Stabilitas.id – Emiten bank digital besutan CT Corp, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta. Salah satu keputusan krusial yang disepakati oleh para pemegang saham adalah komitmen perseroan untuk menebar dividen tunai bernilai jumbo.
Allo Bank memutuskan untuk mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp286,97 miliar. Nilai tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 50% dari total raihan laba bersih yang berhasil dibukukan perseroan sepanjang tahun buku 2025.
Sementara itu, sisa kantong laba bersih senilai Rp287,28 miliar ditetapkan manajemen sebagai laba ditahan (retained earnings) demi mempertebal bantalan modal inti dan mendanai ekspansi bisnis secara anorganik ke depan. Sebagian kecil laba lainnya disisihkan sebagai pos dana cadangan wajib sesuai regulasi perundang-undangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah, mengungkapkan bahwa aksi tebar profit ini menjadi catatan historis penting karena merupakan pembagian dividen untuk yang kedua kalinya sejak perseroan bertransformasi menjadi bank digital.
“Pemegang saham menyetujui pembagian dividen atas pencapaian kinerja yang solid pada tahun 2025 dalam rangka memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder Bank. Keputusan ini mencerminkan kekuatan model bisnis Allo Bank sekaligus menunjukkan bahwa bank berada pada jalur yang tepat,” ujar Ari Yanuanto Asah, Kamis (25/6/2026).
Selain mengetok palu alokasi laba bersih, RUPST BBHI secara bulat mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025. Investor juga memberikan status acquit et de charge atau pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan aset selama satu tahun ke belakang.
Ari mengimbuhkan, sepanjang tahun buku 2025, Allo Bank konsisten mengusung manifesto “Membuka Jalan Semua Kemudahan dalam Satu Genggaman”. Strategi bisnis emiten BBHI difokuskan pada penajaman penetrasi produk dan layanan perbankan digital, baik untuk segmen ritel (konsumen massal) maupun ekosistem korporasi jaringannya.
Guna mendongkrak tingkat retensi nasabah, Allo Bank tengah mengakselerasi pengembangan infrastruktur teknologi untuk menghadirkan proses layanan digital secara end-to-end. Digitalisasi total ini dirancang untuk menciptakan efisiensi biaya operasional yang masif, mempercepat proses akuisisi, serta memberikan pengalaman bertransaksi yang instan dan aman bagi jutaan penggunanya. ***

















