• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini (14/7): Analis Terbelah Antara Rating S&P dan Isu Hukum

oleh Stella Gracia
14 Juli 2026 - 08:56
20
Dilihat
Agresivitas The Fed Diprediksi Melemah, Rupiah Menguat
0
Bagikan
20
Dilihat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksi bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini (14/7). Analis mencerminkan pasar terbelah antara sentimen positif S&P Ratings dan isu hukum domestik.

Stabilitas.id – Nilai tukar rupiah di pasar spot diproyeksi memiliki peluang menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026), setelah mengalami tekanan pada hari sebelumnya.

  • Baca juga: Kejutan The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.705

Sebagai catatan, pada perdagangan Senin (13/7/2026), rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,24% secara harian ke level Rp 18.109 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan serupa juga tecermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) yang merosot 0,34% ke angka Rp 18.131 per dolar AS.

Untuk perdagangan hari ini, pergerakan mata uang Garuda diproyeksikan akan dipengaruhi oleh tarik-menarik antara sentimen positif eksternal dan isu hukum domestik.

BERITA TERKAIT

Kejutan The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.705

Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

Sentimen Positif: S&P Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan rupiah berpotensi berbalik menguat hari ini. Sentimen positif ini didorong oleh langkah lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, yang tetap mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dan jangka pendek A-2 dengan prospek stabil.

Dalam laporannya, S&P menilai penurunan metrik fiskal dan eksternal Indonesia saat ini bersifat temporer. Kondisi tersebut diperkirakan akan segera berbalik seiring dengan prospek kenaikan harga komoditas serta laju perubahan kebijakan yang lebih stabil di masa mendatang.

  • Proyeksi Kurs: Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak menguat terbatas.

    • Baca juga: Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI
  • Rentang Pergerakan: Diproyeksi berada di kisaran Rp 18.000 – Rp 18.150 per dolar AS.

Sentimen Negatif: Sorotan Kasus Hukum dan Risiko Geopolitik

Pandangan berbeda disampaikan oleh Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi. Menurutnya, rupiah justru berpotensi fluktuatif namun cenderung ditutup melemah akibat respons negatif pasar terhadap isu penegakan hukum di dalam negeri.

Pasar mencermati dugaan kasus korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Ibrahim menilai, persepsi terhadap sistem hukum yang buruk dapat menjadi batu sandungan bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan merusak iklim investasi.

  • Dampak Target Makro: Lingkungan bisnis yang terganggu akibat kasus hukum dinilai membuat target pertumbuhan ekonomi menuju 8% menjadi sulit dicapai.

  • Faktor Eksternal: Pergerakan rupiah hari ini juga dibayangi oleh ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah.

    • Baca juga: Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok
  • Rentang Pergerakan: Ibrahim memprediksi rupiah bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di rentang Rp 18.100 – Rp 18.150 per dolar AS. ***

Tags: Dolar ASFebrie Adriansyahkurs jisdorkurs rupiahprediksi rupiahrupiah hari iniS&P Global Ratings
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Ultah ke-56, KB Bank Tebar Manfaat untuk UMKM, Karyawan, hingga Sektor Pendidikan

Selanjutnya

Fokus SDM Unggul, bank bjb Gandeng Kemenaker Dorong Daya Saing Industri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Asing Borong SBN Rp15,3 Triliun, Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp128,8 Triliun

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:27

OJK merilis POJK 13 Tahun 2026 sebagai landasan demutualisasi bursa. Aturan ini membatasi kepemilikan saham maksimal 5% tanpa izin khusus...

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:20

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan skema right issue dalam proses demutualisasi. Danantara membidik 40% saham bursa seraya menunggu restu dan...

IHSG Ambles 3,56% Pasca-Pengumuman MSCI, Analis Cermati Batas Bawah Siklus 8

IHSG Sesi I Tertekan ke Level 6.439, Aksi Jual Asing dan Sentimen Suku Bunga Jadi Pemicu

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:11

IHSG ditutup melemah ke 6.439 pada penutupan sesi I akibat tekanan jual asing dan sikap wait and see putusan bunga...

Hari Ini BEI Mulai Pencatatan Obligasi Tiga Emiten

Rekap Sepekan & Proyeksi IHSG 21 September: Uji Area Kritis 6.478, Cek Saham MEDC dan BMRI

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 07:56

IHSG hari ini, rekap perdagangan sepekan, analisis pasar modal 21 September 2026, rekomendasi saham BMRI, saham BBRI, saham MEDC, saham...

Hari Ini BEI Mulai Pencatatan Obligasi Tiga Emiten

IHSG Tutup Pekan Terkoreksi ke 6.478, Rupiah Parkir di Rp 17.615/USD, Minyak Brent Kokoh di US$ 106 per Barel

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:40

IHSG Tutup Pekan Terkoreksi ke 6.478: Sentimen Transisi Menkeu, Short Selling, dan Reli Minyak Mentah Tekan Sektor Perbankan Stabilitas.id -...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menjelang Akhir Pekan, IHSG Uji Kekuatan di Ambang 6.480: Bayang-Bayang Tekanan Valas dan Dinamika Komoditas Energi Jadi Penentu

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 07:15

Analisis pasar modal 18 September 2026 prapembukaan: IHSG uji rentang support 6.480–6.510, kurs Rupiah stabil di Rp 17.595/USD, minyak Brent...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

IHSG Sesi I Tertekan ke Level 6.439, Aksi Jual Asing dan Sentimen Suku Bunga Jadi Pemicu

Tantangan Ganda Himbara: OJK Soroti Transmisi Bunga Kredit dan Risiko Pembiayaan Megaproyek Pemerintah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Fokus SDM Unggul, bank bjb Gandeng Kemenaker Dorong Daya Saing Industri

Fokus SDM Unggul, bank bjb Gandeng Kemenaker Dorong Daya Saing Industri

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance