RUPSLB Bank Raya 2026 menyetujui pengangkatan Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis di tengah pencapaian laba bersih semester I sebesar Rp12,01 miliar.
Stabilitas.id – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menyetujui perombakan susunan pengurus perseroan pada Rabu (7/10/2026).
Bank digital bagian dari BRI Group ini resmi mengangkat Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis baru menggantikan Kicky Andrie Davetra yang menerima penugasan baru di lingkungan induk usaha. Selain itu, pemegang saham menyetujui pengangkatan Tatang Yuliono sebagai Komisaris.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemegang saham terhadap arah strategis bank.
BERITA TERKAIT
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para Pemegang Saham atas dukungan dan persetujuannya terhadap seluruh agenda yang diajukan pada RUPSLB 2026 ini,” ujar Bagus dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).
Bagus menegaskan bahwa penyegaran manajemen ini bertujuan untuk memacu akselerasi bisnis dan memperkuat tata kelola perseroan.
“Penyesuaian Pengurus ini diharapkan akan semakin memperkuat kinerja Perseroan dalam menjawab berbagai tantangan ke depan yang akan dihadapi oleh Bank Raya,” lanjut Bagus.
Pengangkatan anggota direksi dan dewan komisaris baru tersebut akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi Bank Raya hasil RUPSLB 2026:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Muhamad Sidik Heruwibowo
- Komisaris Independen: Johanes Kuntjoro Adi S.
- Komisaris Independen: Retno Wahyuni Wijayanti
- Komisaris Independen: Farid Rahman
- Komisaris: Tatang Yuliono
Direksi
- Direktur Utama: Ida Bagus Ketut Subagia
- Direktur Keuangan: Rustarti Suri Pertiwi
- Direktur Digital & Operasional: Lukman Hakim
- Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan SDM: Danar Widyantoro
- Direktur Bisnis: Hari Basuki
Perubahan kepengurusan ini berlangsung di tengah tren kinerja keuangan yang ekspansif. Sepanjang semester I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp12,01 miliar. Kinerja laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit digital yang mencapai Rp16,46 triliun atau melesat 22,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan baki debet (outstanding) mencapai Rp3,17 triliun (tumbuh 21,2 persen yoy).
Di sisi liabilitas, penghimpunan simpanan digital (Digital Saving) melonjak 66,4 persen yoy mencapai Rp2,47 triliun. Peningkatan ini berjalan seiring dengan lonjakan volume transaksi pada Aplikasi Raya yang tumbuh 41,2 persen hingga menembus 3 juta transaksi.

















