• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

INDEF : 2019 Ekonomi Indonesia Tak Akan Lampaui Target

by Stella Gracia
8 Mei 2019 - 00:00
12
VIEWS
Tidak Peka, Ekonom Indef Kritik Anggota DPR
0
SHARES
12
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas– Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan pada tahun ini Indonesia tidak akan mampu melampaui target pertumbuhan ekonomi yang telah dicanangkan pemerintah yakni 5.3 persen. Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad dalam diskusi di Jakarta, Rabu, (8/5/2019).

“Indef memperkirakan hanya menyentuh 5.2 dan tidak melewati target pemerintah,”ujar Tauhid.

  • Baca juga: BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

Tauhid menjelaskan, hal ini lantaran pada kuartal 1 tahun 2019 ini pertumbuhan sektor penggerak perekonomian Indonesia seperti manufaktur dan investasi tumbuh tidak sesuai harapan serta gagal mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi.

BERITA TERKAIT

BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Sektor Pertambangan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal di Berbagai Daerah

Manfaatkan Momen Pemulihan Ekonomi, BRI Tingkatkan Pertumbuhan Segmen Wholesale

“Kuartal I ini tumbuh 5.07 persen, meski lebih tinggi 0.1 persen daripada periode yang sama, pertumbuhannya tidak bisa dibilang signifikan maka akan sulit melampaui target pemerintah,”paparnya.

Pertumbuhan kuartal 1 yang sebesar 5.07 ini dinilai terendah jika dibandingkan dengan kuartal IV tahun 2018 yang telah menginjak angka 5.18. Dengan pencapaian demikian, Tauhid menilai pertumbuhan sektor pertanian, perikanan, kehutanan dan transportasi menjadi penyebab lambannya pertumbuhan ekonomi.

  • Baca juga: Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

“Jika ditinjau, PDB sektor pertanian menurun karena harga komoditas di sektor tersebut juga terkoreksi terutama untuk tanaman pangan,”kata Tauhid.

Tauhid mencontohkan, pada sektor pertanian, harga gabah kering panen trennya turun dari Rp5.400 sampai sekarang Rp4.400. Selain pertanian, dirinya juga mencontohkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang pada 2018 mampu mencapai 3,34 persen. Namun, pada 2019 baru 1,18 persen, begitu juga industri pengolahan yang turun dari 4,6 persen jadi 3,8 persen.

“Sementara di sektor transportasi, kenaikan tarif angkutan udara juga menjadi faktor penghambat percepatan pertumbuhan ekonomi. Kita lihat sejak kuartal I harga tiket pesawat sudah naik, permintaan transport turun sehingga mengganggu konsumsi masyarakat,”bebernya.

Oleh karena itu Tauhid memperkirakan, pendorong utama pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini hanya akan ditopang oleh pertumbuhan pada Kuartal II 2019 yang maksimal di posisi 5,27 persen. Sehingga, sisa kuartal keseluruhan hanya akan berada di bawah posisi tersebut.

  • Baca juga: Sektor Pertambangan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal di Berbagai Daerah

Sementara itu, Ekonom Indef Enny Sri Hartati menilai pemerintah sebaiknya tidak serta-merta menggaungkan industri 4.0, melainkan pemerintah perlu fokus menumbuhkan sektor manufaktur terutama sektor yang dapat menyubstitusi impor.

“Jangan latah ikut 4.0 karena potensi kita yang bagus di manufaktur dengan ditopang kekayaan sumber daya alam. Kalau tidak demikian tidak akan melampaui target.”pungkas Enny. (Is)

Tags: indef
 
 
 
 
 
Previous Post

IPC Perkuat Kerjasama dengan Pelabuhan Guangzhou

Next Post

Garuda Indonesia Pastikan Laporan Keuangannya Sudah Sesuai PSAK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik, BRI Pacu Transformasi BRIVolution Reignite

Pimpin Transformasi Ekosistem UMKM, Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO BIFA 2026

Dorong Generasi Muda Cermat Berfinansial, BRI Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di FEB Unair

Dukung Pertumbuhan Korporasi, CIMB Niaga Rilis OCTOBIZ di Business Summit 2026

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bank DBS Gandeng Home Credit Kerja Sama Joint Financing

Bank DBS Gandeng Home Credit Kerja Sama Joint Financing

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance