Jakarta– Bank Mandiri menyalurkan pinjaman non tunai (NCL) sebesar US$100 juta bagi PT Nusantara Regas, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, untuk membantu pembiayaan pembangunan dan pengoperasian LNG Receiving Terminal dengan teknologi Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) atau fasilitas terminal penampung terapung di daerah Jawa Bagian Barat.
Perjanjian kredit ditandatangani oleh Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok dan Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya di Plaza Mandiri, Rabu (21/3).
Rencananya, pinjaman tersebut akan digunakan PT Nusantara Regas untuk menunjang kegiatan usaha yang ditujukan guna memasok kebutuhan gas domestik khususnya bagi pembangkit listrik milik PLN, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok. Sedangkan masa pinjaman adalah 1 tahun dan dapat diperpanjang.
BERITA TERKAIT
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengatakan kerjasama ini merupakan bentuk dukungan perseroan pada sektor hilir dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar gas industri manufaktur nasional.
“Kami menyadari keberadaan FSRU (Floating Storage & Regasification Unit) sangat penting guna mengatasi permasalahan keterbatasan pasokan gas di pusat-pusat industri, akibat jauhnya jarak ke sumber gas alam. Untuk itu ke depan kami berharap dapat meningkatkan dukungan kami di bisnis ini,” jelas Fransisca.
Sementara Direktur Utama PT Nusantara Regas Hendra Jaya mengatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan Bank Mandiri pada LNG receiving terminal dengan teknologi FSRU tersebut. “Tentunya, pemberian fasilitas kredit ini dapat kami manfaatkan untuk kepentingan pengembangan bisnis perusahaan sesuai dengan rencana jangka panjang kami,” ujar Hendra Jaya.

















