• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

Lepas dari Tren Kerugian, Kimia Farma (KAEF) Cetak Laba Rp123,6 Miliar di Kuartal I/2026

by Stella Gracia
4 Mei 2026 - 11:37
67
VIEWS
Bangun Kemandirian Farmasi dan Alkes, Kimia Farma Produksi Bahan Baku Obat Lokal
0
SHARES
67
VIEWS

Stabilitas.id – Emiten farmasi BUMN, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF), berhasil mencatatkan pembalikan kinerja (turnaround) yang signifikan pada awal tahun 2026. Setelah tertekan selama tiga tahun terakhir, perseroan akhirnya membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp123,6 miliar pada kuartal I/2026.

Pencapaian ini berbanding terbalik dengan posisi kuartal I/2025, di mana KAEF masih menderita rugi bersih sebesar Rp126,4 miliar. Pertumbuhan laba bersih tersebut tercatat melesat hingga 197,79% secara tahunan (year-on-year/YoY).

  • Baca juga: Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, mengungkapkan bahwa keberhasilan restrukturisasi keuangan yang dijalankan selama dua tahun terakhir menjadi kunci utama pemulihan ini.

BERITA TERKAIT

Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

“Capaian di kuartal I/2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata langkah-langkah transformatif yang kami ambil kini mulai membuahkan hasil,” ujar Djagad dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/5/2026).

Efisiensi Rantai Pasok dan SDM

Perbaikan kinerja keuangan KAEF terlihat dari pertumbuhan laba kotor sebesar 11,06% menjadi Rp824,8 miliar. Peningkatan ini didorong oleh transformasi rantai pasok yang berhasil menekan beban pokok penjualan secara signifikan.

  • Baca juga: Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

Dari sisi operasional, EBITDA perseroan tumbuh 61,29% menjadi Rp153,8 miliar, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang kuat dari aktivitas inti. Djagad menambahkan bahwa penataan sumber daya manusia (SDM) dan struktur organisasi yang lebih ramping turut memberikan kontribusi pada efisiensi beban usaha.

Dukungan Danantara dan Restrukturisasi Utang

Selama triwulan pertama, KAEF juga mendapatkan dukungan pendanaan strategis dari Danantara melalui Bio Farma. Dukungan ini berperan penting dalam menjaga stabilitas likuiditas serta mempercepat proses restrukturisasi utang, sehingga beban bunga dapat dikelola secara lebih optimal.

Ke depan, KAEF berkomitmen untuk memperkuat fundamental bisnis melalui enam pilar strategi, termasuk digitalisasi proses bisnis dan penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance).

Perseroan kini mengalihkan fokus bisnis pada pengembangan produk dengan margin yang lebih tinggi, sembari tetap berkomitmen mendukung program obat pemerintah demi aksesibilitas layanan kesehatan masyarakat. “Hasil ini menjadi fondasi kokoh bagi kami untuk mencapai target full-year yang optimistis,” pungkas Djagad. ***

  • Baca juga: Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Ringkasan Kinerja Keuangan Kimia Farma (KAEF) 1Q26:

Indikator Keuangan Capaian (1Q26) Keterangan (YoY)
Laba Bersih Rp123,6 Miliar Turnaround (dari Rugi)
Laba Kotor Rp824,8 Miliar Naik 11,06%
EBITDA Rp153,8 Miliar Naik 61,29%
Strategi Utama Restrukturisasi Utang Didukung Danantara
Status Operasional Positif Mengakhiri Tren Negatif

Tags: #Kimia Farmabio farmaBUMN FarmasiDanantaraDjagad Prakasa Dwialamefisiensi operasionalKAEFLaba KAEF 2026Restrukturisasi UtangTurnaround Kinerja
 
 
 
 
 
Previous Post

Jaga Rupiah, BI Obral ‘Yield’ SRBI dan Pertebal Sinergi Fiskal di Singapura

Next Post

OJK: Mitigasi Risiko Iklim Bukan Lagi Sukarela, Tapi Kewajiban Industri Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 08:12

MSCI membuka konsultasi usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market yang diputuskan Juni 2027. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
OJK Keluarkan Pedoman Tata Kelola Perusahaan

OJK: Mitigasi Risiko Iklim Bukan Lagi Sukarela, Tapi Kewajiban Industri Keuangan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance