IHSG rawan berkonsolidasi di rentang 6.013–6.196 pada awal kuartal IV/2026 di tengah penguatan rupiah ke Rp17.884 per dolar AS.
Stabilitas.id – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi berkonsolidasi pada pembukaan perdagangan kuartal IV/2026, Kamis (1/10/2026). Indeks saham sebelumnya tertekan ke posisi 6.071,1 akibat pelemahan sektor teknologi dan barang konsumen non-primer. Di sisi lain, nilai tukar rupiah menunjukkan resiliensi dengan menguat 0,33 persen ke level Rp17.884 per dolar AS berkat pelemahan dolar global dan intervensi Bank Indonesia.
Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan menguji area support di level 6.013. Sementara itu, rentang resistance terdekat berada di kisaran 6.152 hingga 6.196.
Di pasar komoditas, harga emas batangan Antam terpantau stabil pada level Rp2.595.000 per gram. Mendinginnya laju inflasi Amerika Serikat menahan momentum penguatan logam mulia.
BERITA TERKAIT
Harga minyak mentah Brent kontrak November 2026 menguat 1,22 persen ke level USD 106,56 per barel. Pemulihan pasokan mulai terlihat seiring ekspor minyak mentah Timur Tengah yang kembali menyentuh 98 persen dari level sebelum konflik.
Komoditas energi lainnya, batu bara Newcastle kontrak Oktober 2026, naik 1,57 persen menembus USD 146 per ton. Sebaliknya, harga minyak kelapa sawit (CPO) di bursa Malaysia terkoreksi tipis 0,17 persen ke posisi MYR 5.664 per ton.
Dari pasar aset digital, pergerakan kripto masih tertahan dalam fase sideways. Harga Bitcoin bertahan di level USD 84.000 dengan proyeksi rentang mingguan di kisaran USD 83.500 hingga USD 86.000. Adapun Ethereum bergerak di rentang USD 2.600 hingga USD 2.800.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi transaksi jangka pendek pada sejumlah saham pilihan, yakni AMRT, BBRI, BRMS, dan DSNG. Investor diingatkan untuk tetap disiplin memasang batas risiko menyusul indikator teknikal MACD yang masih berada di zona negatif. ***

















