• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

IFC: BI Harus Dukung Pendirian Biro Kredit Swasta

by Sandy Romualdus
9 Desember 2011 - 00:00
14
VIEWS
IFC: BI Harus Dukung Pendirian Biro Kredit Swasta
0
SHARES
14
VIEWS

Jakarta – Mencermati pertumbuhan kredit di Indonesia saat ini yang mulai menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan, anak organisasi Bank Dunia, International Finance Corporation meminta Bank Indonesia (BI) mempercepat revisi UU nomor 10 tahun 1998 untuk melancarkan izin industri perbankan membentuk biro kredit swasta.

Seperti diketahui, Perhumpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) telah mempunyai insiatif membentuk biro kredit swasta. Namun, sampai kini Perbanas terkendala aturan untuk membuat biro tersebut.

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

"Indonesia butuh perubahan cukup cepat karena implementasi teknologi untuk biro kredit swasta akan memakan waktu. Sementara itu, pertumbuhan kredit yang pesat bisa mengakibatkan bubble kredit," ungkap Principal Financial Specialist IFC Tony Lythgoe ketika berbincang dengan wartawan di Jakarta Kamis (8/12).

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Dia mengaku, kendati saat ini belum secara menyeluruh menganalisis kondisi kredit di Indonesia. Namun, tanda-tanda bubble kredit sudah muncul dilihat dari pertumbuhan kredit di berbagai sektor, terutama sektor mikro. "Pola yang sama muncul di negara lain ketika akan terjadi bubble," tambah Lythgoe. Salah satunya merupakan pola di mana seorang debitur meminjam ke institusi untuk gali lobang tutup lobang utangnya yang lama.

Saat ini, lanjut dia, satu-satunya penghalang dibentuknya biro kredit swasta adalah aturan yang menghalangi kreditur untuk berbagi informasi mengenai debiturnya. Satu-satunya biro informasi yang dimiliki saat ini merupakan Sistem Informasi Debitur (SID) BI yang hanya mempunyai data informasi negatif dari kredit bank-bank besar.

Padahal, menurut Lythgoe, informasi yang dibutuhkan tidak hanya dari bank. Indonesia punya banyak sekali institusi keuangan mikro, BPR, hingga informasi tunggakan lainnya. Akibatnya, sistem yang ada di BI saat ini hanya mencakup 50 persen dari informasi yang sebetulnya diperlukan kreditur dalam memutuskan pemberian kredit.

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Dia mencontohkan, di Australia misalnya, informasi kredit mencakup informasi tunggakan tagihan telekomunikasi, listrik, asuransi dan sebagainya. Informasi yang dikumpulkan juga tidak hanya portofolio gagal bayar, tapi kepatuhan. "Jadi bank bisa fokus memberikan kredit pada mereka yang patuh, tidak pada yang nakal," katanya.

Hal tersebut, lanjut Lythgoe, mendorong kredit diberikan secara lebih tepat. Debitur pun menjadi lebih bertanggung jawab dengan kredit yang terpantau. Karenanya, rasio kredit macet bisa turun hingga 40-80 persen. Efisiensi juga tercapai dengan pemberian kredit yang dapat lebih cepat. Biaya dan waktu pemberian kredit bisa turun sampai 25 persen. "BI mendorong keuangan inklusif. Tapi biro ini bisa membuat keuangan inklusif lebih bertanggung jawab," katanya.

"Ini membuat kualitas keputusan pemberian kredit lebih baik dan bisa diteruskan ke konsumer sebagai suku bunga pinjaman yang lebih rendah," tambah Lythgoe.

Adapun sistem yang baik untuk biro kredit swasta, dijelaskan Lythgoe, memerlukan investasi US$1,5-2,5 juta. Angka yang besar tersebut dibutuhkan untuk menjaga sistem tersebut aman dari pihak-pihak yang nakal dan dapat bekerja real time. Sistem yang sama saat ini tengah didorong IFC untuk dikembangkan di Vietnam, Kamboja, Laos, China, juga India.

Sistem ini diketahui telah berhasil di Korea Selatan, Singapura, Hongkong, hingga Afrika Selatan. Di ketiga wilayah tersebut, biro kredit swasta berhasil menurunkan tingkat kredit macet dan menurunkan suku bunga pinjaman.

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Kasus Korsel, ketika pertumbuhan kartu kredit dalam dua tahun tumbuh 10 kali lipat, tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) naik dari 6 persen menjadi 40 persen. Setelah biro kredit swasta didirikan, NPL turun menjadi 10 persen dalam empat tahun. Di Afsel, biaya kredit pertahun sebelum ada biro kredit swasta mencapai 200 persen. Dalam empat tahun, biaua tersebut turun menjadi 30 persen.

"Biasanya setelah dibuat biro kredit, NPL sedikit naik sehingga biaya sedikit naik. Setelahnya, Anda akan melihat angka NPL yang langsung jatuh drastis," kata Lythgoe.

 
 
 
 
 
Previous Post

S & P Upgrade Peringkat Standard Chartered Bank Jadi AA-

Next Post

BI Rate Tetap, Langkah Tepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
April 2012, BII Maybank Gelar Bali Marathon

April 2012, BII Maybank Gelar Bali Marathon

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance