Jakarta – PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) secara resmi diluncurkan pada hari Rabu, 5 November 2014 di Jakarta. BCA Life akan beroperasi di bawah anak usaha BCA, yakni BCA Sekuritas yang memiliki mayoritas saham 99,9% saham dan sisanya dimiliki oleh BCA Insurance.
Presiden Direktur BCA Life Christine Setyabudhi mengatakan, dalam 5 tahun kedepan, aset BCA Life ditargetkan mencapai sekitar 3 trilyun dengan 700 ribu nasabah. Kerjasama awal BCA Life sudah mulai berjalan dengan BCA Finance untuk produk Credit Protection Prima yang merupakan asuransi jiwa bagi kredit pemilikan mobil nasabah BCA Finance.
“Tahun 2015, kami akan meluncurkan produk asuransi jiwa kredit kepemilikan rumah, asuransi plus tabungan juga produk unit link. BCA Life akan memasarkan produk-produk asuransinya melalui cabang-cabang BCA dan jaringan anak usaha BCA,” ungkap Christine di sela lanching BCA Life di Jakarta, Rabu (5/11).
BERITA TERKAIT
BCA Life mendapatkan izin pendirian dan operasional dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 14 Juli 2014 berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: Kep-91/D.05/2014 Tentang Pemberian Izin Usaha di Bidang Asuransi Jiwa kepada PT Asuransi Jiwa BCA dengan modal dasar Rp400 milyar.
Christine menjelaskan, BCA Life hadir untuk melengkapi kebutuhan masyarakat Indonesia akan kebutuhan asuransi yang semakin beragam. “Kami akan fokus untuk menawarkan produk asuransi yang berjenis proteksi, asuransi plus tabungan dan asuransi plus investasi baik secara langsung ataupun tidak langsung kepada nasabah-nasabah BCA dan BCA Group yang belum memiliki asuransi dan yang ingin menambah portofolio asuransi bagi diri dan keluarganya. Produk-produk BCA Life ini akan dipasarkan melalui seluruh kantor cabang BCA dan BCA Group di seluruh Indonesia.” jelas Christine.
Penetrasi asuransi jiwa yang masih rendah apabila dibandingkan populasi masyarakat Indonesia merupakan tantangan sekaligus peluang bagi BCA Life. “Menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Mei 2013, dari total penduduk Indonesia sebanyak 240 juta jiwa, hanya sekitar 43,7 juta orang atau sekitar 18% penduduk Indonesia yang memiliki perlindungan asuransi jiwa. Rendahnya penetrasi asuransi jiwa ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman akan pentingnya berasuransi. Kondisi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi BCA Life mengingat pasar yang masih sangat luas.” lanjut Christine.
Pemegang saham telah menunjuk jajaran direksi dan komisaris BCA Life untuk menjalankan operasional perusahaan, yakni: Lianawaty Suwono – Presiden Komisaris, Herwandi Kuswanto – Komisaris, Teguh Wiyono – Komisaris Independen, Pudjianto – Komisaris Independen, Christine Setyabudhi – Presiden Direktur & CEO, Rio Winardi – Direktur Keuangan, Andy Untono – Direktur Pengembangan Bisnis.





.jpg)










