Stabilitas.id – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggandeng Koperasi Pengusaha Nasional Minyak dan Gas Bumi (Kopana Migas) untuk mendiseminasikan pentingnya mitigasi risiko usaha migas hilir melalui pemanfaatan produk asuransi.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi mitigasi risiko usaha migas hilir yang menyasar pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), yang diawali dari wilayah Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/12).
“Asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,” kata Direktur Utama Askrindo M. Fankar Umran dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (24/12).
BERITA TERKAIT
Ia menjelaskan bahwa operasional sektor energi, khususnya migas hilir, memiliki tingkat risiko yang tinggi, mulai dari kebakaran, kerusakan aset, hingga potensi tuntutan hukum dari pihak ketiga. Namun demikian, masih terdapat pelaku usaha yang belum menempatkan asuransi sebagai bagian penting dari strategi perlindungan usaha.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Askrindo menjalin kerja sama dengan Kopana Migas guna meningkatkan literasi risiko dan pemahaman pelaku usaha terhadap perlindungan asuransi yang sesuai dengan karakteristik migas hilir.
Melalui kolaborasi ini, Askrindo dan Kopana Migas mendorong penerapan perlindungan terintegrasi bagi anggota koperasi, sekaligus memperkuat posisi tawar pelaku usaha SPBU dan SPBE dalam menghadapi berbagai risiko operasional.
Ke depan, Kopana Migas diharapkan dapat berperan sebagai pusat koordinasi pengelolaan asuransi dan penyelesaian klaim bagi para anggotanya, sejalan dengan komitmen Askrindo dalam memperluas literasi asuransi di berbagai sektor strategis nasional.
Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto menyampaikan bahwa pemahaman terhadap produk asuransi dan mekanisme klaim dapat membantu pelaku usaha lebih tenang dalam memitigasi risiko, sehingga dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis.
Ia menambahkan, asuransi tidak hanya dipandang sebagai komponen biaya operasional, tetapi juga sebagai bentuk investasi perlindungan aset dan keberlanjutan usaha.
“Askrindo berkomitmen menghadirkan perlindungan yang relevan, proses klaim yang transparan, serta menjadi pelindung sektor strategis nasional, termasuk migas hilir,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kopana Migas Opik Taufik bersama Regional Office Head Class II Bandung Askrindo Mohamad Wafdy menyampaikan bahwa Askrindo menyiapkan berbagai solusi perlindungan yang disesuaikan dengan karakteristik risiko migas hilir.
Produk asuransi yang ditawarkan antara lain Property All Risk (PAR), Asuransi Gempa Bumi (PSAGBI), asuransi tanggung jawab hukum pihak ketiga (liability), serta Asuransi Uang (money insurance). ***





.jpg)










