• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

Beban Utang PMMP Tembus Rp2,88 Triliun, Emiten Eksportir Udang Ini Pacu Restrukturisasi

oleh Sandy Romualdus
7 Juli 2026 - 15:50
25
Dilihat
Beban Utang PMMP Tembus Rp2,88 Triliun, Emiten Eksportir Udang Ini Pacu Restrukturisasi
0
Bagikan
25
Dilihat

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) mencatatkan total utang mencapai Rp2,88 triliun per Mei 2026. Perseroan kini fokus melakukan restrukturisasi utang dan efisiensi operasional.

Stabilitas.id – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten yang bergerak di sektor pengolahan dan ekspor udang, tengah menjadi sorotan pasar modal. Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh tokoh muda nasional Kaesang Pangarep ini mencatatkan saldo kewajiban keuangan dalam jumlah yang cukup signifikan.

  • Baca juga: Dorong Ekspansi Kredit dan Perbaikan Aset, BRI Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Modal

Hingga periode yang berakhir pada 31 Mei 2026, PMMP tercatat memiliki keterikatan pinjaman berjalan kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta lima institusi perbankan nasional maupun asing.

Secara rinci, saldo utang bank perseroan per akhir Mei 2026 terdiri dari kombinasi mata uang ganda, yakni sebesar Rp6.328.297.977 ditambah 160.128.549 dolar AS. Jika seluruh kewajiban valuta asing tersebut dikonversikan menggunakan acuan kurs rupiah pada Selasa (7/7/2026) sebesar Rp17.909 per dolar AS, maka total kewajiban finansial PMMP berada di kisaran Rp2.874.070.482.108 atau setara dengan Rp2,88 triliun.

BERITA TERKAIT

Dorong Ekspansi Kredit dan Perbaikan Aset, BRI Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Modal

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Masuk Roadmap Tahun Ke-4, Danantara Bakal Go Public-kan Deretan BUMN Raksasa

Dukung Modal Kerja, Hartadinata (HRTA) Perpanjang Kredit Rp 2,175 Triliun dari Bank Mandiri

Daftar Rincian Utang PMMP 

Akumulasi utang triliunan rupiah tersebut tersebar di sejumlah kreditur institusional domestik dan internasional. Berikut adalah peta sebaran kewajiban finansial PMMP berdasarkan data resmi keterbukaan informasi perusahaan:

Nama Kreditur / Lembaga Keuangan Saldo Utang (Mata Uang Rupiah) Saldo Utang (Mata Uang Dolar AS)
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) –

30.711.886 dolar AS

Bank Permata

Rp5.493.424.825

53.116.534 dolar AS

Bank SMBC Indonesia –

40.292.580 dolar AS

Bank Central Asia (BCA)

Rp834.873.152

40.292.580 dolar AS

  • Baca juga: Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta
Bank Maspion Indonesia –

7.211.743 dolar AS

Bank Resona Perdania –

5.992.813 dolar AS

Strategi Penyehatan Modal dan Efisiensi Karyawan

Merespons tekanan beban finansial tersebut, manajemen PMMP menegaskan tidak tinggal diam dan terus menggulirkan program restrukturisasi secara gradual. Direktur PMMP, Martinus Soesilo, menyampaikan bahwa selama proses restrukturisasi berjalan, perseroan telah berhasil mengeksekusi pelunasan sebagian utang bank senilai 29.643.536 dolar AS serta Rp153.563.461.605.

Sebagai langkah lanjutan demi memperbaiki struktur permodalan agar kembali ke zona positif, emiten berkode saham PMMP ini telah menyiapkan sejumlah aksi korporasi strategis.

“Upaya Perseroan untuk memperbaiki struktur permodalan kembali positif yakni dengan right issue, serta meng-convert sebagian hutang usaha menjadi saham (MTN),” tulis Martinus dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (7/7).

Di sisi operasional harian, kondisi keuangan ini berdampak langsung pada perampingan jumlah tenaga kerja korporasi. Sejak tahun 2024 hingga pertengahan 2026, PMMP terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 37 orang staf dan 79 orang pekerja harian, sementara 82 orang staf lainnya memilih mengundurkan diri. Martinus mengonfirmasi bahwa kebijakan PHK tersebut murni diambil akibat adanya tren penurunan kapasitas produksi pabrik.

Profil Bisnis dan Rekam Jejak Investasi Kaesang

Didirikan sejak tahun 2004 dan berpusat di Surabaya, Jawa Timur, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk dikenal sebagai salah satu pemain utama pengolah sekaligus eksportir udang beku asal Indonesia dengan fasilitas pabrik yang beroperasi di Situbondo dan Tarakan. Komoditas pangan hasil laut milik perseroan dipasarkan secara masif ke pasar global, melingkupi wilayah Amerika Serikat, Jepang, hingga Eropa di bawah payung merek dagang Leader dan Ebinoya.

Masuknya nama Kaesang Pangarep—yang juga merupakan putra bungsu mantan Presiden RI Joko Widodo sekaligus Ketua Umum PSI—ke dalam struktur pemegang saham dimulai pada November 2021.

  • Baca juga: Masuk Roadmap Tahun Ke-4, Danantara Bakal Go Public-kan Deretan BUMN Raksasa

Melalui perusahaan kuliner dan investasinya, PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat), Kaesang mengeksekusi akuisisi strategis dengan membeli 188.240.000 lembar saham PMMP. Transaksi portofolio langsung tersebut dilakukan pada tingkat harga Rp490 per saham, dengan total nilai investasi saat itu mencapai Rp92,2 minal atau setara dengan porsi kepemilikan sebesar 8% dari keseluruhan saham perusahaan. ***

Tags: BEIEksportir UdangKaesang PangarepKinerja KeuanganPanca Mitra MultiperdanaPMMPRestrukturisasi UtangRights IssueUtang PMMP
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Hingga Mei 2026, Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 Triliun dan Kelola 153 Ton Emas

Selanjutnya

Ekonomi Global Divergen, OJK Sebut Stabilitas Sektor Keuangan Juni 2026 Tetap Kokoh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

IHSG Uji Support 6.580 & Rupiah Stabil: Analisis Lengkap Pasar Keuangan 7 September 2026

oleh Sandy Romualdus
7 September 2026 - 07:28

Analisis pasar keuangan 7 September 2026: IHSG uji support 6.580, Rupiah di kisaran Rp 17.608/USD, emas Antam stabil di Rp...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

oleh Sandy Romualdus
5 September 2026 - 10:05

Simak analisis mendalam pasar keuangan 5 September 2026. Ulasan teknikal IHSG, penguatan Rupiah ke Rp 17.608/USD, lonjakan harga emas Antam...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 22:07

JPMorgan memproyeksikan IHSG mencapai level 7.000 pada akhir 2026. Resiliensi kinerja emiten dan disiplin batas defisit APBN 3% dinilai menjadi...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:52

Dapatkan analisis pasar mendalam hari ini. Pantau arah pergerakan IHSG, nilai tukar Rupiah, harga emas Antam, harga minyak dunia, dan...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:29

Ada risiko pasar dan strategi portofolio pasca-lonjakan inflasi Agustus 2026, kontraksi PMI manufaktur, serta prospek resiliensi sektor perbankan vs sektor...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Tembus Rp50,63 Triliun

Dorong Ekspansi Kredit dan Perbaikan Aset, BRI Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Modal

Pacu Volume Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

Melek Finansial Sejak Dini, BRI Bekali Anak Muda dengan Tiga Mindset Penting

Hery Gunardi Tegaskan Serikat Pekerja Jadi Mitra Strategis Jaga Daya Saing BRI

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

Abu Vulkanik Ancam Penerbangan dan Usaha, AAUI Beberkan Cakupan Polis Asuransi Dampak Erupsi

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Jumlah Investor Kripto Meledak, Otoritas Jasa Keuangan Perketat Sabuk Regulasi Digital

Ekonomi Global Divergen, OJK Sebut Stabilitas Sektor Keuangan Juni 2026 Tetap Kokoh

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance