Stabilitas.id – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membuat terobosan baru dalam memanjakan para pemegang sahamnya di fajar kepemimpinan anyar. Emiten bank swasta dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa domestik ini bersiap mencairkan dividen interim termin pertama tahun buku 2026 sebesar Rp20 per lembar saham pada 26 Juni mendatang.
Langkah korporasi ini tergolong agresif lantaran mulai merealisasikan pembagian dividen interim lebih awal pada kuartal II/2026. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan soliditas kinerja bisnis dan fundamental keuangan perseroan sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong memaparkan, eksekusi dividen interim kuartalan ini telah memperhitungkan posisi permodalan yang solid, kecukupan likuiditas yang memadai, strategi ekspansi entitas anak, hingga kualitas aset (asset quality) yang berada dalam perimeter aman.
BERITA TERKAIT
“Kami berterima kasih atas kepercayaan segenap pemegang saham, sehingga perseroan mampu membukukan kinerja positif hingga tiga bulan pertama tahun 2026. Skema ini menjadi terobosan baru bagi perseroan dan diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham,” jelas Hendra Lembong dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (10/6/2026).
Menariknya, rencana pemompaan likuiditas ke kantong investor ini diproyeksikan tidak hanya berhenti di termin pertama. Apabila kondisi keuangan perusahaan terus menunjukkan tren positif, Direksi BCA dengan persetujuan Dewan Komisaris berpeluang membagikan dividen interim sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026 dengan nominal serupa, yang dijadwalkan secara berkala per kuartal.
Rencana pembagian dividen interim kuartalan tersebut sebelumnya telah diinformasikan kepada publik saat gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026 lalu, yang juga menjadi momentum tonggak estafet suksesi kepemimpinan tertinggi perseroan.
Kantongi Laba Bersih Rp14,7 Triliun
Aksi tebar dividen berkala ini disokong penuh oleh tebalnya profitabilitas konsolidasi. Sepanjang triwulan I/2026, BCA dan entitas anak sukses membukukan total laba bersih mencapai Rp14,7 triliun.
Pada fungsi intermediasi, total penyaluran kredit BCA tumbuh 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga menyentuh angka nominal Rp994 triliun per Maret 2026. Laju kredit tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang kokoh, di mana saldo dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) berupa giro dan tabungan meroket 11,2% yoy ke level Rp1.089 triliun.
Hendra Lembong menegaskan, pencairan dividen interim termin pertama kuartal II/2026 ini nantinya akan diperhitungkan secara langsung dengan besaran komponen dividen final tahun buku 2026, yang mekanismenya akan dimintakan persetujuan dalam RUPST pada tahun 2027 mendatang.
Jadwal Lengkap Lini Masa Dividen BBCA
Guna memberikan kepastian hak bagi para investor pasar modal, berikut adalah jadwal resmi agenda pembagian dividen interim BBCA:
-
Pengumuman Resmi di BEI & Web: 5 Juni 2026
-
Batas Akhir Perdagangan Saham dengan Hak Dividen (Cum Dividend):
-
Pasar Reguler & Pasar Negosiasi: 15 Juni 2026
-
Pasar Tunai: 18 Juni 2026
-
-
Awal Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen (Ex Dividend):
-
Pasar Reguler & Pasar Negosiasi: 17 Juni 2026
-
Pasar Tunai: 19 Juni 2026
-
-
Tanggal Pencatatan Pemegang Saham yang Berhak (Recording Date): 18 Juni 2026
-
Tanggal Eksekusi Pembayaran Dividen Interim: 26 Juni 2026
***

















