• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

APBN Jadi Shock Absorber, Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Rp 132 Triliun

by Sandy Romualdus
7 Juli 2026 - 19:50
18
VIEWS
Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Raker Banggar dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Penyampaian Pokok-pokok Laporan Realisasi Semester I oleh Menkeu dan Penyampaian Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN TA 2026_CHY_202607070020028

0
SHARES
18
VIEWS

Pemerintah memproyeksikan belanja negara pada APBN 2026 membengkak Rp 99,7 triliun menjadi Rp 3.942,4 triliun, didorong oleh pendanaan program prioritas dan tambahan pos subsidi.

Stabilitas.id – Anggaran belanja negara pada APBN 2026 diperkirakan bakal mengalami pembengkakan signifikan sebesar Rp 99,7 triliun dari pagu awal yang telah ditetapkan. Kenaikan tebal ini dipicu oleh melonjaknya kebutuhan pendanaan untuk berbagai program prioritas pemerintah, khususnya pada pos belanja Kementerian/Lembaga (K/L) serta anggaran Transfer Ke Daerah (TKD).

  • Baca juga: ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa outlook belanja negara sepanjang tahun 2026 diproyeksikan akan menyentuh angka Rp 3.942,4 triliun. Nilai tersebut setara dengan 102,6% dari pagu awal APBN sebesar Rp 3.842,7 triliun, atau mengalami kenaikan sekitar 2,6%. Jika dihitung secara tahunan, outlook total belanja ini tumbuh agresif sebesar 14,8% secara year-on-year (yoy).

Dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada Selasa (7/7), Purbaya memerinci bahwa lonjakan belanja ini bersumber dari pos belanja pemerintah pusat yang merangkak naik menjadi Rp 3.245,5 triliun (tumbuh 25,5% yoy) dari pagu awal yang sebesar Rp 3.149,7 triliun.

BERITA TERKAIT

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Kerek Belanja Tanpa Tambah Utang: Banggar DPR Patok Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Rincian Pos Belanja yang Mengalami Kenaikan

Penyumbang utama kenaikan anggaran belanja pemerintah pusat ini berasal dari realisasi alokasi belanja K/L yang membubung menjadi Rp 1.630,4 triliun dari pagu awal Rp 1.510,5 triliun.

Di sisi lain, anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) juga ikut terkerek naik menjadi Rp 696,9 triliun atau setara 100,6% dari pagu awal APBN yang sebesar Rp 693 triliun.

Berikut adalah arah pemanfaatan perluasan anggaran belanja pemerintah di tahun 2026:

  • Mendorong kelancaran dan penyelesaian berbagai program prioritas pembangunan nasional.

  • Menjaga stabilitas harga pangan pokok di pasar serta mengamankan daya beli masyarakat.

    • Baca juga: Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel
  • Mendukung jalannya roda pemerintahan daerah, penanggulangan bencana alam, serta penyaluran dana tambahan otonomi khusus (otsus).

Selain alokasi di atas, proyeksi belanja ini juga telah memperhitungkan adanya suntikan tambahan anggaran sebesar Rp 132 triliun demi memenuhi kewajiban mendesak pemerintah, termasuk di dalamnya untuk pembayaran subsidi energi dan kompensasi.

Guna mengoptimalkan ruang fiskal, pemerintah mengusulkan skema pergeseran anggaran secara fleksibel antara Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) dan Bagian Anggaran Kementerian/Lembaga (BA K/L). Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pembiayaan jaminan sosial, membenahi sektor kesehatan, serta memperbesar kapasitas K/L dalam melayani publik.

APBN Sebagai Shock Absorber dan Proyeksi Defisit PDB

Purbaya menegaskan bahwa di tengah tingginya gelombang ketidakpastian ekonomi global, APBN 2026 tetap difungsikan sebagai instrumen vital (shock absorber) untuk menahan gejolak eksternal agar tidak merusak pondasi ekonomi dalam negeri.

“Kita buktikan saat harga minyak dunia tinggi, pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebagian mengkritik kebijakan tersebut, tetapi bagi pemerintah langkah itu penting untuk menjaga stabilitas sehingga ekonomi tetap bisa tumbuh,” tegas Purbaya.

Ke depan, pos anggaran belanja yang besar ini akan dialokasikan penuh untuk menyokong program-program andalan pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis, revitalisasi bangunan sekolah, cek kesehatan gratis, program Sekolah Rakyat, hingga optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih.

Konsekuensi dari membengkaknya belanja negara ini membuat pemerintah memproyeksikan defisit APBN 2026 akan melebar menjadi Rp 734,3 triliun atau setara dengan 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini naik dari target awal yang dipatok sebesar 2,68% PDB.

  • Baca juga: Kerek Belanja Tanpa Tambah Utang: Banggar DPR Patok Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Meski defisit melebar mendekati batas aman undang-undang (3% PDB), Purbaya mengaku tetap optimistis bahwa realisasi akhir nantinya masih dapat ditekan melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi pembiayaan, sehingga kredibilitas serta kesehatan fiskal jangka panjang pemerintah tetap terjaga dengan aman. ***

Tags: Anggaran Kementerianapbn 2026Banggar DPRBelanja Negaradefisit apbnFiskalkementerian keuanganMakan Bergizi GratisPurbaya Yudhi SadewaSubsidi Energi
 
 
 
 
 
Previous Post

Dolar AS Menguat Imbas Sinyal Hawkish The Fed, BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Relatif Tangguh

Next Post

Bukan Permintaan Lesu, OJK Sebut Undisbursed Loan Rp 2.575 Triliun Jadi Amunisi Kredit Masa Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Bukan Permintaan Lesu, OJK Sebut Undisbursed Loan Rp 2.575 Triliun Jadi Amunisi Kredit Masa Depan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance