Jakrta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) meluncurkan produk tabungan baru bertajuk Tabungan BRI BritAma Rencana. Tabungan yang di-bundling dengan asuransi jiwa tersebut diharapkan dapat menambah dana pihak ketiga (DPK)kelolaan bank sebesar Rp 200 miliar sampai akhir tahun.
Dalam peluncuran produk di Hotel Indonesia Kempinsiki, Jakarta, Kepala Divisi Dana Jasa BRI Widodo Januarso menjelaskan, tabungan ini akan semakin menambah DPK bank tahun depan. Potensinya mencapai Rp 750 miliar tambahan DPK.
BERITA TERKAIT
"Keunggulan produk ini 3M: memudahkan, menguntungkan, dan memastikan rencana Anda pasti nyata. Memudahkan, dia simpel, bisa fleksibel untuk nasabah mau berapa besarnya. Umurnya bebas, antara 17-64. Kalau urusan insurancenya, underlying process sangat simpel," tutur Widodo ketika menjelaskan pada wartawan kemarin.
Manfaat asuransi jiwa di tabungan ini diberikan oleh BRIngin Life, anak usaha BRI di bidang asuransi. Premi yang dipotong dari tabungan diperkirakan 7,5% dari tabungan. Jadi, ketika setoran awal minimal Rp 100 ribu, maka premi Rp 7.500.
Widodo menjelaskan, tabungan dapat digunakan untuk tujuan-tujuan seperti berlibur, biaya menikah, biaya membeli rumah, tabungan hari tua, dan sebagainya. Jangka waktu tabungan berencana bisa dipilih sendiri oleh nasabah, yakni antara satu sampai 20 tahun.
Adapun suku bunga yang diberikan ialah 100 basis poin di bawah suku bunga deposito. Jika menggunakan bunga deposito Lembaga Penjamin yang 5,5%, suku bunga tabungan yang ditawarkan adalah 4,5%. Suku bunga tersebut tergolong tinggi dibanding tabungan BritAma biasa yang bunganya bergerak di kisaran 2,75%.
Nasabah BritAma Rencana tidak memperoleh kartu ATM. Namun, nasabah boleh menarik tabungannya dengan nilai maksimal 15% dari total simpanan. Widodo menjelaskan, akan ada biaya jika tabungan ditarik di tengah komitmen. Namun, ia tak menyebutkan berapa biaya tersebut.
Sekertaris Perusahaan BRI Muhamad Ali menambahkan, tabungan BritAma Rencana diluncurkan dengan dasar pertimbangan tren di dunia perbankan, di mana beberapa program investasi jangka panjang mulai marak. Produk ini sendiri menyasar nasabah BRI di perkotaan walaupun tidak tertutup untuk nasabah BRI di seluruh wilayah di Indonesia.
Sampai dengan akhir triwulan II-2012, DPK BRI telah mencapai Rp 375 triliun, tumbuh 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dana tersebut terdiri dari Rp 74,5 triliun giro, Rp 155,7 triliun tabungan, dan dalam bentuk deposito Rp 140,9 triliun.
















