• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Finance

Bukan Permintaan Lesu, OJK Sebut Undisbursed Loan Rp 2.575 Triliun Jadi Amunisi Kredit Masa Depan

oleh Sandy Romualdus
7 Juli 2026 - 19:56
9
Dilihat
Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung
0
Bagikan
9
Dilihat

OJK mencatat fasilitas kredit perbankan yang belum ditarik debitur (undisbursed loan) mencapai Rp 2.575 triliun per Mei 2026. Angka ini dinilai jadi peluang ekspansi usaha.

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingginya nilai fasilitas kredit yang belum ditarik oleh debitur (undisbursed loan) di industri perbankan bukan merupakan sinyal pelemahan ekonomi. Sebaliknya, regulator melihat fenomena ini sebagai peluang besar bagi akselerasi pertumbuhan kredit pada periode mendatang.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa hingga periode Mei 2026, nilai undisbursed loan perbankan nasional tercatat mencapai Rp 2.575 triliun. Menurutnya, besarnya angka tersebut mencerminkan masih tebalnya potensi penarikan dana segar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan lini masa (timeline) ekspansi dunia usaha.

“Memang relatif tinggi saat ini. Tapi kami melihat ini masih menunjukkan potensi pemanfaatan untuk ekspansi usaha sesuai timeline yang dimiliki masing-masing debitur. Realisasinya akan mengikuti berjalannya proyek investasi maupun kebutuhan operasional mereka,” ujar Dian dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Selasa (7/7).

BERITA TERKAIT

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

Kasus Prolife Indonesia: OJK Limpahkan Henry Surya dan Aset Rp113,9 Miliar ke Kejaksaan

Pangkas Monopoli Anggota Bursa, OJK Kebut POJK Demutualisasi BEI

Realisasi Kredit Tetap Kokoh Menembus Rp 8.918 Triliun

Di tengah tumpukan komitmen kredit yang belum ditarik tersebut, laju penyaluran kredit riil perbankan nyatanya tetap memperlihatkan performa yang kuat. Per Mei 2026, total penyaluran kredit perbankan melonjak 11,51% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 8.918 triliun.

Pertumbuhan ini mencatatkan akselerasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya (April 2026) yang bertengger di level 9,98% YoY.

OJK optimistis tren positif ini akan terus melaju seiring dengan terjaganya stabilitas pasar domestik dan meningkatnya rasa percaya diri para pelaku bisnis di sektor riil.

Berdasarkan data yang dirilis OJK, motor penggerak utama pertumbuhan kredit kali ini ditopang kuat oleh kelompok debitur korporasi besar serta penyerapan pada pos jenis investasi.

Berikut adalah rincian peta pertumbuhan kredit perbankan per Mei 2026 (YoY):

1. Berdasarkan Jenis Penggunaan

  • Kredit Investasi: Melesat tajam menjadi penopang utama dengan kenaikan sebesar 21,95% YoY.

  • Kredit Modal Kerja: Tumbuh stabil di level 8,09% YoY.

  • Kredit Konsumsi: Mengalami pertumbuhan paling moderat atau terendah sebesar 5,89% YoY.

2. Berdasarkan Segmen Debitur

  • Kredit Korporasi: Menjadi mesin pertumbuhan utama dengan mencatatkan kenaikan 18,39% YoY.

  • Kredit UMKM: Mulai menunjukkan sinyal pemulihan progresif dengan tumbuh 0,6% YoY, membaik dari performa April 2026 yang hanya tumbuh tipis 0,16% YoY.

3. Berdasarkan Kelompok Bank

  • Bank-Bank BUMN (Himbara): Menjadi kelompok perbankan yang paling agresif dengan mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit tertinggi, yakni mencapai 15,98% YoY.

Melihat struktur data tersebut, integrasi antara kesiapan dana siap tarik (undisbursed loan) yang masif dan kuatnya permintaan pada kredit investasi jangka panjang mengindikasikan bahwa fondasi pertumbuhan ekonomi sektor riil nasional masih berada dalam posisi yang sehat dan ekspansif. ***

Tags: bank bumnDian Ediana Raefasilitas kreditkredit investasikredit korporasikredit perbankan 2026ojkOtoritas Jasa KeuanganUndisbursed Loan
 
 
 
 
 
Sebelumnya

APBN Jadi Shock Absorber, Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Rp 132 Triliun

Selanjutnya

Sasar Anak Muda Bandung, CIMB Niaga Resmikan Digital Branch Pasirkaliki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 08:16

DGS BI Destry Damayanti menilai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis bakal menyapu bersih praktik nakal transfer pricing dan mendongkrak investasi...

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 08:15

OJK menargetkan bursa mineral dan komoditas strategis beroperasi penuh per 1 Januari 2027. Langkah ini menggeser sebagian wewenang Bappebti ke...

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

oleh Sandy Romualdus
17 Juli 2026 - 08:03

Kemenkomdigi merilis daftar bank dan e-wallet yang melaporkan akun judi online (judol) terbanyak. BCA dan DANA memimpin di masing-masing kategori....

Bank DBS Indonesia-Mirae Asset Sekuritas Luncurkan Online Onboarding RDN, Permudah Akses Investasi Digital

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:24

Segmen Wealth Management Bank DBS Indonesia mencetak pertumbuhan AUM private client sebesar 13% dan lonjakan laba bersih 24% per Juni...

Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:23

DGS BI Destry Damayanti menegaskan fundamental RI tetap kokoh di level BBB S&P. BI guyur insentif likuiditas Rp 479 triliun...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:22

OJK menegaskan likuiditas industri perbankan nasional tetap kokoh dan memadai di tengah volatilitas rupiah dan kenaikan BI Rate. Kredit per...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tertahan di Level ‘Gocap’, GOTO Kebut Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

Ogah Naikkan Tarif, Menkeu Purbaya Pilih Strategi ‘Angsa Emas’

Semester I-2026: Laba Bersih Bank BTN (BBTN) Melonjak 40,8% Jadi Rp 2,4 Triliun

Berkat Efisiensi CASA, Cost of Fund (CoF) BBTN Susut Jadi 3%

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Sokong Ekosistem Halal Malang Raya, CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch

Sasar Anak Muda Bandung, CIMB Niaga Resmikan Digital Branch Pasirkaliki

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance