• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

oleh Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17
13
Dilihat
Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal
0
Bagikan
13
Dilihat

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti dan dampaknya bagi stabilitas ekonomi nasional.

Stabilitas.id – Layar perdagangan valuta asing pada penutupan perdagangan Senin sore (10/8/2026) memancarkan grafik yang mengesankan. Mata uang rupiah yang pada pembukaan perdagangan pagi berada di level Rp17.810 per dolar AS bergerak melonjak menguat tajam. Di pasar spot bursa transaksi finansial, rupiah ditutup melesat menguat hingga 0,71 persen ke posisi Rp17.753 per dolar AS. Respon afirmatif di lantai perdagangan ini terpicu langsung oleh kabar dari Kompleks Parlemen Senayan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyerahkan Surat Presiden (Surpres) ke pimpinan DPR RI. Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan nama tunggal untuk memimpin otoritas moneter tertinggi di tanah air: Destry Damayanti.

  • Baca juga: Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Langkah Presiden mengajukan Destry sebagai Gubernur Bank Indonesia definitif menjadi jawaban yang dinantikan pasar. Sejak akhir Juli 2026, Destry telah memegang kendali sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya. Reaksi instan rupiah yang melonjak di sore hari menunjukkan betapa pasar mengabaikan potensi spekulasi. Pelaku industri perbankan, pasar modal, hingga investor internasional merespons dengan helaan napas lega. Penunjukan nama tunggal ini memberikan sinyal kepastian, keberlanjutan, dan independensi bagi bank sentral di tengah gelombang dinamika makroekonomi global.

Jejak Srikandi di Puncak Otoritas

BERITA TERKAIT

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

Pengajuan nama Destry oleh Presiden tak pelak menghadirkan kilas balik memori yang belum pudar di benak pelaku industri keuangan. Publik belum lupa bagaimana suksesi kepemimpinan berjalan mulus di lantai Gedung Soemitro Djojohadikusumo, markas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketika Mahendra Siregar mengundurkan diri dari kursi Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi—atau yang akrab disapa Bu Kiki—yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, langsung mengambil alih kendali sebagai Pjs.

Tak lama berselang, Kiki resmi dikukuhkan sebagai nakhoda OJK untuk periode 2026–2031. Pengukuhan tersebut mencatatkan sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin lembaga regulator yang mengawasi aset perbankan, pasar modal, hingga aset kripto nasional.

Kini, pola suksesi yang matang dan bermartabat itu berulang di Jalan MH Thamrin. Dari seorang Pejabat Sementara yang menjamin fungsi otoritas tetap solid tanpa interupsi, Destry diajukan menjadi gubernur definitif. Fenomena ini menegaskan sebuah pesan filosofis bagi arsitektur keuangan Indonesia: suksesi di puncak otoritas tidak lagi diwarnai oleh drama politik yang menggoncang pasar, melainkan didasarkan pada kompetensi, kontinuitas teknokratis, dan pembuktian kapasitas.

Kehadiran Kiki di OJK dan pengajuan Destry di BI membawa narasi bahwa kepemimpinan perempuan di puncak benteng stabilitas finansial Indonesia bukan lagi sebuah pengecualian, melainkan manifestasi dari keunggulan kapabilitas.

Rekam Jejak Tanpa Celah 

Rasa percaya yang diperlihatkan pasar uang pada sore hari lahir dari perjalanan karier Destry yang utuh di seluruh lanskap perekonomian nasional. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan pemegang gelar Master of Science dari Cornell University ini mengawali kariernya di lorong akademis sebagai Peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID) serta LPEM FEUI. Penguasaan teoritis makronya kian tajam saat ia menjadi Senior Economic Adviser untuk Kedutaan Besar Inggris.

Insting dan pemahamannya akan denyut pasar finansial teruji nyata ketika ia memasuki ranah riset swasta sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas hingga menduduki posisi Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Berada di garda depan analisis perbankan dan pasar modal membuatnya sangat memahami psikologi investor domestik maupun internasional.

  • Baca juga: Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Pengalaman tersebut makin lengkap saat ia dipanggil memperkuat sektor publik sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Staf Khusus Menteri Keuangan, hingga dipercaya menjadi Ketua Panitia Seleksi KPK. Jam terbang di lembaga regulator kian matang sejak ia dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019. Perpaduan antara kedalaman akademis, pemahaman mikro perbankan, insting pasar modal, dan reputasi regulasi publik inilah yang menjadi pertimbangan mendasar Presiden memilihnya sebagai pengawal utama stabilitas moneter.

Inovasi Kepemimpinan

Selama berkiprah di Bank Indonesia, Destry membuktikan bahwa kepemimpinannya mengedepankan terobosan yang relevan dengan tantangan zaman. Di bawah viksasi kepemimpinannya, BI melahirkan instrumen pendalaman pasar uang valuta asing yang krusial, seperti Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). Gebrakan instrumen ini terbukti efektif menarik aliran modal asing (capital inflow) dan berfungsi sebagai perisai penahan volatilitas nilai tukar rupiah di saat pasar finansial global dilanda ketidakpastian.

Selain mengarsiteki instrumen moneter canggih, ia juga menjadi penggerak utama dalam akselerasi digitalisasi sistem pembayaran nasional, perluasan pembiayaan hijau berbasis ekonomi sirkular, hingga program inovasi pengembangan wirausaha syariah bagi generasi muda. Kepemimpinannya menggabungkan ketegasan regulasi moneter dengan dorongan inklusi ekonomi yang menjangkau sektor riil.

Maternal Authority

Di luar ketajaman analisis teknokratisnya, Destry membawa gaya kepemimpinan keibuannya yang hangat namun tegas (maternal authority). Kebijakan moneter baginya tidak pernah diletakkan sebagai sekumpulan rumus matematika yang dingin dan kaku. Dengan kemampuan komunikasi publik yang inklusif dan empatik, ia mampu menerjemahkan kebijakan suku bunga dan stabilisasi rupiah yang rumit menjadi narasi yang membawa ketenangan bagi masyarakat luas.

Prinsip kepemimpinannya berakar pada filosofi yang selalu ia pegang teguh sepanjang karirnya:

“Kebijakan moneter pada hakikatnya bukan sekadar kalkulasi matematis atas angka inflasi dan tingkat suku bunga, melainkan seni mengelola harapan, menghadirkan rasa aman, dan merawat kepercayaan publik.”

Ia meyakini bahwa kepemimpinan sejati di sektor keuangan adalah kemampuan untuk berdiri teguh dan tenang di tengah badai ketidakpastian. Bagi Destry, pasar yang stabil tidak akan pernah dibangun dari gertakan kebijakan, melainkan dari konsistensi, transparansi, serta empati terhadap apa yang dirasakan oleh para pelaku ekonomi di lapangan.

  • Baca juga: Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

Lompatan rupiah yang menguat signifikan di sore hari saat pengumuman Surpres diserahkan menjadi bukti validasi pasar. Di tengah lautan ketidakpastian global, Indonesia kini menatap masa depan sektor keuangannya dengan rasa percaya yang tinggi—dikawal oleh figur-figur tangguh yang memadukan presisi analisis, integritas tanpa celah, dan intuisi pengayoman yang menenangkan.***

Tags: Bank IndonesiaCalon Gubernur BIDestry DamayantiGubernur Bank IndonesiaPenguatan RupiahPresiden Prabowo SubiantoSurat Presiden BISurpres Gubernur BI
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Sokong Pengembangan Talenta Digital, BNI Tautkan Solusi Keuangan dengan Prasetiya Mulya

Selanjutnya

Fundamental Diklaim Solid, PT Dua Kuda Indonesia Dorong Mekanisme Going Concern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 22:57

Sambut HUT Ke-81 RI, Bank Indonesia menghadirkan Kartu Kredit Indonesia dan perluasan MDR QRIS 0% guna mendorong kemandirian serta efisiensi...

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 17:30

OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Citra Bersada Abadi di Bekasi. Akibat permodalan negatif dan gagal penyehatan, LPS eksekusi...

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 17:06

OJK lantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengawasan BMKS. Langkah strategis cegah transfer pricing dan bentuk harga acuan komoditas dalam...

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 16:58

RDG Bank Indonesia tahan BI-Rate di level 5,75% per Agustus 2026. Suku bunga acuan dijaga guna perkuat stabilitas rupiah dan...

Perkuat Inklusi dan Integritas Pasar, OJK Pacu Pembentukan Bursa Komoditas Strategis dan Pasar Karbon

Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

oleh Stella Gracia
18 Agustus 2026 - 15:57

OJK gelar LIKE IT 2026 di Jamnas XII Cibubur. Gandeng Kemendikdasmen & Pramuka, OJK dorong 7.500 anggota Pramuka makin cerdas...

Perkuat Inklusi dan Integritas Pasar, OJK Pacu Pembentukan Bursa Komoditas Strategis dan Pasar Karbon

Perkuat Inklusi dan Integritas Pasar, OJK Pacu Pembentukan Bursa Komoditas Strategis dan Pasar Karbon

oleh Stella Gracia
18 Agustus 2026 - 08:57

OJK perkuat sektor jasa keuangan di HUT ke-81 RI. Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi paparkan 3 amanah Presiden Prabowo:...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Fundamental Diklaim Solid, PT Dua Kuda Indonesia Dorong Mekanisme Going Concern

Fundamental Diklaim Solid, PT Dua Kuda Indonesia Dorong Mekanisme Going Concern

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance