• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Maret 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Manajemen Risiko

Bank Dunia: Kawasan Asia Timur dan Pasifik Kuat Hadapi Situasi Global

oleh Sandy Romualdus
14 April 2016 - 00:00
1
Dilihat
Bank Dunia: Kawasan Asia Timur dan Pasifik Kuat Hadapi Situasi Global
0
Bagikan
1
Dilihat

WASHINGTON, Stabilitas — Pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik tetap bertahan, dan akan hanya sedikit melambat untuk kurun waktu 2016-18, menurut laporan terbaru Bank Dunia. Prediksi ini tergantung pada berbagai risiko yang berkembang, dan karena itu, pemerintahan di kawasan ini diharapkan akan tetap mengutamakan kebijakan keuangan dan fiskal yang dapat meredam kerentanan dan memperkuat kredibilitas, serta mempertajam reformasi struktural.

 Laju pertumbuhan di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan melambat dari 6,5 persen di tahun 2015 ke 6,3 persen di tahun 2016 dan 6,2 persen di tahun 2017-18. Perkiraan ini mencerminkan transisi Tiongkok menuju arah pertumbuhan yang lebih berkelanjutan namun melambat. Pertumbuhan di Tiongkok diperkirakan pada 6,7 persen di tahun 2016 dan 6,5 persen di tahun 2017, lebih lambat di banding pertumbuhan 6,9 persen pada tahun 2015.

“Negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik terus memberi kontribusi besar kepada pertumbuhan global. Kawasan ini mencakup hampir dua perlima dari pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2015, lebih dari dua kali lipat dari seluruh kawasan pembangunan yang lainnya,” ujar Victoria Kwakwa, Wakil Presiden terpilih Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik melalui siaran persnya, Senin (11/4)  awal pekan ini.

BERITA TERKAIT

“Kawasan ini terbantu oleh kebijakan makroekonomi yang cermat, termasuk usaha meningkatkan pendapatan domestik di beberapa negara eksportir komoditas. Namun, guna mempertahankan pertumbuhan di tengah-tengah situasi dunia yang menantang, diperlukan kemajuan berkala dalam reformasi struktural.”

Laporan Perkembangan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik menganalisa prospek pertumbuhan di kawasan tersebut, di tengah-tengah situasi yang menantang. Pertumbuhan ekonomi di negara-negara berpenghasilan tinggi melambat dan perlambatan merata di negara-negara berkembang.  Perdagangan dunia melemah, harga komoditas tetap rendah, dan pasar keuangan kurang stabil.

Bila tidak menyertakan Tiongkok, negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik tumbuh sebesar 4,7 persen di tahun 2015. Laju pertumbuhan akan naik sedikit ke 4,8 persen pada tahun 2016 dan 4,9 persen pada tahun 2017-18, dimotori oleh pertumbuhan di perekonomian besar Asia Tenggara. Namun, perkiraan untuk masing-masing negara bervariasi, tergantung pada hubungan perdagangan dan keuangan mereka dengan negara-negara berpenghasilan tinggi dan Tiongkok, serta ketergantungan mereka terhadap ekspor komoditas.

Diantara perekonomian Asia Tenggara yang besar, prospek pertumbuhan di Filipina dan Vietnam paling kuat; kedua negara tersebut diperkirakan akan tumbuh lebih dari 6 persen di tahun 2015. Pertumbuhan di Indonesia di perkirakan mencapai 5,1 persen di tahun 2016 dan 5,3 persen di tahun 2017, tergantung keberhasilan paket reformasi kebijakan  dan implementasi program investasi publik yang ambisius.

Beberapa negara perekonomian kecil, seperti, Laos, Mongolia dan Papua New Guinea, akan tetap terpengaruh oleh rendahnya harga komoditas dan melemahnya permintaan dari luar. Perkembangan Kamboja akan berkisar hampir di bawah 7 persen untuk kurun waktu 2016-18, akibat melemahnya harga komoditas pertanian, pembatasan ekspor garmen dan pertumbuhan yang melemah di sektor pariwisata. Di negara-negara kepulauan Pasifik, pertumbuhan juga akan melambat.

“Kawasan pembangunan Asia Timur dan Pasifik menghadapi risiko yang lebih kuat, termasuk pemulihan yang lebih lambat dari ekspektasi di negara-negara berpenghasilan tinggi dan perlambatan yang mulai lebih awal di Tiongkok. Pada saat yang sama, berbagai negara menghadapi ruang yang semakin sempit untuk mengubah kebijakan makroekonomi,” menurut Sudhir Shetty, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih lambat dari yang sudah diantisipasi akan melemahkan permintaan dan pertumbuhan di kawasan Asia Timur dan Pasifik, terutama untuk negara-negara eksportir komoditas. Laporan Bank Dunia menyerukan pentingnya pengawasan terhadap kerentanan ekonomi, terutama yang terkait dengan tingginya hutang, deflasi harga dan pertumbuhan yang melambat di Tiongkok, dan tingginya hutang sektor swasta dan rumah tangga di beberapa negara ekonomi besar. Selain itu, kawasan Asia Timur dan Pasifik harus siap menghadapi bencana alam, yang merupakan risiko besar bagi negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik. 

Laporan Bank Dunia juga mendesak pentingnya kebijakan makroekonomi yang cermat dan kelangsungan reformasi struktural. Tiongkok disarankan untuk memperkuat disiplin di sektor keuangan, seperti menyediakan alokasi kredit yang lebih berdasarkan permintaan pasar; membuka secara berangsur sektor-sektor yang didominasi oleh BUMN guna memperkuat iklim usaha; dan meneruskan refomasi sistem registrasi rumah tangga. Selain itu diingatkan pentingnya transisi pembelanjaan negara dari sektor infrastruktur ke layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial dan juga perlindungan lingkungan hidup.

Secara umum di seluruh kawasan Asia Timur dan Pasifik, semakin penting untuk memperhatikan kebijakan fiskal agar dapat menghadapi kemungkinan adanya guncangan. Hal tersebut akan membantu perekonomian yang telah ditopang oleh kenaikan pinjaman publik dan swasta, atau negara-negara yang permintaan luar negerinya dimotori oleh lonjakan komoditas.   

Untuk jangka waktu yang lebih lama, laporan ini mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat akuntabilitas.  Selain itu, diingatkan untuk mengurangi hambatan terhadap perdagangan regional, seperti non-tariff dan perangkat peraturan hambatan, termasuk dalam berdagang di bidang jasa. Laporan ini juga meyoroti revolusi digital, yang mana keuntungannya hanya akan dapat dimaksimalkan melalui pembentukan perangkat peraturan yang pro-kompetisi, dan dengan membantu pekerja mengadaptasi kemampuan mereka sesuai dengan permintaan dari ekonomi baru.

Tags: Bank Duni, Kawasan Asia Timur dan Pasifik, gejolak global
 
 
 
 
Sebelumnya

Asuransi Cakrawala Proteksi Ekspansi Cabang ke Cirebon

Selanjutnya

Ini Penyebab Program Sejuta Rumah Tersendat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bahaya! Bug PayPal Bocorkan Data SSN hingga Alamat Bisnis Ratusan Pelanggan

Bahaya! Bug PayPal Bocorkan Data SSN hingga Alamat Bisnis Ratusan Pelanggan

oleh Stella Gracia
26 Februari 2026 - 10:09

Stabilitas.id — Raksasa teknologi finansial global, PayPal, mengakui adanya kerentanan data pada aplikasi pinjaman PayPal Working Capital (PPWC) akibat kesalahan...

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

oleh Stella Gracia
2 Februari 2026 - 10:09

Stabilitas.id — Divisi Hubungan Internasional Polri mengumumkan Mohammad Riza Chalid (MRC) resmi berstatus buronan internasional setelah Interpol menerbitkan red notice...

Kasus Penipuan Mengatasnamakan TASPEN Berujung Vonis, Perseroan Tegaskan Keamanan Data Peserta

Kasus Penipuan Mengatasnamakan TASPEN Berujung Vonis, Perseroan Tegaskan Keamanan Data Peserta

oleh Stella Gracia
28 Januari 2026 - 09:32

Stabilitas.id — PT TASPEN (Persero) menegaskan komitmennya dalam melindungi hak dan keamanan peserta setelah pelaku penipuan yang mengatasnamakan TASPEN dijatuhi...

Coachee360 Diluncurkan, Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Berbasis AI

Coachee360 Diluncurkan, Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Berbasis AI

oleh Sandy Romualdus
22 Januari 2026 - 19:36

Stabilitas.id — Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) kian mendorong transformasi fungsi human resources (HR) dari peran administratif menjadi mitra strategis...

Eks Director Sertifikasi Asia Pacific Dirikan KRQA, Siap Beroperasi 2026

Eks Director Sertifikasi Asia Pacific Dirikan KRQA, Siap Beroperasi 2026

oleh Stella Gracia
6 Januari 2026 - 12:32

Stabilitas.id — Praktisi sertifikasi internasional Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA resmi mendirikan Karl Register Quality Assurance (KRQA), sebuah badan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Mudik Gratis Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Peserta Rasakan Manfaat

Pacu Kredit Properti Syariah, BSN Rangkul APSI

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Citi Fasilitasi Digital Cash Management & Commercial Cards Pelabuhan Tanjung Priok

Citi Fasilitasi Digital Cash Management & Commercial Cards Pelabuhan Tanjung Priok

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance