• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Konsistensi Seorang Riawan

by Sandy Romualdus
7 Februari 2014 - 00:00
201
VIEWS
Konsistensi Seorang Riawan
0
SHARES
201
VIEWS

Sabtu, 11 Juli 2009, auditorium utama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta terasa hening tatkala Ahmad Riawan Amin memaparkan pikiran-pikirannya di hadapan Sidang Senat Terbuka UIN. Hari itu, Riawan menyampaikan pidato ilmiahnya sebelum dikukuhkan sebagai Doktor Honoris Causa di bidang perbankan syariah oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat.

Dalam pidatonya, Riawan yang ketika itu masih menjadi Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia (BMI), mengatakan sistem ekonomi kapitalis yang masih diterapkan oleh pemerintah saat ini sudah semestinya direformasi.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Menurutnya, sistem kapitalis tidak bisa dipertahankan karena efisiensi yang dijanjikan dan keadilan bagi semua pelaku ekonomi tidak terbukti. “Sistem ekonomi syariah dengan anti maysir, gharar, riba dan bathil-nya secara teknis terbukti memberikan solusi atas kelemahan sistem kapitalis,” paparnya.
Perbankan syraiah, ia melanjutkan, berperan juga dalam memacu UMKM yang menjadi jantung bagi perekonomian Indonesia.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Berbicara soal ekonomi dan perbankan syariah, memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Riawan Amin. Bahkan ketika di bawah Riawan, BMI, bank syariah pertama di Indonesia menjadi bank syariah dengan perolehan laba terbesar di Indonesia. Lahir dari pasangan Mr Sultan Mohammad Amin dan Cut Maryam di Tanjung Pinang, Riau pada 27 April 1958, darah pergerakan memang sudah mengalir sejak awal. Ayahnya adalah seorang anggota Komisi besar Indonesia Muda (KBIM), bersama Mr Mohammad Yamin saat pra kemerdekaan. “Ayah saya adalah Gubernur Sumatra Utara yang pertama. Pemerintahannya dari Banda Aceh,” kata Riawan.

Tahun 1960-an, saat pergolakan di daerah tak bisa terelakkan, Riawan kecil bersama keluarga hijrah ke Jakarta. Di Jakarta, saat bersekolah mulai tampak
kegemarannya dalam membaca. Meski termasuk anak pendiam, dia tergolong cerdas dan berpengetahuan luas karena sudah banyak membaca aneka ragam buku, dari komik sampai sejarah dunia dan tokoh-tokoh dunia.

Kegemaran Riawan membaca tak lepas dari hobi membaca yang dimiliki sang ayah, yang juga seorang penulis buku dan kolumnis. “Selain sudah
menelurkan 12 buku, ayah juga rajin menulis kolom-kolom di beberapa media terbitan Jakarta kala itu. Kritis pedas dalam setiap tulisannya cukup membuat
dahi para petinggi negeri ini berkerut,” katanya mengingat masa kegigihan sang ayah.

Karenanya, tambah anak bungsu dari lima bersaudara ini, tak mengherankan bila keberadaan buku ayahnya terpaksa diterbitkan di Malaysia karena tidak boleh beredar di Indonesia.”Di antara buku yang dilarang beredar di Indonesia berjudul Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin,” katanya.

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Seiring berjalannya waktu, Riawan mulai merasakan kebenaran kata-kata ayahnya: “Jangan membungkuk-bungkuk pada kekuasaan, melainkan pada kebenaran.” Dan nasihat itu pulalah yang dituliskannya di buku karangannya, seperti “The Celestinal Management “ (2004), sebuah buku tentang konsep perbankan Islami. Selain itu lahir buku “Indonesia Militan, Intelek, Kompetitif, Regeneratif “ (2008), “Perbankan Syariah Solusi Tepat Perekonomian Nasional” (2009), “Menata Perbankan Syariah di Indonesia” (2009) dan “Satanic Finance” (2009).

Soal kegemarannya menulis, tutur Riawan, tak jauh dari tabiatnya semasa kecil. “Semasa duduk di bangku SD, saya paling suka bercakap-cakap dan menceritakan sesuatu kepada teman saya,” katanya. Dengan kepandaiannya bercakap itulah, Riawan menuliskan gagasan. Tulisan itu ia perkaya dengan kegemarannya membaca.

Sifat pemberani Riawan juga mengalir dari ayahnya. Semasa kuliah, ia aktif dalam pergerakan mahasiswa yang kala itu sedang menghangat. “tak jarang saya bermalam di kampus dan keesokan paginya masuk kuliah dengan mengenakan sarung dan sandal jepit,” kisahnya. Riawan dan kawan-kawannya juga pernah mengelas pagar besi di pintu gerbang kampus UI Salemba untuk menghalangi tentara “menjelajah” kampusnya.

Karena dianggap terlalu “bandel”, pada tahun 1980, ia drop out (DO) dari Fakultas Teknik UI. “Namun dalam waktu yang bersamaan, saya diterima sebagai
mahasiswa FISIP di kampus yang sama.

Saat mendengar saya dikeluarkan dari fakultas, solidaritas temen-temen menggelombang,” katanya menjelaskan status DO akhirnya dibatalkan. Riawan akhirnya meneruskan kuliahnya di Amerika Serikat (AS). Dia meraih gelar Bachelor of Science of Architectual, Technology New York Ints, tahun 1985. Bahkan dia melanjutkan studinya di AS dan meraih Master of Science of Interdisiplinary Study dari University of Texas dan sempat bekerja di sana sebagai Enviromental Engineer AEGIS International, El Paso, Texas (1987-1989).

Kini, meski disibukkan dengan pekerjaan, ayah tiga orang putri, Gianina Amadira. Calsta Sakina dan Adiazzahra ini mengaku masih punya waktu luang untuk keluarga. “Saya merasa waktu luang untuk keluarga banyak sekali,” tutur suami dari Mira Sri Ratna Damariati ini. Karena, ia tidak membedakan antara kehidupan rumah tangga, ibadah dan kehidupan di kantor.

  • Baca juga: Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Malah bila suatu saat sedang jalan-jalan dengan keluarga, tak jarang ia mampir ke kantor untuk mengambil beberapa tugas yang perlu dia selesaikan. Kini, setelah tidak menjadi petinggi di BMI pun, pria yang pernah dianugerahi sebagai Best Chief Executive Officer (2008) versi Bisnis Indonesia ini tak lantas menjadi pengangguran. Kini dia sudah ditunjuk menjadi Independent Non-Executive Director dari CIMB Islamic Bank Berhad, Malaysia.

Riawan efektif menjabat posisi itu sejak Oktober 2010. Sebelum di BMI dan CIMB Islamic bank Berhad, Riawan sempat berkarier di PT Bank Duta dan Bank Universal Tbk. Belakangan, Ketua Dewan Kehormatan Asbisindo ini didaulat menjadi Direktur Utama Bank Jabar Banten Syariah.

 
 
 
 
 
Previous Post

Pedoman Memilih Vendor Pelatihan

Next Post

Potret Nasional Melek Finansial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

BTN Cetak Laba 2013 Rp1,56 triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance