• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

by Stella Gracia
16 September 2026 - 14:44
12
VIEWS
Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026
0
SHARES
12
VIEWS

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 menembus US$454,8 miliar atau sekitar Rp8.004,5 triliun. Peningkatan ini didorong aliran masuk dana asing ke SBN pemerintah, berbanding terbalik dengan ULN swasta yang justru menyusut.

Stabilitas.id – Tumpukan utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali mendaki pada awal paruh kedua tahun 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat total kewajiban lintas negara ini menyentuh angka US$454,8 miliar pada Juli 2026, merangkak naik dari posisi bulan sebelumnya yang tertahan di US$454,5 miliar. Jika dikalibrasi menggunakan asumsi kurs Rp17.600 per dolar AS, beban utang makro ini ekuivalen dengan Rp8.004,5 triliun—mencatatkan penambahan sekitar Rp5,3 triliun hanya dalam tempo satu bulan.

  • Baca juga: Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

Lonjakan tagihan ini ternyata dipantik oleh selera investor global yang kembali memburu instrumen surat utang pemerintah, sementara korporasi swasta justru sibuk mengerem penarikan utang baru. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, merinci bahwa ULN secara keseluruhan tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). “Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik di tengah penurunan ULN swasta,” ungkap Ramdan, Selasa (15/9).

Porsi kewajiban pemerintah tercatat membengkak 3,2 persen (YoY) menjadi US$218,4 miliar. Derasnya aliran modal asing masuk (capital inflow) ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional menjadi motor utama pertumbuhan ini. Fenomena tersebut sekaligus memancarkan sinyal bahwa tingkat kepercayaan pemodal global terhadap ketahanan fundamental perekonomian Indonesia masih melekat erat.

BERITA TERKAIT

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

  • Baca juga: Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

Mengelola dana pinjaman ratusan miliar dolar tersebut, pemerintah mengarahkan alokasinya pada sektor-sektor yang menciptakan multiplier effect dan jaring pengaman sosial. Rincian data bank sentral menunjukkan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial menyedot porsi pembiayaan terbesar hingga 22,0 persen. Postur ini disusul oleh administrasi pemerintah dan pertahanan (20,7 persen), jasa pendidikan (16,2 persen), serta infrastruktur konstruksi (11,5 persen). Ramdan menegaskan, posisi utang negara ini masih dalam radar aman karena mayoritas bersandar pada tenor jangka panjang.

Bertolak belakang dengan agresivitas pemerintah, sektor swasta justru menciutkan porsi utang luarnya. Posisi ULN swasta pada periode yang sama terkontraksi 1,2 persen (YoY) menjadi US$194,5 miliar. Penyusutan ini didorong oleh manuver pengereman utang, baik dari kelompok peminjam non-lembaga keuangan maupun lembaga keuangan. Secara sektoral, mayoritas utang korporasi ini—dengan pangsa mencapai 80,6 persen—masih didominasi oleh industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan.

  • Baca juga: Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Menatap postur utang secara makro, otoritas moneter meyakini struktur ULN Indonesia masih sangat bugar dan menaati prinsip kehati-hatian. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Juli 2026 bertengger di level 30,7 persen, sebuah metrik yang menegaskan kapasitas bayar negara masih teramat kuat. Sinergi antara BI dan pemerintah kini difokuskan untuk menjaga ritme penarikan utang, memastikan pembiayaan pembangunan tetap melaju tanpa memancing guncangan bagi stabilitas perekonomian nasional. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: aliran modal asingBank IndonesiaPembiayaan APBNramdan denny prakosorasio utang terhadap pdbSurat Berharga Negara (SBN)ULN Juli 2026Utang Luar Negeri (ULN) Indonesiautang swasta
 
 
 
 
 
Previous Post

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

Next Post

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:26

Uang Primer Adjusted Bank Indonesia tumbuh 9,3 persen mencapai Rp2.353,1 triliun pada September 2026 didorong kenaikan uang kartal 11,8 persen....

Cadangan Devisa Maret 2025 Meningkat Jadi 157,1 Miliar Dolar AS

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:24

Cadangan devisa Indonesia September 2026 terjaga di level 146,3 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor dan pembayaran...

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:16

Menaker Yassierli membeberkan poin kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan mencakup larangan tahan ijazah, uang saku magang, hingga cadangan pesangon PHK. Stabilitas.id...

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:17

Inflasi IHK September 2026 terjaga di level 3,28 persen yoy berkat konsistensi kebijakan moneter BI dan pengendalian harga pangan nasional....

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:10

Pemerintah menawarkan 76 proyek KPBU senilai US$63,45 miliar dalam PPP Book 2026 mencakup jalan tol, kereta perkotaan, hingga tanggul laut...

Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

by Sandy Romualdus
5 Oktober 2026 - 14:08

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi Rp31 triliun mencakup bansos beras 10 kg, BSU Rp300 ribu, dan insentif PPh 21 hingga 2027....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

Gandeng Pelita Jaya Basket: Bank Jakarta Padukan Edukasi Finansial dan Olahraga di SMAK 1 Penabur

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Garap Ekonomi Sepak Bola: Bank BSN Gandeng Persikad dan Persiraja Perkuat Ekosistem Syariah

Bidik Target Gamers Muda, BRI Rilis Kartu Debit Junio Edisi Khusus Mobile Legends

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance