Guna memenuhi keterbukaan informasi kepada publik, Bank BTN mengumumkan kinerja pertengahan tahunan. Direktur Utama Bank BTN Iqbal Lantarno mengakui bahwa pihaknya tetap berupaya menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia.
Upaya ini didukung rencana bisnis di 2011 dengan tetap menjadikan pembiayaan perumahan sebagai bisnis utama perseroan. Berdasarkan data per 30 Juni 2011 komposisi kredit perseroan terbesar masih ada di pembiayaan perumahan dengan porsi 89,5 persen dan sisanya 10,5 persen mendukung industri di luar sektor perumahan. Bank BTN pun sejauh ini masih menguasai pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan share 26 persen. Porsi tersebut menempatkan Bank BTN masuk dalam kelompok 10 besar bank di Indonesia baik menurut besaran kredit,asset maupun Dana Pihak Ketiga.
Sejauh ini kredit perumahan yang jadi core business dari Bank BTN antara lain Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang mencapai 58 persen dari total KPR yang disalurkan perseroan dan KPR non subsidi dengan porsi mencapai 42 persen. Di KPR Subsidi berdasarkan data per 30 Juni, Bank BTN masih menguasai pangsa pasar 97 persen dari total pemberian KPR subsidi secara nasional. Perseroan juga terus melakukan diversifikasi kredit guna mengurangi risiko konsentrasi, maturity mismatch dan meningkatkan net intereset margin (NIM).
















