Stabilitas.id – Lanskap industri perbankan nasional kini telah bergeser dari sekadar penyedia fasilitas likuiditas menjadi mitra penasihat strategis nasabah. PT Bank DBS Indonesia menilai keunggulan kompetitif pelaku usaha maupun individu di tengah volatilitas makroekonomi global saat ini tidak lagi semata-mata diukur dari kemudahan akses pembiayaan konvensional.
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, memaparkan bahwa nilai tambah (value added) perbankan masa depan akan ditentukan oleh keandalan dalam menyajikan data riset yang mendalam (insight) untuk membantu nasabah mengambil keputusan bisnis secara presisi dan percaya diri.
Arah pandangan strategis tersebut sukses mengerek kinerja pos lini bisnis pengelolaan kekayaan perseroan. Sepanjang tahun buku 2025, Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan bisnis wealth management dan nasabah prioritas sebesar 11% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan total aset kelolaan atau Assets Under Management (AUM) menyentuh angka SGD 5,45 miliar.
BERITA TERKAIT
“Perbankan telah berevolusi menjadi lebih strategis, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra tepercaya yang membantu nasabah memahami perubahan dan menangkap peluang baru. Nilai perbankan ke depan ditentukan oleh kemampuan memberikan insight menavigasi dinamika ekonomi,” tegas Lim Chu Chong dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (26/6/2026).
“Save Our People, Not Jobs”
Guna mempercepat penetrasi bisnis dan memperkuat akurasi ulasan pasar bagi portofolio DBS Research serta CIO Insights, bank raksasa regional asal Singapura ini mengandalkan otomatisasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi canggih ini disuntikkan ke dalam sistem pemetaan perilaku transaksi nasabah, personalisasi rekomendasi investasi, hingga pengetatan sistem deteksi dini aksi penipuan (fraud detection).
Uniknya, Lim menegaskan bahwa implementasi masif Generative AI di internal DBS tidak dirancang untuk memangkas jumlah karyawan (layoff), melainkan sebagai instrumen pendorong produktivitas dan kompetensi staf terdepan.
Kinerja Finansial & Investasi SDM Bank DBS Indonesia (2025)
| Indikator Performa Korporasi | Realisasi Data Lapangan | Target Output & Dampak Keberlanjutan |
| Pertumbuhan Wealth Management | Naik 11% (yoy) | Perluasan basis nasabah prioritas berdaya beli tinggi. |
| Total Aset Kelolaan (AUM) | SGD 5,45 Miliar | Solusi investasi berkelanjutan terintegrasi di Asia. |
| Pendidikan Digital Karyawan | 10.000+ Modul Pelatihan | Akselerasi kompetensi data siber internal staf bank. |
| Sertifikasi Keahlian AI | 2.800+ Karyawan Lolos | Terciptanya kapasitas dan tanggung jawab pekerjaan baru. |
“Filosofi SDM kami adalah save our people, not jobs. Kami memanfaatkan AI untuk menciptakan kapasitas dan menyalurkannya ke area prioritas serta pertumbuhan,” imbuh Lim.
Hibah SGD 18,2 Juta
Di sisi ekspansi korporasi korporat, Bank DBS mengoptimalkan kekuatan jaringan regionalnya di Asia untuk menjembatani perusahaan domestik melakukan ekspansi lintas negara (cross-border). Sektor-sektor yang menjadi fokus utama radar pembiayaan DBS meliputi industri logam dan pertambangan, pangan dan pertanian, infrastruktur, energi terbarukan, hingga sektor teknologi.
Beriringan dengan penguatan profitabilitas bursa, Bank DBS Indonesia tetap berkomitmen mengawal pilar pembiayaan hijau dan tanggung jawab sosial. Melalui payung DBS Foundation, korporasi telah menggelontorkan total dana hibah fantastis melebihi SGD 18,2 juta sepanjang periode 2024 hingga akhir 2025.
Dana kemanusiaan tersebut dialokasikan penuh untuk menyokong operasional wirausaha sosial (social enterprise) serta pemberdayaan kelompok masyarakat rentan.
Aksi kepedulian ini dipertebal oleh gerakan sukarela karyawan lewat program People of Purpose yang sukses menyumbangkan lebih dari 48.500 jam kerja sosial sepanjang 2025 guna mengedukasi literasi keuangan, pasokan nutrisi, dan inklusi finansial di tengah masyarakat. ***

















