Stabilitas.id — PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memasuki fase krusial dalam transformasi bisnis syariah melalui rencana pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Proses spin-off yang kini berada di tahap final ditargetkan tuntas dan mulai beroperasi penuh pada Mei 2026. Langkah ini sekaligus menjadi salah satu agenda strategis terbesar CIMB Niaga dalam lima tahun terakhir.
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara menegaskan bahwa spin-off bukan sekadar pemenuhan amanat regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melainkan momentum untuk mendorong percepatan pertumbuhan bisnis syariah ke skala yang jauh lebih besar. Pandji menegaskan ekspektasi CIMB Niaga agar entitas syariah mandiri tersebut mampu masuk jajaran bank syariah beraset jumbo di Indonesia dalam waktu lima tahun operasional.
“Setelah resmi menjadi bank syariah, kami ingin CIMB Niaga Syariah menjadi salah satu bank syariah dengan aset jumbo di Indonesia. Ekspektasi kami, pada tahun 2030 aset harus tembus tiga digit minimal Rp100 triliun,” ujar Pandji dalam sesi diskusi dengan jurnalis pada acara CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (11/12).
BERITA TERKAIT
Sementara ini, proses pematangan spin-off disebut sudah mendekati tahap akhir. Tahapan tersebut mencakup finalisasi struktur organisasi, persiapan teknologi, pemetaan jaringan kantor, hingga penyelesaian dokumen perizinan kepada otoritas terkait. Setelah seluruh proses rampung, entitas syariah baru akan beroperasi secara penuh mulai Mei 2026.
Pandji memastikan bahwa perseroan akan menjaga kelancaran transisi layanan bagi seluruh nasabah syariah agar tidak terjadi gangguan pada operasional maupun kualitas layanan. “Mei 2026 akan hadir dengan brand baru, logo baru yang sesuai dengan ciri perbanka syariah. Dan kita akan lahirkan produk yang berbeda,” tegas Pandji.
Masuk ke Level Baru
Saat ini performa UUS CIMB Niaga menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Hingga akhir 2024, total aset UUS mencapai Rp67,5 triliun, atau 19,3% dari total aset induk. Data tersebut mencerminkan kontribusi signifikan UUS terhadap kinerja perseroan sekaligus menjadi modal awal yang kuat untuk melakukan pemisahan.
Pandji menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut terjadi di tengah momentum perkembangan ekonomi syariah nasional yang terus menguat, terutama didorong minat masyarakat terhadap layanan syariah, pertumbuhan industri halal, serta dukungan pemerintah yang semakin besar.
“Industri syariah tidak lagi berada di pinggir. Pertumbuhannya jelas terlihat dan permintaannya terus meningkat. Karena itu, ini saat yang tepat untuk naik kelas,” ujarnya.
Dalam peta jalan jangka panjang, CIMB Niaga akan mengandalkan sinergi internal, termasuk efisiensi biaya operasional dan penguatan infrastruktur teknologi dari grup. Perseroan meyakini kemampuan infrastruktur tersebut akan mempercepat ekspansi layanan, meningkatkan kualitas operasional, serta memperkuat kapabilitas digital bank syariah yang akan berdiri.
“Spin-off dan optimalisasi infrastruktur teknologi menjadi kunci percepatan menuju target jangka panjang kami. Dengan pondasi yang kuat, kami optimistis dapat mempercepat pertumbuhan dalam lima tahun setelah pemisahan,” tegasnya.
Arah digitalisasi tersebut sejalan dengan tren industri keuangan syariah yang semakin mengandalkan kanal digital untuk meningkatkan penetrasi dan inklusi layanan, terutama di segmen ritel, UMKM, dan generasi muda.
Momentum Pertumbuhan Syariah
Pandji menilai peluang pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia dalam beberapa tahun ke depan sangat menjanjikan. Selain didorong tingginya jumlah penduduk muslim, ekosistem halal—mulai dari industri makanan, pariwisata, hingga gaya hidup—tengah mengalami perkembangan pesat. Hal ini membuka ruang bagi perbankan syariah untuk memperluas pangsa pasar secara agresif.
Dengan hadir sebagai bank syariah , CIMB Niaga berharap dapat mengambil peran yang lebih besar dalam mendorong pembiayaan halal, memperluas akses layanan syariah, dan memperkuat kontribusi terhadap inklusi keuangan. “Kami ingin hadir sebagai salah satu pilar penting dalam ekosistem ekonomi syariah nasional,” ungkap Pandji. ***





.jpg)










