Stabilitas.id – Emiten manufaktur dan infrastruktur milik Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), mencatatkan performa operasional yang impresif pada kuartal I/2026. Meski demikian, laba bersih perseroan justru merosot tajam akibat lonjakan beban bunga pinjaman.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, BNBR membukukan laba usaha senilai Rp211,96 miliar, atau melesat 240% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp62,33 miliar. Sejalan dengan itu, EBITDA perseroan melonjak 252% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp296,44 miliar.
Direktur Utama & CEO BNBR Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa kenaikan kinerja ini ditopang oleh kontribusi pendapatan dari PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dan grup PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR).
BERITA TERKAIT
“Kenaikan laba usaha ditopang oleh kontribusi CCT sebesar Rp128,6 miliar atau menyumbang 77% dari total laba usaha BNBR konsolidasi,” ujar Anindya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Meskipun pendapatan naik 19% YoY menjadi Rp1,3 triliun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru anjlok 73% menjadi Rp14,36 miliar, dari sebelumnya Rp60,36 miliar pada kuartal I/2025.
Penurunan ini disebabkan oleh lonjakan beban bunga pinjaman yang sangat signifikan, yakni dari Rp6,62 miliar menjadi Rp228,26 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Lonjakan beban bunga tersebut terjadi meski tidak ada kenaikan saldo pinjaman yang mencolok; di mana total liabilitas BNBR hanya terkerek tipis dari Rp18,89 triliun menjadi Rp19,36 triliun.
Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti merinci, pendapatan dari PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group naik 274,6% menjadi Rp207,6 miliar, yang mayoritas disumbang oleh operasional jalan tol CCT.
Sementara itu, unit kendaraan listrik VKTR Group membukukan pendapatan sebesar Rp126,9 miliar, tumbuh 58,2% YoY. Unit komponen otomotif melalui Bakrie Autoparts Group juga masih mencatatkan pertumbuhan tipis 6,3% berkat kenaikan permintaan komponen.
“Sejumlah unit bisnis seperti Bakrie Metal Industries (BMI) memang mengalami penurunan, namun kami optimistis akan ada kenaikan di sektor pipa dan EPC untuk migas seiring proyek-proyek baru yang masuk di semester I/2026 ini,” tutup Roy. ***
Ringkasan Kinerja Keuangan BNBR Kuartal I/2026:
| Indikator Keuangan | Capaian (1Q26) | Pertumbuhan (YoY) |
| Pendapatan | Rp1,3 Triliun | Naik 19% |
| Laba Usaha | Rp211,96 Miliar | Naik 240% |
| EBITDA | Rp296,44 Miliar | Naik 252% |
| Beban Bunga | Rp228,26 Miliar | Melonjak Signifikan |
| Laba Bersih | Rp14,36 Miliar | Turun 73% |
| Total Liabilitas | Rp19,36 Triliun | Naik Tipis |

















