• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

BI Rate Tetap, Langkah Tepat

by Sandy Romualdus
9 Desember 2011 - 00:00
16
VIEWS
2012, BI Perdalam Instrumen Pasar Uang
0
SHARES
16
VIEWS

Jakarta – Mencermati kondisi perekonomian dunia yang dihadapi Indonesia saat ini, di samping kondisi inflasi akhir tahun yang diprediksi bisa 4  persen saja, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI rate di 6  persen.

Ekonom BNI Ryan Kiryanto menilai langkah BI tersebut tepat agar tidak terjadi arus modal keluar. "Saya kira BI tepat tahan BI rate karena inflasi ke depan cenderung sedikit naik, walaupun hingga akhir tahun 2011 berkisar 4,4 persen. Yang kedua, untuk antisipasi tekanan eksternal terkait krisis Eropa, dan untuk menjaga agar rupiah tidak melemah terhadap dolar AS," jelas Ryan di Jakarta, Kamis (8/12).

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Dalam konteks menjaga perekonomian Indonesia dari perlambatan perekonomian dunia, Ryan mengatakan, BI bermaksud menjaga pasar uang domestik tidak bergejolak. "Karena aset-aset dalam rupiah masih memberikan yield yang tinggi dibanding yield di negara-negara lain, khususnya di Asia," lanjutnya.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Senada dengan Ryan, pengamat ekonomi Mirza Adityaswara juga menilai bahwa keputusan BI tersebut merupakan langkah yang tepat. "Karena walaupun inflasi 2011 hanya 4  persen, tapi ekspektasi inflasi 2012 masih agak tinggi di 5-6  persen. Nanti kalau ekspektasi inflasi 2012 turun ke 4,5  persen, maka BI rate bisa diturunkan 5,5  persen. Kalau turun terburu-buru malah bisa capital outflow," ungkap Mirza secara terpisah.

Adapun perkiraan inflasi 2012 dan 2013 versi BI merupakan 4,5  persen lebih kurang 1  persen. Sementara sasaran inflasi BI tahun ini merupakan 5  persen lebih kurang 1  persen. Sebelumnya, angka prediksi inflasi tertinggi untuk akhir tahun 4,7  persen. Namun, melihat inflasi November yang 0,34  persen, inflasi year on year 4,15  persen, BI memperkirakan Indeks Harga Konsumen bisa bertahan lebih rendah dari 4  persen.

“Inflasi yang rendah merupakan hasil dari inflasi volatile food yang terjaga, meski inflasi dari harga beras cukup tinggi,” kata Juru Bicara BI Difi A Johansyah di Jakarta, Kamis (8/12). Dia menalnjutkan,”Dewan Gubernur memandang level BI rate saat ini masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi ke depan, dan tetap kondusif untuk menjaga stabilitas keuangan serta mengurangi dampak memburuknya prospek ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia,"

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

BI sebelumnya telah menurunkan suku bunga acuan hingga 75 basis poin dalam dua bulan terakhir. Langkah tersebut merupakan antisipasi terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Diharapkan, suku bunga pinjaman bank akan semakin turun sehingga pertumbuhan kredit yang saat ini sehat bisa terjaga

Difi mengatakan, pertumbuhan kredit Oktober 2011 tercatat baik di atas rencana bisnis bank (RBB) yang ditetapkan untuk tahun ini. Petumbuhan kredit mencapai 25,7  persen year on year dengan pertumbuhan kredit investasi 31,1  persen, kredit modal kerja 24,7  persen, dan kredit konsumsi 23,8  persen. Rasio kecukupan modal perbankan masih cukup baik di atas minimum 8  persen.

Untuk pertumbuhan ekonomi, BI masih memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik 2012 pada angka 6,3-6,7  persen. "Sebesar 6,4-6,8  persen pada 2013 dengan perkiraan ekonomi global akan membaik," kata Difi.

"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan momentum penurunan suku bunga untuk mengefektifkan stimulus pada perekonomian. Di samping itu, koordinasi dengan pemerintah terus diperkuat agar stimulus perekonomian dapat juga ditingkatkan dari sisi fiskal dan sektor riil," jelas Difi.

Sementara itu, neraca pembayaran Indonesia (NPI) mencatatkan surplus cukup besar meski mendapat tekanan pada semester kedua. Tekanan tersebut terutama terjadi pada transaksi modal dan finansial sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan dan ekonomi global.

  • Baca juga: Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

"Cadangan devisa sampai November mencapai US$111,3 miliar atau setara 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," kata Difi. Jumlah tersebut berkurang dari cadangan devisa Oktober yang US$113,962 miliar. BI memperkirakan akan mencatat devisa sepanjang 2011 menjadi US$116,132 miliar dan akan bertambah menjadi US$133,622 miliar.

"Nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini terapresiasi meski ada gejolak pasar keuangan. Berbagai langkah kebijakan BI dan pemerintah dapat membatasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Selama 2011, tren pergerakan nilai tukar masih konsisten dengan kecenderungan pergerakan nilai tukar di kawasan. BI terus memonitor perkembangan nilai tukar rupiah serta menjaga stabilitasnya dan tetap sejalan dengan fundamentalnya," kata Difi.

 
 
 
 
 
Previous Post

IFC: BI Harus Dukung Pendirian Biro Kredit Swasta

Next Post

Bank Mandiri Hibahkan Rp8,4 M untuk Renovasi 6 PTN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
April 2012, BII Maybank Gelar Bali Marathon

April 2012, BII Maybank Gelar Bali Marathon

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance