Jakarta – Tahun ini perkembangan broadband di tanah air diperkirakan meningakt pesat. Sejumlah operator pun menggelontorkan investasinya secara besar-besaran untuk mendukung perkembangan teknologi canggih tersebut. Di antarnaya PT Telkomsel yang menganggarkan belanja sebesar 1,4 mliar dollar AS guna memperluas broadband cities menjadi 100 broadband city di seluruh Indonesia tahun ini.
Menurut Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, nilai investasi guna memperluas broadband cities tersebut dimaksudkan untuk menunjang program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam hal konektivitas akses masyarakat terhadap jaringan pita lebar terutama 3G."Telkomsel memperluas broadband cities dari 45 di tahun lalu menjadi 100 cities," ujarnya di Jakarta, Senin (27/2/2012).
Adapun akses broadband ini, kata dia, sangat urgen seiring dengan peningkatan daya beli dan daya adopsi konsumen terhadap smartphones/terminal untuk akses data internet maupun aplikasi content termasuk media sosial. "Telkomsel konsisten dalam hal ini membangun 5000 bts 3G. Di samping itu, dibangun pendukung core network dan sistem ITnya Nilai investasi total tahun ini sebesar 1.4miliar dollar AS," tuturnya.
BERITA TERKAIT
Dia menambahkan, dana investasi ini rencananya akan bersumber dari internal, perbankan, dan kredit ekspor. Adapun porsinya sebesar 70persen atau sebesar 980 juta dollar AS dari dana internal, sementara sisanya 30 persen atau sebesar 420 juta dollar AS dari pinjaman bank dan kredit eksport."Sumber pendanaan bersumber dari kombinasi yakni dari dana internal, bank dan kredit export. Sebesar 70 persen berasal dari dana internal, sisanya dari bank dab kredit ekspor," tandasnya.
Ricardo Indra, Head of Corporate Communications Division Telkomsel menambahkan, rencana penambahan BTS untuk broadband cities tersebut sejatinya telah direncakanan sejak awal 2010 dengan membangun 25 broadband city, kemudian ditingkatkan menjadi 45 broadband city pada 2011, dan tahun 2012 ini menargetkan 100 broadband city di seluruh Indonesia.
Menurut Indra, langkah tersebut sebagau antisipasi strategis dalam meningkatkan layanan data bagi pelanggannya yang kini telah mencapai lebih dari 107 juta menjadi 250 juta. "Untuk itu kami terus mengembangkan layanan data dan VAS (value added service) yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Jika rencana ini terealisasi, maka pelanggan Telkomsel diklaim akan berselancar, mengunduh maupun mengunggah data di internet dengan lebih lancar," jelas Indra.
Ditegaskan Indra, Telkomsel memang berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan dalam menggunakan layanan komunikasi seluler di luar layanan dasar suara dan teks. Terlebih, broadband kini telah bergeser menjadi basic service bagi pelanggan."Pemegang saham secara berkelanjutan mengukur serta memonitor kinerja perusahaan. Oleh karenanya, Telkomsel menerapkan proses bisnis terbaik untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat," tutur Indra.
















