• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Info Otoritas

BI Tahan BI-Rate di 5,50% untuk Jaga Stabilitas dan Topang Pertumbuhan

oleh Sandy Romualdus
18 Juni 2025 - 16:53
36
Dilihat
BI Tahan BI-Rate di 5,50% untuk Jaga Stabilitas dan Topang Pertumbuhan
0
Bagikan
36
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 5,50%, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17–18 Juni 2025. Suku bunga Deposit Facility tetap di 4,75% dan Lending Facility di 6,25%.

Keputusan ini sejalan dengan tetap terkendalinya inflasi dalam kisaran target 2,5±1% pada 2025–2026, kestabilan nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global, serta perlunya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (18/6), BI menyatakan akan terus mencermati ruang pelonggaran suku bunga, seiring upaya mendorong pertumbuhan tanpa mengorbankan stabilitas harga dan nilai tukar. Di sisi lain, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan mendukung pertumbuhan berkelanjutan, terutama melalui perluasan kredit, penguatan pengelolaan likuiditas perbankan, serta perluasan digitalisasi sistem pembayaran.

BERITA TERKAIT

Stabilisasi Nilai Tukar dan Penguatan Operasi Moneter

Untuk menjaga kestabilan Rupiah, BI melanjutkan intervensi di pasar valuta asing, termasuk melalui instrumen spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan NDF di pasar luar negeri. BI juga terus melakukan pembelian SBN di pasar sekunder guna menjaga likuiditas.

Operasi moneter pro-pasar turut diperkuat untuk mendukung transmisi penurunan suku bunga, menarik aliran modal asing, dan memperdalam pasar uang. Ini dilakukan dengan mengelola struktur suku bunga instrumen moneter dan swap valas, serta mengoptimalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), SVBI, dan SUVBI. Sampai 16 Juni 2025, outstanding SRBI tercatat Rp811,11 triliun.

Digitalisasi Pembayaran dan Kebijakan Akomodatif Berlanjut

BI terus mendorong perluasan akseptasi pembayaran digital, termasuk melalui QRIS antarnegara dengan Jepang dan Tiongkok. Untuk menjaga efisiensi sistem pembayaran, kebijakan tarif SKNBI diperpanjang hingga akhir 2025, dengan tarif tetap Rp1 dari BI ke bank dan maksimal Rp2.900 dari bank ke nasabah.

Kebijakan batas minimum pembayaran kartu kredit juga diperpanjang, dengan minimum pembayaran 5% dari tagihan dan denda keterlambatan maksimum 1% atau Rp100.000.

Ketidakpastian Global Tetap Tinggi, Prospek Ekonomi Dunia Masih Terjaga

Meskipun tekanan ekonomi global sedikit mereda, ketidakpastian tetap tinggi akibat negosiasi tarif AS dan tensi geopolitik di Timur Tengah. Dampak kebijakan tarif AS mulai menekan ekspor global dan memperlambat pertumbuhan di negara-negara maju. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun ini tetap di kisaran 3,0%.

Di sisi lain, tekanan inflasi AS mulai menurun, memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed. Aliran modal global mulai berpindah ke emerging markets, turut menopang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Ekonomi Indonesia Prospektif, Didukung Konsumsi dan Insentif Fiskal

Aktivitas ekonomi domestik triwulan II-2025 menunjukkan kinerja ekspor nonmigas yang membaik karena percepatan pengiriman ke AS. Sementara itu, konsumsi rumah tangga dan investasi perlu diperkuat untuk menopang pertumbuhan.

Pemerintah mendukung pemulihan melalui pemberian gaji ke-13 ASN, subsidi transportasi, dan penebalan bansos. Sementara BI menempuh pelonggaran moneter serta peningkatan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), yang hingga pertengahan Juni mencapai Rp372 triliun.

Dengan langkah tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 berada pada kisaran 4,6–5,4%.

Neraca Pembayaran dan Rupiah Tetap Solid

Neraca Pembayaran Indonesia tetap terjaga, ditopang oleh surplus perdagangan dan masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik. Sampai 16 Juni 2025, net inflow SBN tercatat USD1,7 miliar, sementara cadangan devisa pada akhir Mei berada di USD152,5 miliar.

Nilai tukar Rupiah stabil dan menguat tipis 0,06% month-to-date, ditopang intervensi BI dan peningkatan konversi devisa hasil ekspor (DHE SDA) oleh korporasi. Ke depan, stabilitas nilai tukar diperkirakan tetap terjaga, didukung prospek pertumbuhan ekonomi dan imbal hasil domestik yang kompetitif.

Inflasi Terkendali, Ruang Pelonggaran Terbuka

Inflasi IHK Mei 2025 tercatat sebesar 1,60% (yoy), sementara inflasi inti berada di 2,40% (yoy). Volatile food mencatat deflasi 1,17%, menunjukkan pasokan yang cukup. Inflasi administered prices sedikit meningkat ke 1,36%, dipengaruhi tarif air dan rokok.

BI meyakini inflasi tetap dalam sasaran hingga akhir 2026, didukung ekspektasi inflasi yang terjaga dan koordinasi pengendalian harga pangan melalui TPID dan GNPIP.

Transmisi Suku Bunga Berjalan, Likuiditas Terjaga

Pasca penurunan BI-Rate pada Mei lalu, suku bunga pasar uang mulai turun. Suku bunga INDONIA per 17 Juni 2025 turun ke 5,34%, dan imbal hasil SBN tenor 10 tahun menurun dari 6,84% ke 6,71%.

Suku bunga kredit perbankan juga mulai bergerak turun secara bertahap. BI mencatat suku bunga kredit turun menjadi 9,18% pada Mei 2025, dan BI terus mendorong percepatan penurunan ini guna meningkatkan penyaluran kredit.

Kredit Tumbuh Moderat, Insentif KLM Dioptimalkan

Kredit perbankan tumbuh 8,43% (yoy) pada Mei 2025, sedikit melambat dibanding bulan sebelumnya. Kredit investasi dan konsumsi mencatat pertumbuhan masing-masing 13,74% dan 8,82%, sementara kredit UMKM tumbuh relatif rendah di 2,17% (yoy).

Dengan stimulus likuiditas KLM dan bauran kebijakan yang akomodatif, BI memproyeksikan kredit perbankan akan tumbuh di kisaran 8–11% sepanjang 2025.

Perbankan Solid, Digitalisasi Sistem Pembayaran Terus Meningkat

Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan mencapai 25,41%, dan rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di 2,24% (bruto).

Sementara itu, transaksi digital terus mencetak pertumbuhan tinggi. Volume transaksi QRIS melonjak 151,70% (yoy), dan BI-FAST tumbuh 45,45%, mencerminkan meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital nasional. ***

Tags: BI Tahan BI-RateJaga StabilitasTopang Pertumbuhan
 
 
 
 
Sebelumnya

Lebih Cepat, Guru Kini Terima Tunjangan Langsung dari APBN

Selanjutnya

Rizal Calvary Marimbo, dari Ruang Redaksi ke Jantung Pembangkitan PLN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 19:31

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi pasar yang melibatkan pegiat media sosial. Otoritas resmi...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Fokus Perkuat Rupiah dan Akselerasi Kredit Sektor Riil

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Fokus Perkuat Rupiah dan Akselerasi Kredit Sektor Riil

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 16:57

Stabilitas.id – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%. Keputusan...

OJK Tetapkan Tiga Kebijakan Prioritas 2026, Jaga Ketahanan Sektor Jasa Keuangan

Economic Outlook 2026: OJK Perkuat Ketahanan Finansial dan Dorong Ekosistem Bullion

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:07

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan arah kebijakan tahun 2026 yang bertumpu pada tiga pilar utama guna membentengi...

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 10:47

Stabilitas.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kamadana yang berlokasi di Kintamani,...

Kredit Tumbuh, Likuiditas Terjaga: OJK Ungkap Proyeksi Perbankan 2025

OJK Bidik Praktik Jual Beli Rekening, Nasabah Terancam Masuk Daftar Hitam Perbankan

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 16:09

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap fenomena jual beli rekening bank yang marak terjadi di platform media...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Rizal Calvary Marimbo, dari Ruang Redaksi ke Jantung Pembangkitan PLN

Rizal Calvary Marimbo, dari Ruang Redaksi ke Jantung Pembangkitan PLN

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance