• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Manajemen Risiko

Bank Dunia: Kawasan Asia Timur dan Pasifik Kuat Hadapi Situasi Global

by Sandy Romualdus
14 April 2016 - 00:00
7
VIEWS
0
SHARES
7
VIEWS

WASHINGTON, Stabilitas — Pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik tetap bertahan, dan akan hanya sedikit melambat untuk kurun waktu 2016-18, menurut laporan terbaru Bank Dunia. Prediksi ini tergantung pada berbagai risiko yang berkembang, dan karena itu, pemerintahan di kawasan ini diharapkan akan tetap mengutamakan kebijakan keuangan dan fiskal yang dapat meredam kerentanan dan memperkuat kredibilitas, serta mempertajam reformasi struktural.

 Laju pertumbuhan di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan melambat dari 6,5 persen di tahun 2015 ke 6,3 persen di tahun 2016 dan 6,2 persen di tahun 2017-18. Perkiraan ini mencerminkan transisi Tiongkok menuju arah pertumbuhan yang lebih berkelanjutan namun melambat. Pertumbuhan di Tiongkok diperkirakan pada 6,7 persen di tahun 2016 dan 6,5 persen di tahun 2017, lebih lambat di banding pertumbuhan 6,9 persen pada tahun 2015.

  • Baca juga: Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

“Negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik terus memberi kontribusi besar kepada pertumbuhan global. Kawasan ini mencakup hampir dua perlima dari pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2015, lebih dari dua kali lipat dari seluruh kawasan pembangunan yang lainnya,” ujar Victoria Kwakwa, Wakil Presiden terpilih Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik melalui siaran persnya, Senin (11/4)  awal pekan ini.

BERITA TERKAIT

No Content Available

“Kawasan ini terbantu oleh kebijakan makroekonomi yang cermat, termasuk usaha meningkatkan pendapatan domestik di beberapa negara eksportir komoditas. Namun, guna mempertahankan pertumbuhan di tengah-tengah situasi dunia yang menantang, diperlukan kemajuan berkala dalam reformasi struktural.”

Laporan Perkembangan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik menganalisa prospek pertumbuhan di kawasan tersebut, di tengah-tengah situasi yang menantang. Pertumbuhan ekonomi di negara-negara berpenghasilan tinggi melambat dan perlambatan merata di negara-negara berkembang.  Perdagangan dunia melemah, harga komoditas tetap rendah, dan pasar keuangan kurang stabil.

Bila tidak menyertakan Tiongkok, negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik tumbuh sebesar 4,7 persen di tahun 2015. Laju pertumbuhan akan naik sedikit ke 4,8 persen pada tahun 2016 dan 4,9 persen pada tahun 2017-18, dimotori oleh pertumbuhan di perekonomian besar Asia Tenggara. Namun, perkiraan untuk masing-masing negara bervariasi, tergantung pada hubungan perdagangan dan keuangan mereka dengan negara-negara berpenghasilan tinggi dan Tiongkok, serta ketergantungan mereka terhadap ekspor komoditas.

  • Baca juga: Operasi Senyap di Gedung BNPB: KPK Amankan Sejumlah Pihak dan Gelar Perkara Kilat

Diantara perekonomian Asia Tenggara yang besar, prospek pertumbuhan di Filipina dan Vietnam paling kuat; kedua negara tersebut diperkirakan akan tumbuh lebih dari 6 persen di tahun 2015. Pertumbuhan di Indonesia di perkirakan mencapai 5,1 persen di tahun 2016 dan 5,3 persen di tahun 2017, tergantung keberhasilan paket reformasi kebijakan  dan implementasi program investasi publik yang ambisius.

Beberapa negara perekonomian kecil, seperti, Laos, Mongolia dan Papua New Guinea, akan tetap terpengaruh oleh rendahnya harga komoditas dan melemahnya permintaan dari luar. Perkembangan Kamboja akan berkisar hampir di bawah 7 persen untuk kurun waktu 2016-18, akibat melemahnya harga komoditas pertanian, pembatasan ekspor garmen dan pertumbuhan yang melemah di sektor pariwisata. Di negara-negara kepulauan Pasifik, pertumbuhan juga akan melambat.

“Kawasan pembangunan Asia Timur dan Pasifik menghadapi risiko yang lebih kuat, termasuk pemulihan yang lebih lambat dari ekspektasi di negara-negara berpenghasilan tinggi dan perlambatan yang mulai lebih awal di Tiongkok. Pada saat yang sama, berbagai negara menghadapi ruang yang semakin sempit untuk mengubah kebijakan makroekonomi,” menurut Sudhir Shetty, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih lambat dari yang sudah diantisipasi akan melemahkan permintaan dan pertumbuhan di kawasan Asia Timur dan Pasifik, terutama untuk negara-negara eksportir komoditas. Laporan Bank Dunia menyerukan pentingnya pengawasan terhadap kerentanan ekonomi, terutama yang terkait dengan tingginya hutang, deflasi harga dan pertumbuhan yang melambat di Tiongkok, dan tingginya hutang sektor swasta dan rumah tangga di beberapa negara ekonomi besar. Selain itu, kawasan Asia Timur dan Pasifik harus siap menghadapi bencana alam, yang merupakan risiko besar bagi negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik. 

Laporan Bank Dunia juga mendesak pentingnya kebijakan makroekonomi yang cermat dan kelangsungan reformasi struktural. Tiongkok disarankan untuk memperkuat disiplin di sektor keuangan, seperti menyediakan alokasi kredit yang lebih berdasarkan permintaan pasar; membuka secara berangsur sektor-sektor yang didominasi oleh BUMN guna memperkuat iklim usaha; dan meneruskan refomasi sistem registrasi rumah tangga. Selain itu diingatkan pentingnya transisi pembelanjaan negara dari sektor infrastruktur ke layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial dan juga perlindungan lingkungan hidup.

  • Baca juga: Bedah RUU Perampasan Aset: Urgensi, Titik Kritis, dan Syarat Mutlak Enam Pagar Pelindung

Secara umum di seluruh kawasan Asia Timur dan Pasifik, semakin penting untuk memperhatikan kebijakan fiskal agar dapat menghadapi kemungkinan adanya guncangan. Hal tersebut akan membantu perekonomian yang telah ditopang oleh kenaikan pinjaman publik dan swasta, atau negara-negara yang permintaan luar negerinya dimotori oleh lonjakan komoditas.   

Untuk jangka waktu yang lebih lama, laporan ini mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat akuntabilitas.  Selain itu, diingatkan untuk mengurangi hambatan terhadap perdagangan regional, seperti non-tariff dan perangkat peraturan hambatan, termasuk dalam berdagang di bidang jasa. Laporan ini juga meyoroti revolusi digital, yang mana keuntungannya hanya akan dapat dimaksimalkan melalui pembentukan perangkat peraturan yang pro-kompetisi, dan dengan membantu pekerja mengadaptasi kemampuan mereka sesuai dengan permintaan dari ekonomi baru.

Tags: Bank Duni, Kawasan Asia Timur dan Pasifik, gejolak global
 
 
 
 
 
Previous Post

Asuransi Cakrawala Proteksi Ekspansi Cabang ke Cirebon

Next Post

Ini Penyebab Program Sejuta Rumah Tersendat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 05:21

BNI mempertahankan predikat tertinggi Leadership in Corporate Governance di ajang The 17th IICD Award 2026 dan meraih posisi GCG terbaik...

Operasi Senyap di Gedung BNPB: KPK Amankan Sejumlah Pihak dan Gelar Perkara Kilat

Operasi Senyap di Gedung BNPB: KPK Amankan Sejumlah Pihak dan Gelar Perkara Kilat

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:08

KPK menggelar OTT terhadap pejabat BNPB dengan pendampingan Puspom TNI di Jakarta, status hukum pihak terperiksa diumumkan dalam 1x24 jam....

Bedah RUU Perampasan Aset: Urgensi, Titik Kritis, dan Syarat Mutlak Enam Pagar Pelindung

Bedah RUU Perampasan Aset: Urgensi, Titik Kritis, dan Syarat Mutlak Enam Pagar Pelindung

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:39

Pakar hukum merumuskan enam pagar pelindung RUU Perampasan Aset guna mencegah penyalahgunaan kekuasaan aparat dalam skema sita tanpa pidana (NCBAF)....

Perkuat Budaya ‘4 No’s’: KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

Perkuat Budaya ‘4 No’s’: KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

by Sandy Romualdus
4 Oktober 2026 - 14:49

KRQA-SQC menggelar audit surveilans ISO 37001:2025 di Bandara Adi Soemarmo Solo guna memastikan penerapan prinsip anti penyuapan 4 No's. Stabilitas.id...

Tempatkan 700 Awak Kapal Pesiar: PT Ships Crew Indo Jalani Audit ISO dan Sertifikasi MLC 2006

Tempatkan 700 Awak Kapal Pesiar: PT Ships Crew Indo Jalani Audit ISO dan Sertifikasi MLC 2006

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 14:42

PT Ships Crew Indo Inc. menjalani audit ISO 9001:2015 dan MLC 2006 usai menyalurkan lebih dari 700 pelaut Indonesia ke...

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

by Sandy Romualdus
25 September 2026 - 15:29

Deputi Komisioner OJK Deden Firman Hendarsyah menegaskan prinsip human-in-the-loop dan tata kelola AI perbankan berbasis risiko pada Seminar LPPI #109....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Citi Fasilitasi Digital Cash Management & Commercial Cards Pelabuhan Tanjung Priok

Citi Fasilitasi Digital Cash Management & Commercial Cards Pelabuhan Tanjung Priok

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance