Stabilitas.id – Langkah digitalisasi di industri perbankan tanah air memasuki babak baru. Raksasa perbankan global, Citi, secara resmi meluncurkan rangkaian kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia sebagai bagian dari langkah strategis meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja di era ekonomi digital.
Lewat ekspansi ini, perangkat (tools) AI milik Citi kini telah tersebar secara masif di 87 negara serta yurisdiksi global, dan dapat diakses oleh sekitar 180.000 karyawan Citi di seluruh dunia. Manajemen berkomitmen untuk terus memperdalam adopsi teknologi pintar ini di dalam ekosistem perusahaan sepanjang tahun berjalan.
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi memaparkan, pemanfaatan teknologi AI memegang peranan krusial dalam menopang strategi operasional bank, menyokong kebutuhan klien, serta membentuk lanskap masa depan industri perbankan modern.
“Dengan peluncuran ini, Citi Indonesia memelopori era baru perbankan, menjadi salah satu bank pertama di Indonesia yang memanfaatkan kekuatan AI untuk memodernisasi cara kami beroperasi. Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kesigapan organisasi kami dengan dukungan AI, sehingga mempertegas posisi Citi sebagai mitra perbankan terdepan bagi institusi dengan kebutuhan lintas batas,” ujar Batara dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (12/6/2026).
Dalam peluncuran fase awal ini, lini modal manusia (human capital) Citi Indonesia dipersenjatai oleh dua perangkat kecerdasan buatan utama yang dirancang untuk menyederhanakan beban kerja harian, yaitu Citi Stylus Workspaces dan Citi Assist.
Secara rinci, Citi Stylus Workspaces memanfaatkan keunggulan AI percakapan (conversational AI) untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin karyawan. Fitur ini dilengkapi dengan kemampuan pemrosesan cerdas dokumen (intelligent document processing), ketersediaan templat perintah (prompt templates) siap pakai, penyimpanan riwayat percakapan, peringkasan halaman peramban (browser), hingga fitur tanya jawab interaktif.
Sementara itu, Citi Assist bertindak sebagai asisten desktop pintar yang berfungsi membantu karyawan mencari panduan kebijakan serta prosedur internal korporasi secara presisi. Berbasis konten yang diperbarui secara berkala, alat ini mempermudah pencarian informasi krusial guna memastikan aspek kepatuhan (compliance) sekaligus meminimalkan risiko operasional bank.
Batara menambahkan, implementasi teknologi AI ini tidak sekadar berfokus pada kemampuan adaptasi internal terhadap tren teknologi global. Lebih dari itu, pemutakhiran sistem ini ditujukan untuk memberdayakan karyawan agar mampu memberikan kualitas layanan perbankan yang lebih responsif bagi para nasabah.
Melalui efisiensi birokrasi internal yang didorong oleh AI, Citi Indonesia optimistis dapat membuka keran peluang pertumbuhan bisnis baru, sekaligus menjawab berbagai tantangan finansial klien institusional yang kompleks secara lebih cepat, tepat, dan presisi. ***

















