ini dipandang sebagai strategi jitu untuk menjaga rasio intermediasi perbankan sekaligus menekan angka pengangguran di daerah. Kehadiran agen Laku Pandai “BABE BiSA!” juga mempermudah akses modal hingga ke pelosok desa yang sebelumnya sulit dijangkau layanan perbankan konvensional.
Statistik Ketangguhan (2021-2025)
Ketangguhan Bank Bengkulu tercermin dalam angka-angka yang solid. Berikut adalah perkembangan indikator keuangan utama berdasarkan data laporan tahunan resmi:
| Indikator (Triliun Rp) | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 (Audit) |
| Total Aset | 8,65 | 9,12 | 9,85 | 10,35 | 11,19 |
| Penyaluran Kredit | 5,90 | 6,45 | 6,88 | 7,41 | 7,81 |
| Kredit UMKM (Miliar Rp) | 420 | 510 | 630 | 780 | 950 |
| Dana Pihak Ketiga | 7,12 | 7,60 | 8,15 | 8,72 | 9,25 |
| Laba Bersih (Miliar Rp) | 85,2 | 91,4 | 100,3 | 114,2 | 135,1 |
Sumber: Laporan Tahunan Bank Bengkulu & Diolah dari Berbagai Pemberitaan Ekonomi.
Sinergi KUB dan Kedaulatan Digital
Langkah strategis lainnya adalah bergabungnya Bank Bengkulu dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank BJB. Sinergi ini memungkinkan Bank Bengkulu melakukan lompatan teknologi tanpa harus menanggung beban investasi IT yang sendirian.
“Melalui KUB, kita mendapatkan dukungan infrastruktur digital yang lebih kuat, sehingga layanan seperti mobile banking kita kini jauh lebih stabil dan kaya fitur,” tambah Iswahyudi dalam wawancara dengan Tempo. Hal ini sangat mendukung program digitalisasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) yang tengah digalakkan Pemprov Bengkulu.
Lima puluh lima tahun bukan sekadar angka. Bagi warga Bengkulu, bank ini adalah simbol kedaulatan ekonomi. Dengan visi menjadi bank yang “Tangguh dan Tumbuh”, Bank Bengkulu berkomitmen untuk tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Di usia ke-55 ini, Bank Bengkulu membuktikan bahwa dengan akar yang kuat di tanah sendiri, serta keberanian bertransformasi menuju ekosistem digital, mereka siap membawa ekonomi Bumi Rafflesia melesat lebih tinggi di kancah nasional. ***






.jpg)










