Stabilitas.id – Tekanan ekonomi global yang masih membayangi sepanjang 2025 tidak menyurutkan langkah PT Bank CIMB Niaga Tbk dalam menjaga stabilitas kinerja. Hingga kuartal III/2025, perseroan tetap mencatatkan pertumbuhan positif, sekaligus mempertahankan posisi sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan bahwa kondisi ekonomi tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri perbankan. Namun, CIMB Niaga mampu menavigasi tekanan tersebut melalui manajemen risiko yang ketat dan strategi bisnis yang terukur.
“Ekonomi tahun ini sangat menantang, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga secara global. Bagi industri perbankan, ini seperti ujian besar. Kalau situasinya kembali normal, tentu hasilnya bisa jauh lebih baik,” ujar Lani dalam sesi diskusi dengan jurnalis pada acara CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (11/12).
BERITA TERKAIT
Per September 2025, CIMB Niaga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp6,7 triliun, tumbuh 1,7% yoy, di tengah perlambatan permintaan kredit dan lemahnya daya beli masyarakat. Lani menekankan bahwa pertumbuhan tersebut dicapai bukan karena kondisi pasar mendukung, tetapi karena bank menjaga kualitas aset secara hati-hati.
Struktur permodalan dan likuiditas terjaga kuat dengan CAR 24,7% dan LDR 81,1%. Total aset konsolidasian mencapai Rp369,5 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga naik 8,6% yoy menjadi Rp278 triliun, dengan dominasi CASA di 67,9%.
Kredit dan pembiayaan tumbuh 4,6% yoy menjadi Rp228,7 triliun, meski masih di bawah rata-rata historis. “Secara normal kredit bisa tumbuh 7%-8%. Tahun ini hanya 4,6%, tetapi kualitasnya sehat, itu yang kami prioritaskan,” jelas Lani.
Dari seluruh segmen, pembiayaan UKM mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6%, meski sektor tersebut secara nasional tengah mengalami tekanan. “UKM tetap menjadi fokus utama kami. Meskipun secara industri melambat, kami tetap menjaga agar kredit UKM tumbuh,” kata Lani.
Sementara itu, kredit korporasi naik 5,4%, dan pembiayaan ritel terutama KPR tercatat melemah secara tahunan. Di sisi lain, produk consumer seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan kartu kredit menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan dua digit.
Unit Usaha Syariah CIMB Niaga juga menunjukkan performa kuat dengan pembiayaan Rp58,2 triliun dan DPK Rp57,9 triliun, tetap menjadi salah satu UUS terbesar di Tanah Air.
Arah Baru Melalui Forward30
CIMB Niaga saat ini mengimplementasikan strategi jangka panjang Forward30 (F30) yang mencakup empat pilar utama: Cash/CASA, Cross-Selling, Capability, dan Capital. Strategi ini difokuskan untuk memperkuat bisnis inti, memperluas layanan digital, dan memberikan pengalaman perbankan yang lebih cepat dan lebih mudah bagi nasabah.
Lani menegaskan bahwa strategi tersebut merupakan perwujudan dari purpose Advancing Customers & Society, yaitu mendampingi nasabah dan masyarakat dalam mencapai aspirasi finansial mereka.
Perseroan juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan, dengan 24%–25% dari portofolio pembiayaan telah masuk kategori sustainable financing. Selain itu, CIMB Niaga menjadi bank pertama yang bertransaksi di pasar karbon melalui platform Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon).
“Sustainability bukan sekadar pembiayaan hijau. Ini tentang bagaimana kami membawa isu keberlanjutan ke masyarakat dan menciptakan dampak yang lebih luas,” kata Lani.
Program Inspiratif
Di sisi lain, CIMB Niaga kembali menggelar CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif: Journalist Class & Workshop pada 11–13 Desember 2025 di Jakarta dan Bogor. Sebanyak 100 jurnalis dari berbagai daerah mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam literasi perbankan dan mengasah kompetensi jurnalistik.
Corporate Communications Head CIMB Niaga Hery Kurniawan mengatakan program ini menjadi ruang kolaboratif antara perbankan dan insan media.
“Di tengah dinamika industri, kolaborasi yang konstruktif adalah keharusan. Program ini memberikan wawasan tren perbankan, sekaligus inspirasi dari para tokoh jurnalistik,” ujar Hery.
Program ini juga menjadi bentuk apresiasi CIMB Niaga terhadap kontribusi media dalam memberikan informasi terpercaya dan mendorong ekosistem perbankan yang sehat. ***





.jpg)










