Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) sukses membuktikan taji tata kelola internalnya di kancah nasional. Emiten semen pelat merah bersandi saham SMGR ini berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus dengan predikat tertinggi, Excellent, dalam ajang bergengsi Indonesia HR Excellence 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan perseroan dalam mentransformasi sektor sumber daya manusia (SDM) menjadi katalis utama pertumbuhan kinerja bisnis. Penilaian ketat ini dilakukan oleh panel profesional dan akademisi dari SWA Media Group bersama Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) di Hotel Shangri-La Jakarta.
Direktur Human Capital SIG Hadi Setiadi menegaskan bahwa di tengah lanskap kompetisi industri manufaktur dan infrastruktur yang kian menantang, human capital tidak lagi dipandang sebagai unit pendukung administratif, melainkan sebagai mesin penggerak (enabler) pertumbuhan kinerja korporasi.
BERITA TERKAIT
“Melalui Human Capital Architecture, kami fokus mempercepat penguasaan kapabilitas kritikal yang mendukung operational excellence, digital and commercial agility, serta cost transformation. Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menghadirkan praktik pengelolaan SDM yang memberikan nilai tambah bagi bisnis,” urai Hadi Setiadi, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Akselerasi kinerja SDM di lingkungan SIG ditopang kuat oleh implementasi digitalisasi yang mutakhir. Perusahaan telah mengembangkan Strategic Human Capital Information System (HCIS) Framework dan People Analytics yang mengintegrasikan strategi talenta dengan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making).
Sistem arsitektur ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan analisis yang cepat, akurat, dan relevan dengan target ekspansi perseroan.
Sebagai langkah konkret dari peta jalan digitalisasi tersebut, SIG meresmikan peluncuran platform digital bertajuk Elevate pada awal tahun 2026. Platform yang dibangun secara mandiri oleh tim internal perusahaan ini berfungsi mengelola siklus performa karyawan dari hulu ke hilir, mulai dari penyusunan indikator kinerja utama (KPI), pemantauan pencapaian target, evaluasi berkala, hingga pemetaan jalur pembelajaran talenta.
Budaya Inovasi
Jurus digitalisasi lewat dashboard pemantauan real-time ini terbukti ampuh meningkatkan efektivitas biaya operasional serta melahirkan regulasi internal yang tepat sasaran. Dampak nyatanya tercermin pada lonjakan iklim kreativitas kerja di lingkup pabrik dan operasional perusahaan.
Berdasarkan data kinerja tahun buku 2025, total penemuan solusi kreatif karyawan di SIG dilaporkan melonjak signifikan sebesar 23% menjadi 1.243 inovasi dalam setahun.
Lonjakan inovasi tersebut ditopang oleh partisipasi aktif dari 9.376 karyawan perseroan, atau mencatatkan kenaikan tingkat keterlibatan sebesar 3% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Manajemen meyakini penguatan fondasi lingkungan kerja yang sehat dan adopsi digital ini akan menjadi motor penggerak berkelanjutan bagi ketahanan bisnis SIG di masa depan.***






.jpg)










