• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

IFC: BI Harus Dukung Pendirian Biro Kredit Swasta

by Sandy Romualdus
9 Desember 2011 - 00:00
14
VIEWS
IFC: BI Harus Dukung Pendirian Biro Kredit Swasta
0
SHARES
14
VIEWS

Jakarta – Mencermati pertumbuhan kredit di Indonesia saat ini yang mulai menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan, anak organisasi Bank Dunia, International Finance Corporation meminta Bank Indonesia (BI) mempercepat revisi UU nomor 10 tahun 1998 untuk melancarkan izin industri perbankan membentuk biro kredit swasta.

Seperti diketahui, Perhumpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) telah mempunyai insiatif membentuk biro kredit swasta. Namun, sampai kini Perbanas terkendala aturan untuk membuat biro tersebut.

  • Baca juga: Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

"Indonesia butuh perubahan cukup cepat karena implementasi teknologi untuk biro kredit swasta akan memakan waktu. Sementara itu, pertumbuhan kredit yang pesat bisa mengakibatkan bubble kredit," ungkap Principal Financial Specialist IFC Tony Lythgoe ketika berbincang dengan wartawan di Jakarta Kamis (8/12).

BERITA TERKAIT

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Dia mengaku, kendati saat ini belum secara menyeluruh menganalisis kondisi kredit di Indonesia. Namun, tanda-tanda bubble kredit sudah muncul dilihat dari pertumbuhan kredit di berbagai sektor, terutama sektor mikro. "Pola yang sama muncul di negara lain ketika akan terjadi bubble," tambah Lythgoe. Salah satunya merupakan pola di mana seorang debitur meminjam ke institusi untuk gali lobang tutup lobang utangnya yang lama.

Saat ini, lanjut dia, satu-satunya penghalang dibentuknya biro kredit swasta adalah aturan yang menghalangi kreditur untuk berbagi informasi mengenai debiturnya. Satu-satunya biro informasi yang dimiliki saat ini merupakan Sistem Informasi Debitur (SID) BI yang hanya mempunyai data informasi negatif dari kredit bank-bank besar.

Padahal, menurut Lythgoe, informasi yang dibutuhkan tidak hanya dari bank. Indonesia punya banyak sekali institusi keuangan mikro, BPR, hingga informasi tunggakan lainnya. Akibatnya, sistem yang ada di BI saat ini hanya mencakup 50 persen dari informasi yang sebetulnya diperlukan kreditur dalam memutuskan pemberian kredit.

  • Baca juga: Transaksi Obligasi Melesat 112 Persen: CIMB Niaga Rilis Inisiatif ‘OCTO untuk Pejuang Mimpi’

Dia mencontohkan, di Australia misalnya, informasi kredit mencakup informasi tunggakan tagihan telekomunikasi, listrik, asuransi dan sebagainya. Informasi yang dikumpulkan juga tidak hanya portofolio gagal bayar, tapi kepatuhan. "Jadi bank bisa fokus memberikan kredit pada mereka yang patuh, tidak pada yang nakal," katanya.

Hal tersebut, lanjut Lythgoe, mendorong kredit diberikan secara lebih tepat. Debitur pun menjadi lebih bertanggung jawab dengan kredit yang terpantau. Karenanya, rasio kredit macet bisa turun hingga 40-80 persen. Efisiensi juga tercapai dengan pemberian kredit yang dapat lebih cepat. Biaya dan waktu pemberian kredit bisa turun sampai 25 persen. "BI mendorong keuangan inklusif. Tapi biro ini bisa membuat keuangan inklusif lebih bertanggung jawab," katanya.

"Ini membuat kualitas keputusan pemberian kredit lebih baik dan bisa diteruskan ke konsumer sebagai suku bunga pinjaman yang lebih rendah," tambah Lythgoe.

Adapun sistem yang baik untuk biro kredit swasta, dijelaskan Lythgoe, memerlukan investasi US$1,5-2,5 juta. Angka yang besar tersebut dibutuhkan untuk menjaga sistem tersebut aman dari pihak-pihak yang nakal dan dapat bekerja real time. Sistem yang sama saat ini tengah didorong IFC untuk dikembangkan di Vietnam, Kamboja, Laos, China, juga India.

Sistem ini diketahui telah berhasil di Korea Selatan, Singapura, Hongkong, hingga Afrika Selatan. Di ketiga wilayah tersebut, biro kredit swasta berhasil menurunkan tingkat kredit macet dan menurunkan suku bunga pinjaman.

  • Baca juga: Tembus 3 Juta Rekening: Fitur Open Bundling Emas BRImo Melesat 1.004 Persen

Kasus Korsel, ketika pertumbuhan kartu kredit dalam dua tahun tumbuh 10 kali lipat, tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) naik dari 6 persen menjadi 40 persen. Setelah biro kredit swasta didirikan, NPL turun menjadi 10 persen dalam empat tahun. Di Afsel, biaya kredit pertahun sebelum ada biro kredit swasta mencapai 200 persen. Dalam empat tahun, biaua tersebut turun menjadi 30 persen.

"Biasanya setelah dibuat biro kredit, NPL sedikit naik sehingga biaya sedikit naik. Setelahnya, Anda akan melihat angka NPL yang langsung jatuh drastis," kata Lythgoe.

 
 
 
 
 
Previous Post

S & P Upgrade Peringkat Standard Chartered Bank Jadi AA-

Next Post

BI Rate Tetap, Langkah Tepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

by Sandy Romualdus
5 Oktober 2026 - 15:46

Bakti BCA berkolaborasi dengan kelompok disabilitas memproduksi 1.800 tas tenun Baduy pewarna alami sebagai suvenir BCA Wealth Summit 2026. Stabilitas.id...

Transaksi Obligasi Melesat 112 Persen: CIMB Niaga Rilis Inisiatif ‘OCTO untuk Pejuang Mimpi’

Transaksi Obligasi Melesat 112 Persen: CIMB Niaga Rilis Inisiatif ‘OCTO untuk Pejuang Mimpi’

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 08:53

CIMB Niaga meluncurkan inisiatif OCTO untuk Pejuang Mimpi guna mempermudah generasi muda menabung dan berinvestasi di era digital. Stabilitas.id - PT...

Tembus 3 Juta Rekening: Fitur Open Bundling Emas BRImo Melesat 1.004 Persen

Tembus 3 Juta Rekening: Fitur Open Bundling Emas BRImo Melesat 1.004 Persen

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 07:53

Pengguna Rekening Emas BRImo melesat 1.004 persen ke 3,04 juta rekening per September 2026 berkat inovasi fitur Open Bundling Emas....

Melepas Perangkap Kerdil: Jurus KB Bank Pacu Fondasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko UMKM

Melepas Perangkap Kerdil: Jurus KB Bank Pacu Fondasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko UMKM

by Sandy Romualdus
3 Oktober 2026 - 12:51

KB Bank gelar literasi finansial perkuat GCG dan manajemen risiko UMKM. Simak analisis peran platform KBstarbiz dan supply chain financing...

Sasar Kemandirian Finansial Gen Z, CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City

Sasar Kemandirian Finansial Gen Z, CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City

by Sandy Romualdus
3 Oktober 2026 - 12:37

CIMB Niaga menggelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City. Festival ini mengintegrasikan edukasi finansial, promosi UMKM, dan tata kelola...

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 14:09

BNI menggandeng InJourney Aviation Services (IAS) untuk menghadirkan layanan asistensi bandara Joumpa langsung melalui aplikasi digital wondr by BNI. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
April 2012, BII Maybank Gelar Bali Marathon

April 2012, BII Maybank Gelar Bali Marathon

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance