• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47
118
VIEWS
Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Bobby Yulandika Putra meraih penghargaan Founder of the Year di Global Grand Finale GSA 2026, EU-Startups Summit, Malta (8/5/2026).

0
SHARES
118
VIEWS

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat di sektor teknologi tata kelola korporasi (Governance, Risk, and Compliance/GRC). Dari 71.671 nominasi yang menyemut dari 65 negara, seorang praktisi manajemen risiko asal Indonesia, Bobby Yulandika Putra, keluar sebagai pemenang kategori utama: Founder of the Year.

Piala ini mencetak sejarah baru. Dalam 14 tahun riwayat platform GSA, baru kali ini trofi juara mendarat di pelukan inovator asal Indonesia, sekaligus mengakhiri puasa gelar Asia Tenggara di kategori tersebut sejak 2020. Pengakuan internasional ini menjadi validasi atas Prospero, startup teknologi risiko enterprise yang ia bangun sejak 2022.

  • Baca juga: Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Keberhasilan Bobby di kancah global bukan hasil spekulasi instan di atas kertas. Di balik keandalan platform digitalnya, tertanam pengalaman empiris selama lebih dari 15 tahun di berbagai institusi keuangan multinasional. Bobby adalah seorang praktisi tulen yang fasih membaca anatomi risiko perbankan.

BERITA TERKAIT

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

Tepis Stigma Kaku Perbankan, Fitur Talent Check-In LPPI Sedot Antusiasme Siswa Vokasi

Jejak Panjang di Palagan Manajemen Risiko

Kematangan Bobby di sektor keuangan berakar dari lisensi profesional yang ketat. Ia merupakan alumni sertifikasi Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) yang berhasil menyabet kualifikasi tertinggi Manajemen Risiko Perbankan dari Level 1, 2, hingga Level 3 (BARa-LSPP). Sertifikasi ini menjadi modal berharga dalam memetakan kepatuhan regulasi finansial yang terkenal rumit.

Rekam jejaknya di industri perbankan terbentang panjang. Bobby mengawali langkah besarnya di Bank BTPN (2009–2013) sebagai Sharia Risk Policy. Di bank ini, ia membidani mitigasi risiko produk-produk sensitif seperti Gadai Emas Syariah, Microfinance Productive Poor, hingga mengawal proses akuisisi Bank Sahabat.

Kariernya berlanjut ke BRI Syariah (2013–2014) sebagai pencipta kerangka kerja Operational Risk, termasuk mematangkan instrumen Risk Control Self-Assessment (RCSA), Key Risk Indicators (KRI), dan Loss Event Database (LED).

Ketajamannya di sektor ini membuat Bobby dipercaya memimpin divisi sebagai Risk Management Division Head di Bank of India Indonesia (2014–2016), sebelum akhirnya dibajak oleh raksasa asuransi AIA Financial sebagai Financial Risk Country Manager (2016–2018). Guna mengawinkan basis empiris dengan teori akademis, saat ini Bobby tengah menempuh program doktor (PhD candidate) bidang Ekonomi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dengan fokus riset kerangka kerja risiko pada pasar berkembang (emerging markets).

Prospero: Menggusur Monopoli GRC Global

Lewat rentetan pengalaman kepatuhan regulasi—didukung sertifikasi tambahan seperti AAMAI PAJ & POJ, Professional Financial Modeller, serta Financing Risk Management—Bobby mengendus adanya celah besar (institutional gap) di industri keuangan Asia Tenggara. Banyak institusi keuangan kelas menengah yang terpaksa mengandalkan pengelolaan risiko manual berbasis spreadsheet (Excel) karena tingginya biaya adopsi teknologi GRC buatan luar negeri.

  • Baca juga: Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Tahun 2022, Bobby mendirikan Prospero untuk mengakhiri ketergantungan tersebut. Prospero dirancang sebagai platform enterprise risk intelligence yang mengotomatisasi seluruh alur kerja penanganan risiko, mulai dari pengisian Risk Register, dasbor KRI, basis data LED, hingga pelaporan berkala Risk-Based Bank Rating (RBBR) kepada otoritas pengawas.

Aspek yang membuat Prospero unggul adalah arsitekturnya yang sejak awal dirancang patuh (built-for-compliance) terhadap multi-regulator di kawasan ASEAN, termasuk OJK (Indonesia), MAS (Singapura), BNM (Malaysia), dan BSP (Filipina). Sistem pengawasan makro ini mempermudah institusi keuangan menghitung modal minimum (KPMM), membuat proyeksi kredit macet (NPL forecasting), hingga menyusun Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP).

Hasilnya mencengangkan. Platform buatan lokal ini menawarkan efisiensi biaya hingga 200 kali lebih murah dibanding pemain global inkumben seperti RSA Archer atau MetricStream. Selain itu, Prospero mampu memotong waktu pelaporan hingga 4 kali lebih cepat, mereduksi potensi kerugian operasional hingga 90 persen, serta hanya membutuhkan waktu implementasi selama dua minggu.

Prospero mengonsolidasikan kekuatannya melalui tiga lini bisnis yang saling mengunci: Prospero ERMS (platform teknologi), Prospero Consulting (penasihat strategis), dan Prospero Learning. Lini edukasi ini menyediakan lebih dari 180 kurikulum komprehensif, termasuk program penyegaran (refresher) untuk sertifikasi BARa-LSPP bagi para bankir.

Melawan Badai Winter dengan Profitabilitas

Di tengah badai tech winter yang memaksa banyak startup gulung tikar akibat strategi bakar uang, Prospero justru memperlihatkan rapor keuangan yang kokoh. Perusahaan teknologi ini dinyatakan telah diaudit menguntungkan (profitable) selama tiga tahun finansial berturut-turut. Prospero mengantongi pendapatan berulang tahunan (Annual Recurring Revenue) sebesar 1,1 juta dollar AS dari lima klien korporasi tier-1, dengan tingkat retensi pelanggan mencapai zero churn alias tanpa kehilangan satu pun klien sejak berdiri.

Sebelum menyabet penghargaan di Malta, Prospero telah mengoleksi berbagai penghargaan prestisius, antara lain:

  • Best Integrated Risk Management Solutions Provider 2026 dari BFSI Insider.
  • GRC Solution of the Year 2025 dari APAC Business Awards.
  • Best Risk Management & Strategic Advisory Firm 2025 dari SE Asia Business Awards.
  • Terpilih masuk dalam jaringan kewirausahaan elite Endeavor Indonesia Batch 8 dan Top 10 Block71 Singapore Spring Cohort oleh Microsoft.
  • Bobby dinobatkan sebagai salah satu APAC’s Top 10 Most Renowned CEOs from Indonesia oleh APAC Entrepreneur 2025.

“Penghargaan ini milik generasi pendiri startup di ASEAN yang emoh menunggu inkumben global merancang infrastruktur yang sesuai dengan realitas regulasi kami,” tegas Bobby dalam pidato kemenangannya di Malta.

  • Baca juga: Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

Lewat kelihaian membedah risiko dan visi teknologi yang presisi, Bobby Yulandika Putra membuktikan bahwa inovasi lokal tidak hanya mampu bertahan di kandang sendiri, tetapi juga sanggup mendikte standar teknologi finansial di tingkat regional dan global. ***

Tags: Bobby Yulandika PutraCEO ProsperoGlobal Startup AwardsLPPIMenggusur Monopoli GRC GlobalProsperoSertifikasi LPPI
 
 
 
 
 
Previous Post

Korupsi Program Prioritas: Modus Tiga Pejabat Badan Gizi Akali Verifikasi demi Yayasan Afiliasi

Next Post

Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Dorong Ekonomi Desa 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

by Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 20:16

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mengumumkan rencana perubahan besar dalam susunan pengurus perseroan. Nobuya Kawasaki, yang saat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Pendapatan Premi Prudential Indonesia Naik Rp21,1 Triliun, Produk Tradisional Melesat 16%

Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Dorong Ekonomi Desa 

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance