• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Catatan Fundamental Transformasi Digital

by Sandy Romualdus
19 April 2022 - 13:09
113
VIEWS
Catatan Fundamental Transformasi Digital
0
SHARES
113
VIEWS

Oleh : Chandra Dwipayana

Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia
Indonesian Strategic Management Society (ISMS) – Finance and Banking Council Member

  • Baca juga: Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif 'Future by Design' bagi Para CEO

LEBIH kurang dalam lima tahun terakhir, inisiatif transformasi digital telah merombak tatanan industri yang ada, terlebih setelah pandemi Covid-19 melanda. Kebiasaan lama dengan sekejap tergantikan dengan kebiasaan baru yang serba online dan digital, memaksa pergeseran rasionalitas pasar. Dampaknya, banyak perusahaan yang berlomba-lomba mencanangkan transformasi digital, bahkan memicu maraknya aksi korporasi untuk memupuk permodalan, termasuk pula merger dan akuisisi dengan tema tersebut.

Semua itu, harus diakui sebagai buah dari kekuatan disrupsi fintech yang telah mendobrak paradigma tentang bagaimana bisnis perbankan harus dilakukan dan menciptakan lanskap kompetitif baru di sektor itu. Kondisi itu akhirnya memaksa sektor perbankan sebagai petahana melakukan manuver strategis karena dihadapkan “dilema” apakah akan berubah atau mempertahankan status quo. Apa yang dilakukan bank kemudian, pada gilirannya, menggeser logika industri dari dominasi lama ke dominasi baru.

Bertahan atau Menyerang?

BERITA TERKAIT

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Tangkal Serangan Multidimensi, Bank Jakarta Siapkan Divisi Khusus Cybersecurity

Keamanan Siber Kini Jadi Strategi Pertumbuhan Bank, Bukan Opsi

Ketika dihadapkan dengan dilema tersebut, bank sebagai petahana seakan dipaksa untuk memilih antara meningkatkan ketahanan lembaga dalam mengantisipasi ketidakpastian atau meningkatkan kelincahan untuk menangkap peluang. Faktanya, dalam dinamika berkompetisi, baik kemampuan bertahan maupun menyerang, keduanya memiliki peranan yang penting. Yang menjadi faktor pembeda adalah arah, intensitas dan waktu yang tepat dalam mengeksekusi strategi pada lanskap kompetitif baru sesuai dengan ketersediaan sumberdaya. Dalam hal ini, kemampuan adaptasi dinamis sangat penting untuk menghadapi perubahan lingkungan. Jika tidak, perubahan yang dilakukan justru akan menimbulkan kegagalan stratejik akibat ketidakjelasan dalam meracik sumberdaya.

Merujuk pada Ashby (1956), lingkungan internal organisasi harus mampu mengimbangi lingkungan eksternalnya. Untuk menanggapi perubahan, organisasi harus “melampaui logika dominan lama yang berlaku” agar selaras dengan logika industri yang ada (Bettis et al., 2011; Thorén dan Vendel, 2018). Tepatnya, organisasi membutuhkan logika dominan dinamis yang memiliki kemampuan untuk memindai dan mengidentifikasi perubahan lingkungan dengan rentang yang lebih luas (Bettis et al., 2011).

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Perlu kita sadari bahwa saat ini perbankan perlahan kehilangan karpet merahnya seiring dengan peningkatan efisiensi pasar sebagai dampak pesatnya kemajuan teknologi. Teknologi yang sebelumnya ditempatkan sebagai komplementer, telah menjelma menjadi subsitusi dari produk dan layanan perbankan itu sendiri. Lantas, bagaimana bank harus menyikapinya?

Setidaknya ada tiga hal. Pertama, berdasarkan perspektif “upper echelon,” organisasi merupakan cerminan dari manajemen puncak berdasarkan strategi yang dipilih dan kinerja yang dicapai (Hambrick dan Mason, 1984; Schriber dan Löwstedt, 2018). Jadi, proses pemecahan masalah kompleks oleh manajemen puncak dapat membantu terbentuknya logika dominan dinamis untuk memecahkan masalah organisasi. Yang menjadi perhatian, hal ini merupakan keterampilan khusus yang tidak selalu dimiliki oleh bankir saat ini.

Kedua, kemampuan memecahkan masalah kompleks perlu juga didukung oleh kapasitas adaptif organisasi. Elemen ini sangat penting untuk dapat menciptakan mekanisme pertahanan pada keunggulan kompetitif yang telah dimiliki seraya memanfaatkan peluang dari perubahan lingkungan yang dihadapi.

Ketiga, dari sisi lain, langkah-langkah disrupsi fintech tentunya tidak menghilangkan logika industri perbankan yang sudah ada. Logika industri yang berlaku hanya mengalami pergeseran secara bertahap seiring hambatan dari perilaku kelembagaan yang ada dalam menanggapi perubahan struktur industri yang lebih kompetitif. Oleh karena itu, bank dapat menyeimbangkan logika industri lama dan baru melalui rangsangan sebagaimana disebutkan di atas.

Contohnya, digitalisasi bisnis oleh fintech sebagai penantang telah menambahkan logika industri baru tentang bagaimana bisnis bank dapat dijalankan. Tidak hanya dengan cara yang lebih sederhana, namun juga melalui pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi dengan cara dan pendekatan yang berbeda. Hal ini kemudian menggugah perbankan untuk melakukan inisiatif transformasi digital dengan mengadopsi di antaranya advanced analytical tools, artificial intelligence, dan machine learning untuk menciptakan bisnis yang lebih efisien dan tumbuh berkesinambungan.

  • Baca juga: Tangkal Serangan Multidimensi, Bank Jakarta Siapkan Divisi Khusus Cybersecurity

Di sisi lain, fintech memiliki keterbatasan ruang gerak yang tidak hanya disebabkan oleh regulasi, namun juga tingkat praktik bisnis yang masih relatif baru. Sehingga, belum sepenuhnya dipahami dengan baik oleh masyarakat. Dengan demikian, ini adalah kesempatan bagi perbankan untuk dapat memanfaatkan momentum yang ada. Karena, inovasi yang diciptakan oleh fintech dan supper–apps telah mengubah paradigma bisnis perbankan, sementara penyesuaian regulasi hanyalah masalah waktu.

Terakhir yang perlu menjadi perhatian, pembelajaran organisasi tidak sama dengan tiru-meniru. Jadi, bagi para bankir, this is your wake-up call! Something must strategically be done beyond your prevailing action since mimicking without understanding can be nothing! Transformasi digital bukan sekedar tema pemasaran, namun inisiatif strategis untuk meningkatkan keunggulan daya saing.***

Tags: Chandra Dwipayanadisrupsi fintechtransformasi digital
 
 
 
 
 
Previous Post

Di Bawah Bayang Kenaikan Harga Komoditas

Next Post

Saat Dokter Gigi Jadi Top Bankers

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Saat Dokter Gigi Jadi Top Bankers

Saat Dokter Gigi Jadi Top Bankers

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance