Stabilitas.id — Emiten pelayaran spesialis pengangkutan barang cair dan gas, PT Berlian Laju Tanker Tbk. (BLTA), mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota direksinya, A. Yulian Hery Ernanto. Keputusan ini disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi menyusul diterimanya surat pengunduran diri yang bersangkutan.
Sekretaris Perusahaan BLTA, Benny Rachmat, menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut diajukan berdasarkan pertimbangan dan alasan pribadi. Pihak perseroan menghormati keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hery selama masa pengabdiannya.
“Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan yang berlaku, pengunduran diri tersebut akan diproses lebih lanjut dan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat,” ujar Benny dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).
Manajemen BLTA memastikan bahwa perubahan di jajaran direksi ini tidak akan mengganggu ritme bisnis perusahaan. Benny menegaskan bahwa kegiatan operasional, layanan kepada pelanggan, serta pelaksanaan strategi usaha tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Fungsi dan tanggung jawab direksi tetap terlaksana secara efektif sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Kami berkomitmen menjaga stabilitas usaha dan kepercayaan para pemangku kepentingan,” tambahnya.
Rekam Jejak
Hery Ernanto bergabung dengan jajaran direksi BLTA sejak diangkat melalui keputusan RUPS Kedua pada 15 Agustus 2022. Sebelum berlabuh di emiten pelayaran tersebut, Hery dikenal memiliki latar belakang yang kuat di bidang konsultansi bisnis.
Ia sempat berkiprah di divisi Business Development PT Deloitte Consulting pada periode 2011–2016, sebelum akhirnya menjalankan peran sebagai konsultan independen sepanjang 2017–2019. Pengalaman profesionalnya tersebut selama ini diaplikasikan untuk memperkuat struktur organisasi dan pengembangan bisnis di BLTA.
Pasar kini menanti agenda RUPS terdekat BLTA untuk menetapkan struktur direksi yang baru guna mengawal target pertumbuhan perseroan di tahun 2026.***
















