Jakarta – PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) hari ini melakukan pengundian hadiah utama (grand prize) program ‘Biingkisan Beruntun‘ 2011 berupa uang tunai maksimum sebesar total Rp1,25 miliar. Pengundian grand prize tersebut mengakhiri rangkaian program ’Biingkisan Beruntun’ 2011.
Program ’Biingkisan Beruntun 2011’ yang mengusung tema ’Sekali Nabung, Hadiahnya Beruntun’ diselenggarakan dari 25 Juli 2011 hingga 28 Februari 2012 dengan menawarkan program hadiah Lucky Draw, Direct Gift, dan Bonus Biingkisan. Lucky Draw menyediakan grand prize berupa uang tunai maksimum sebesar Rp1,25 miliar dan hadiah bulanan berupa total 70 pemenang uang tunai @ maksimum Rp100 juta dan 700 pemenang emas @ 5 gram.
Sementara Direct Gift adalah hadiah langsung pengendapan dana, baik berupa hadiah barang atau cash reward, kepada nasabah yang melakukan pembukaan rekening atau top up dana dengan mempertahankan dana baru (fresh fund) minimum Rp25 juta selama minimum 90 atau 180 hari. Dan Bonus Biingkisan memberikan emas @ 10 gram bagi 20 rekening setiap bulan dengan peningkatan poin undian tertinggi dibanding bulan sebelumnya.
BERITA TERKAIT
Bonus Biingkisan merupakan program hadiah baru, yang membedakan dari ’Biingkisan Beruntun’ tahun-tahun sebelumnya. “Kami mengapresiasi nasabah yang telah mensukseskan program ini,“ kata Stephen Liestyo dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (28/3/2012).
Dia melanjutkan, BII tetap akan melanjutkan program ini dengan pilihan hadiah yang lebih menarik, memperhatikan respons dan masukan yang sangat positif dari nasabah dari program sebelumnya.
Menurut Stephen, program ’Biingkisan Beruntun’, yang telah memasuki tahun ketiga, merupakan program apresiasi bagi nasabah setia serta untuk memperoleh nasabah baru. Program ini juga menjadi bagian dari upaya BII dalam meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) khususnya tabungan.
Seiring dengan berlangsungnya Program ’Biingkisan Beruntun 2011’ (25 Juli 2011 hingga 28 Februari 2012), tabungan naik sebesar 28% dan memberi kontribusi bagi meningkatnya dana simpanan nasabah sebesar 17% menjadi Rp70,3 triliun per 31 Desember 2011 dari Rp59,9 triliun per 31 Desember 2010.

















