Stabilitas.id – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) kembali mempertahankan sertifikasi ISO 22301:2019 untuk Business Continuity Management System (BCMS) sejak pertama kali diperoleh pada 2019. Sertifikasi internasional ini diperoleh setelah melalui audit komprehensif oleh British Standard Institution (BSI).
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa pencapaian ini menempatkan perusahaan sebagai salah satu BUMN sektor asuransi dan penjaminan yang konsisten menjaga kesiapan operasional di tengah dinamika risiko industri yang terus berkembang.
“Penerapan ISO 22301:2019 memperkuat kesiapan Askrindo dalam menjaga keberlangsungan proses bisnis inti seperti prudent underwriting, penerbitan polis, layanan klaim, dan pengelolaan risiko,” ujar Fankar dalam keterangannya, Senin (1/12).
ISO 22301:2019 merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis yang mewajibkan organisasi memiliki mekanisme terstruktur untuk memastikan layanan kritikal tetap berjalan meskipun terjadi gangguan operasional. Di sektor asuransi dan penjaminan, standar ini semakin relevan dengan meningkatnya eksposur risiko operasional, digital, dan bencana alam.
Fankar menambahkan bahwa standar ini juga memastikan kesiapan fungsi pendukung seperti operasional, teknologi informasi, dan pengelolaan data. “Dengan mekanisme pengendalian, respons insiden, dan pemulihan layanan yang terstandardisasi, seluruh proses bisnis kritikal dapat berjalan konsisten dan dapat diandalkan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R Mahelan Prabantarikso, menekankan bahwa implementasi standar ini turut memperkuat tata kelola perusahaan sebagai BUMN sektor asuransi yang memegang peranan penting dalam penjaminan pembiayaan nasional.
Audit sertifikasi mencakup penilaian kebijakan, tata kelola risiko, efektivitas prosedur penanganan insiden, hingga kesiapan pemulihan layanan di seluruh unit kerja. Hasil audit menunjukkan Askrindo memenuhi seluruh persyaratan ISO 22301:2019, termasuk kesiapan sumber daya dan kapasitas pemulihan operasional, sehingga direkomendasikan tetap memperoleh sertifikasi untuk periode 2025-2028.
“Dengan fondasi yang semakin kuat ini, kami optimistis Askrindo tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus tumbuh berkelanjutan, sambil memberikan rasa aman kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi nasional,” tutup Mahelan. ***
Tabel Ringkas: Audit ISO 22301:2019 Askrindo
| Aspek Penilaian | Status | Catatan |
|---|---|---|
| Kesiapan Proses Bisnis Kritikal | Memenuhi | Underwriting, polis, klaim |
| Fungsi Pendukung | Memenuhi | IT, operasional, data |
| Tata Kelola & Kebijakan | Memenuhi | Sesuai standar BSI |
| Respons & Pemulihan Insiden | Memenuhi | Terstandardisasi & teruji |
| Rekomendasi Sertifikasi | Diperoleh | 2025–2028 |





.jpg)










