Jakarta – Bank Mandiri mempertegas komitmen pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai motor utama penggerak roda perekonomian nasional. Oleh karena itu, Bank Mandiri, melalui unit business banking, secara agresif mengucurkan kredit kepada sektor ini, dengan rata-rata kenaikan portofolio kredit sebesar sekitar 30 persen setiap tahun dalam kurun waktu 2005-2011.
Hingga akhir Desember 2011, portofolio kredit UKM Mandiri Business Banking mencapai lebih dari Rp30 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 40.000 pelaku UKM di Indonesia. Nilai itu mengalami peningkatan sebesar 33 persen dari portofolio akhir tahun 2010 senilai Rp 22,7 Triliun.
Kredit tersebut mayoritas disalurkan kepada sektor perdagangan dan pertanian masing-masing sebesar 57,75 persen dan 13,48 persen. Tercatat hampir 10.000 debitur baru berhasil diakuisisi oleh Business Banking sepanjang tahun 2011. Kualitas portofolio kredit Business Banking juga mengalami perbaikan yang terlihat dari penurunan NPL menjadi 2,46 persen pada akhir Desember 2011 dari 2,54 persen pada tahun sebelumnya.
BERITA TERKAIT
Direktur Commercial & Business Banking Sunarso mengatakan bahwa eksistensi Mandiri Business Banking ini sejalan dengan fokus bisnis Bank Mandiri di bidang retail financing serta retail payment & deposit. Dia menegaskan bahwa segmen Business Banking diharapkan akan menjadi salah satu ”engine of growth” Bank Mandiri dalam jangka panjang. Hal ini sejalan dengan jumlah pengusaha UKM di Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini.
”Sektor UKM juga terbukti telah bertahan melewati ujian krisis ekonomi pada tahun 1998 dan 2008 yang menerpa Indonesia,” ungkap Sunarso melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Melihat kinerja cemerlang Mandiri Business Banking tersebut dan pertumbuhan sektor UKM di Indonesia, Sunarso yakin pada tahun 2012 ini Mandiri Business Banking akan mampu meningkatkan portofolio kreditnya hingga mencapai Rp 40 Triliun. Bahkan di akhir transformasi Bank Mandiri pada tahun 2014 nanti, Business Banking diharapkan akan memiliki portofolio kredit sebesar Rp 73 Triliun.
Mandiri Business Banking merupakan unit khusus di Bank Mandiri yang fokus menangani sektor UKM di Indonesia. Secara umum kredit yang disalurkan oleh Mandiri Business Banking meliputi limit kredit di atas Rp 100 juta sampai dengan Rp 10 Miliar. Sedangkan untuk kredit-kredit tertentu seperti kredit program pemerintah, Mandiri Business Banking menyalurkan kredit tanpa batasan limit sepanjang dikoordinasikan dalam koperasi-koperasi.
Untuk memacu perkembangan kinerja Business Banking, Bank Mandiri mengintegrasikan strategi pengembangan Business Banking ini dengan strategi Bank Mandiri secara keseluruhan. Program – program yang berorientasi nasabah digelar dengan tujuan membangun semangat kewirausahaan di kalangan pelaku UKM dan mengedukasi seluruh nasabah UKM Bank Mandiri agar mampu mengelola usahanya dengan tata kelola yang baik dan bertanggung jawab.
Sebagai wujud komitmen Bank Mandiri kepada UKM di Indonesia, pada Rabu 1 Maret 2012 ditandatangani perjanjian kredit senilai Rp 189 Miliar kepada lebih dari 1.700 petani yang tergabung dalam Kopsa Mitra Puyang Gana, Kopsa Mitra Bintang Moga, Kopsa Mitra Cipta Sejahtera, dan Kopsa Reantakam yang merupakan koperasi binaan Sinar Mas Group. Penyaluran kredit ini akan digunakan untuk pembiayaan kebun kelapa sawit seluas 3.422 hektar.
Tidak hanya pembiayaan, pengembangan bisnis di segmen UKM oleh Mandiri Business Banking juga menyediakan layanan yang cepat dan mudah kepada para pelaku UKM. Kemudahan layanan tersebut dapat dirasakan di 184 kantor layanan UKM terdiri dari 34 Business Banking Center, 70 Business Banking Floor, dan 80 Business Banking Desk sampai dengan akhir tahun 2011.
Kemudahan akses terhadap layanan UKM tersebut akan diperluas lagi dengan penambahan jaringan kantor layanan UKM menjadi sejumlah 214 kantor yang terdiri dari 41 Business Banking Center, 80 Business Banking Floor, dan 93 Business Banking Desk, dan optimalisasi kantor Cabang Bank Mandiri melalui penerapan melalui konsep Sales Point agar dapat menjangkau pelaku UKM yang lebih luas tersebar di seluruh Indonesia.
Selain penambahan jaringan, Mandiri Business Banking juga meningkatkan kualitas SDM yang menangani UKM secara berkesinambungan serta memperbaiki sistem dan proses bisnis secara terus menerus. ”Kami ingin setiap nasabah dapat merasakan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses seluruh layanan Business Banking, ” kata Sunarso.
Sunarso menegaskan bahwa dalam 5 (lima) tahun ke depan, Bank Mandiri bertekad untuk menguasai 10 – 12 persen market share di segmen UKM serta menjadi pelayan utama dari segi transaction banking untuk segmen UKM.
















