Stabilitas.id — PT Bank Raya Indonesia Tbk. (IDX: AGRO) kian agresif memantapkan posisinya sebagai ujung tombak penetrasi pasar digital ritel di bawah naungan induk usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI Group). Bank digital ini fokus mempertebal keunggulan kompetitifnya melalui ekspansi ekosistem, penambahan fitur canggih, serta pemolesan pengalaman nasabah (customer experience).
Guna mempertahankan relevansi di tengah ketatnya kompetisi industri bank digital, emiten bersandi saham AGRO ini mengandalkan formula pertumbuhan berbasis pemanfaatan data (data-driven) serta pendekatan yang berpusat pada konsumen (customer-focused approach).
Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra menjelaskan, kelincahan (agility) dan fleksibilitas dalam membaca pergeseran gaya hidup masyarakat merupakan modal utama perseroan untuk menelurkan solusi keuangan yang tepat sasaran di dalam Aplikasi Raya.
BERITA TERKAIT
“Inovasi teknologi perbankan yang kami kembangkan diarahkan secara presisi untuk memberikan kemudahan bertransaksi harian sekaligus memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Kami berkomitmen menghadirkan ekosistem keuangan digital yang aman, andal, dan terintegrasi penuh dengan jaringan BRI Group,” ujar Kicky dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (26/5/2026).
100 Fitur & 1 Juta Nasabah Aktif
Hingga rekam data per akhir Desember 2025, Aplikasi Raya dilaporkan telah membenamkan lebih dari 100 fitur operasional yang digunakan secara aktif oleh lebih dari 1 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Manajemen Bank Raya merinci empat klaster fitur asisten keuangan unggulan yang menjadi motor pertumbuhan dana murah (CASA) perseroan:
-
Saku Bisnis: Modul mikro yang didesain khusus untuk membantu pelaku UMKM memisahkan pos keuangan pribadi dengan arus kas operasional usaha.
-
Uang Saku: Fitur kendali orang tua (parental control) untuk mengatur jatah pengeluaran keuangan, transfer uang jajan, serta memantau transaksi anak secara real-time.
-
Saku Bareng: Layanan tabungan kolektif digital yang menyasar ceruk pasar komunitas, arisan, maupun perencanaan liburan bersama.
-
Kartu Digital Debit Visa: Membuka gerbang transaksi bagi nasabah untuk melakukan belanja daring (e-commerce) baik di pasar domestik maupun internasional.
Kicky membocorkan bahwa dalam waktu dekat, Bank Raya bersiap merilis fitur inovatif baru yang memungkinkan nasabah melakukan pengelolaan portofolio keuangan secara otomatis yang dikoneksikan langsung dengan penyaluran hobi produktif mereka.
Modernisasi Layanan
Selain jorjoran menambah fitur di sisi depan (front-end), anak usaha BRI ini melakukan modernisasi pada arsitektur layanan pelanggan (customer service) hulu-hilir. Bank Raya resmi mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam sistem contact center bertajuk Sapa Raya. Langkah ini sukses memangkas waktu tunggu antrean aduan nasabah secara drastis serta menyederhanakan proses pembukaan rekening (e-KYC) baru dalam hitungan menit tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudent banking).
Kerja keras perseroan dalam memoles layanan siber ini sukses membuahkan pengakuan industri. Bank Raya membawa pulang dua penghargaan bergengsi berskala nasional pada awal tahun anggaran ini, yaitu peringkat The Best Bank in Customer Experience 2026 pada ajang BankCX Tracker 2026, serta piala Digital Innovation Award 2026 untuk kategori Digital Innovation in Creative Industries.
Ke depan, dengan memanfaatkan ekosistem raksasa BRI Group—termasuk jaringan AgenBRILink yang tersebar hingga ke pelosok desa—Bank Raya optimistis mampu mengakselerasi inklusi keuangan digital dan memperluas ceruk pasar industri kreatif nasional secara berkelanjutan. ***

















