IHSG dibuka rebound 0,15 persen ke level 6.040,52 pada perdagangan Jumat (9/10/2026) ditopang penguatan saham barang baku dan perbankan.
Stabilitas.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat (rebound) pada awal perdagangan akhir pekan, Jumat (9/10/2026), setelah anjlok signifikan pada sesi sebelumnya. Mengutip data bursa, IHSG naik tipis 0,15 persen ke posisi 6.040,52 pada pukul 09.04 WIB. Pemulihan teknikal ini didorong oleh aksi beli selektif pemodal pada mayoritas indeks sektoral.
Penguatan bursa pagi ini dipimpin oleh lonjakan indeks sektor barang baku. Penguatan tersebut disusul oleh kenaikan saham-saham di sektor keuangan, properti dan real estat, teknologi, kesehatan, infrastruktur, serta transportasi.
Hingga sembilan menit awal perdagangan, total volume transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai 3,94 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp501,5 miliar.
BERITA TERKAIT
Sebanyak 236 saham bergerak di zona hijau menopang pergerakan indeks. Sebaliknya, 218 saham lainnya terpantau melemah dan 231 saham bergerak stagnan di posisi yang sama.
Di jajaran saham berkapitalisasi pasar besar dan terlikuid (indeks LQ45), emiten produsen emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memimpin daftar top gainers dengan penguatan 1,92 persen ke level Rp2.120 per saham.
Posisi kedua ditempati oleh emiten tambang tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terapresiasi 1,89 persen ke posisi Rp4.320 per saham, disusul saham BUMN telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang menanjak 1,77 persen ke level Rp2.300 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual melanda sejumlah konstituen LQ45 lainnya. Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memimpin jajaran top losers dengan pelemahan 3,93 persen ke posisi Rp1.345 per saham.
Pelemahan juga terjadi pada saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang terkoreksi 3,33 persen ke level Rp29 per saham, serta emiten energi terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang turun 2,61 persen menjadi Rp745 per saham.

















