• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Terlanjur Betah di Dunia Asuransi

by Sandy Romualdus
22 Juli 2014 - 00:00
96
VIEWS
Terlanjur Betah di Dunia Asuransi
0
SHARES
96
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Benedictus M Waworuntu dan dunia asuransi nampaknya dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Betapa tidak, setelah 20 tahun malang melintang di dunia bisnis asuransi Indonesia, pria yang akrab disapa Benny Waworuntu ini ternyata masih dilirik Swiss Re Group. Mulai 29 Mei 2014 lalu, penyedia grosir terkemuka reasuransi, asuransi dan asuransi berbasis transfer risiko ini resmi menunjuk Benny sebagai Direktur, Head of Indonesia Swiss Re, perusahaan reasuransi asal Swiss. Selama tiga tahun sebelumnya Benny menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Ia mewakili Ketua dalam menjalankan tugas operasional seharihari, menjembatani antara regulator dan seluruh anggotanya yang terdiri dari 48 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Selama beberapa tahun Benny juga bekerja untuk PT AJ Manulife Indonesia, di mana ia menduduki beragam posisi kepemimpinan dan operasional dari 1998 hingga 2011. Pria berkacamata ini mengaku “menyesal” baru menggeluti dunia perasuransian sekitar 20 tahun yang lalu. Menurut Benny, seharusnya dia langsung terjun ke dunia tersebut begitu merampungkan studi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1993. “Usai kuliah, saya lama kerja di bagian human resources sesuai jurusan saya,” paparnya. Menurut Benny, jika dirinya lebih lama berada di dunia perasuransian, semua manfaat yang dirasakannya sekarang bisa lebih awal dinikmati. Manfaat itu diantaranya membantu orang lain, melek asuransi dan finansial, serta penghasilan berlimpah. “Sejumlah manfaat itu belum tentu bisa dinikmati du dunia pekerjaan yang lain,” kata pria kelahiran Cirebon 4 Juni 1967 ini. Saat lulus kuliah, Benny memang sempat sebuah bekerja di sebuah perusahan yang bergerak di dalam bidang sumber daya manusia. Namun, ketika krisis moneter melanda tahun 1998, perusahaan tempat kerjanya gulung tikar. Kondisi ini justru membuatBenny berinisiatif menolong teman-temannya dengan menawarkan beberapa  karyawan di sana untuk melanjutkan karier di sebuah perusahan asuransi jiwa, Manulife Indonesia. Tanpa dinyana, oleh direksi perusahaan asuransi jiwa tersebut, malah Benny yang kemudian ditawarkan untuk bergabung. “Di situlah awal saya terjun di industri asuransi ini.” Di Manulife Indonesia, pria yang masih melajang ini mulai merintis kariernya. Dan ternyata pilihannya itu tidak keliru. Lebih dari 13 tahun berkarier di perusahaan asuransi beken yang berpusat di Kanada, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memintanya untuk bergabung dan menjadi direktur eksekutif di tahun 2011. Bekerja di Manulife Indonesia sejak Mei 1998 hingga Agustus 2011, telah memberikan pengalaman sangat berarti bagi anak bungsu dari lima bersaudara ini. Berbagai jabatan sudah diembannya, dimulai dari manajer cabang, manajer senior cabang, manajer area, asisten direktur, direktur dan asisten vice president. Meski hanya mencicipi satu perusahaan saja, namun kemampuan mengelola bisnis asuransi tak diragukan lagi. Bahkan dengan berbekal ilmu Psikologi yang dimilikinya, Benny mengaku terbantu untuk bisa memahami pelaku-pelaku dalam industri proteksi. Malahan, karena bisnis asuransi begitu dinamis dan potensi pertumbuhannya masih sangat besar, Benny sempat mengaku sudah tak bisa pindah ke lain hati. “Dengan berbagai kelebihan dan tantangan tersebut, industri asuransi jiwa ini terlihat begitu seksi untuk digeluti,” begitu katanya. Sebagai direktur eksekutif di AAJI ketika itu, Benny memiliki tugas untuk membuat asuransi jiwa dikenal dan dekat dengan masyarakat. Jelas itu bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi penetrasi pasar asuransi di Tanah Air masih sangat kecil. Oleh karena itu diperlukan berbagai strategi harus disiapkan dan diaplikasikan secara terus menerus terutama sosialisasi dan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat. Tugasnya tambah menantang ketika harus berhadapan dengan anggota dan pengurus asosiasi yang merupakan para direksi perusahaan-perusahaan asuransi jiwa. Namun, penyuka musik jazz ini bertekad untuk menjalani dengan optimal dengan berupaya menyeimbangkan waktu dan kepentingan, baik secara internal antara pengurus dengan anggota, di antara sesama pengurus. Dirinya juga bertugas sebagai “duta”, berhubungan dengan pihak luar, seperti regulator (Otoritas Jasa Keuangan/OJK), media dan lembaga-lembaga lainnya. Beruntung, kegemarannya membaca buku-buku bertema manajemen dan pengembangan diri, cukup membantu melewati berbagai tantangan dan risiko dari pekerjaannya. Dia pun menyadari bahwa semua tindakan itu pasti ada risikonya, demikian juga dengan setiap pekerjaan pasti ada konsekuensinya. “Kalau kita menjalankannya dengan sepenuh hati, jujur dan bertanggungjawab, rasanya buat saya tidak merasakan adanya risiko berat,” tutur Benny. Maka dari itu, penyuka makanan tradisional ini berharap, jika diberikan kesempatan untuk terus berkarier, dirinya masih ingin menyumbangkan kemampuan dan pengalamannya untuk bisa mengembangkan industri yang telah membesarkannya ini. “Termasuk mencetak lebih banyak lagi orang berhasil sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia yang merata, melalui pemanfaatan industri asuransi jiwa ini.” Doa dan harapan Benny terkabul, karena selepas mengomandoi AAJI dirinya masih dipercaya bergelut di dunia asuransi, sebagai Head of Indonesia Swiss Re. Dalam perannya sebagai Head of Indonesia, Benny akan bekerja sama dengan beragam tim di Asia Tenggara untuk memperkuat serta memperluas hubungan Swiss Re dengan klien dan mitra kerja di Indonesia. Ia bertanggung jawab untuk meningkatkan bisnis reasuransi jiwa dan produk non-life Swiss Re secara nasional. Indonesia merupakan negara terpadat keempat dunia dengan jumlah penduduk sekitar 250 jiwa dan pasar berkembang terbesar keenam di dunia. Indonesia juga merupakan salah satu pasar asuransi jiwa dengan pertumbuhan tercepat, tapi penetrasi asuransi rendah. Negara ini juga memiliki kelas konsumen yang berkembang serta gap proteksi terhadap bencana alam yang besar. Dengan diimplementasikannya ASEAN Economic Community (AEC) dan ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015, pasar ini akan menghasilkan berbagai kesempatan menarik untuk meningkatkan pertumbuhan asuransi di wilayah ASEAN. Itulah beberapa tugas menantang bagi Benny di posisi barunya saat ini. Mampukah kariernya secemerlang di Manulife dan AAJI? Semoga saja.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas
  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global
  • Baca juga: Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi
 
 
 
 
 
Previous Post

Menuju Polarisasi Permanen

Next Post

4 MPV Paling Laris 2014

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Semester I, Laba BCA Tumbuh 24,2 Persen

Semester I, Laba BCA Tumbuh 24,2 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance