• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Internasional

Disrupsi LNG Qatar: Kapasitas Ekspor Lumpuh 17%, Pasokan Global Terancam 5 Tahun

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:39
5
Dilihat
Disrupsi LNG Qatar: Kapasitas Ekspor Lumpuh 17%, Pasokan Global Terancam 5 Tahun
0
Bagikan
5
Dilihat

Stabilitas.id – Industri energi global menghadapi guncangan hebat menyusul lumpuhnya 17% kapasitas ekspor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Qatar akibat serangan Iran ke kompleks fasilitas Ras Laffan. Insiden ini diprediksi memicu kerugian hingga US$20 miliar per tahun dengan masa pemulihan mencapai 5 tahun.

CEO QatarEnergy sekaligus Menteri Negara Urusan Energi Qatar, Saad al-Kaabi, mengonfirmasi kerusakan pada dua dari 14 unit produksi LNG serta satu fasilitas gas-to-liquid (GTL). Dampaknya, produksi LNG sebesar 12,8 juta ton per tahun dipastikan terhenti untuk jangka menengah hingga panjang.

“Skala kerusakan ini membuat kawasan energi Teluk mengalami kemunduran 10 hingga 20 tahun. Citra wilayah ini sebagai tempat yang aman telah terguncang,” ujar Al-Kaabi, dikutip dari Reuters, Sabtu (21/3/2026).

BERITA TERKAIT

Force Majeure Jangka Panjang

Menanggapi disrupsi ini, QatarEnergy resmi memberlakukan status force majeure pada kontrak pasokan LNG jangka panjang. Langkah darurat ini berdampak langsung pada pengiriman energi ke negara-negara konsumen utama seperti Italia, Belgia, Korea Selatan, hingga China.

Al-Kaabi menegaskan bahwa operasional tidak akan kembali normal selama eskalasi konflik di kawasan belum mereda. “Untuk memulai kembali produksi, prasyarat utamanya adalah penghentian konflik,” imbuhnya.

Imbas ke Raksasa Energi Global

Sejumlah korporasi energi dunia yang menjadi mitra strategis Qatar turut terkena imbas. ExxonMobil tercatat memiliki 34% saham di unit LNG S4 dan 30% di unit S6 yang terdampak. Sementara itu, Shell terlibat dalam fasilitas GTL yang diperkirakan membutuhkan waktu perbaikan minimal satu tahun.

Disrupsi ini tidak hanya memukul sektor gas, tetapi juga merembet ke produk turunan energi lainnya:

  • Kondensat: Ekspor turun sekitar 24%.

  • LPG: Pasokan menyusut 13%, mengancam sektor ritel di negara seperti India.

  • Helium: Produksi turun 14%, yang berisiko mengganggu industri semikonduktor di Korea Selatan.

  • Nafta & Sulfur: Masing-masing terkoreksi sebesar 6%.

Proyek Ekspansi Terhenti

Selain kerusakan fisik senilai US$26 miliar, proyek ekspansi raksasa North Field milik Qatar kini ikut terhenti dan terancam tertunda lebih dari satu tahun.

Pemerintah Qatar menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai, termasuk dorongan kepada Amerika Serikat, untuk menjauhkan fasilitas minyak dan gas dari sasaran militer guna menghindari dampak sistemik terhadap ekonomi global. “Jika Israel menyerang Iran, itu urusan mereka. Tidak ada kaitannya dengan kami dan kawasan,” tegas Al-Kaabi. ***

Tags: force majeure LNGkonflik Iran Israelkrisis energi globalLNG Qatarpasokan gas Asia EropaQatarEnergyRas LaffanSaad al-Kaabi
 
 
 
 
Sebelumnya

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

Selanjutnya

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lampaui Level 2022, Harga BBM di Singapura Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Lampaui Level 2022, Harga BBM di Singapura Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

oleh Stella Gracia
17 Maret 2026 - 16:35

Stabilitas.id — Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura melesat hingga melampaui rekor tertinggi yang pernah tercatat pada 2022. Kenaikan...

Pemerintah Berkomitmen Perluas Implementasi DO dan SP2 Online

China Soroti Klausul ‘Titipan’ AS dalam Perjanjian Dagang Indonesia, Risiko Retaliasi Mengintai

oleh Sandy Romualdus
26 Februari 2026 - 10:31

Stabilitas.id — Hubungan dagang Indonesia berada di titik krusial setelah pemerintah China resmi menyatakan kekhawatirannya terhadap poin-poin dalam Agreement on...

Trump Ancam Tarif Baru ke Kanada dan Korea Selatan, Seoul Terancam Bea Masuk 25%

Trump Ancam Tarif Baru ke Kanada dan Korea Selatan, Seoul Terancam Bea Masuk 25%

oleh Stella Gracia
27 Januari 2026 - 13:56

Stabilitas.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman penerapan tarif impor baru terhadap Kanada dan Korea Selatan, yang berpotensi...

IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat

IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat

oleh Stella Gracia
20 Januari 2026 - 10:39

Stabilitas.id — Manajer investasi berbasis di Singapura memandang Asia tetap menjadi kawasan dengan peluang investasi kuat pada 2026, meskipun dibayangi...

Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Peringatkan Preseden Berbahaya

Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Peringatkan Preseden Berbahaya

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2026 - 10:30

Stabilitas.id - Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, serta menilai langkah tersebut berisiko menjadi preseden...

Manufaktur Dorong Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% pada Akhir 2025

Manufaktur Dorong Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% pada Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2026 - 10:14

Stabilitas.id - Perekonomian Singapura mencatat pertumbuhan 5,7% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal IV 2025, meningkat dibandingkan ekspansi 4,3%...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran K/L Hingga 10 Persen

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Disrupsi LNG Qatar: Kapasitas Ekspor Lumpuh 17%, Pasokan Global Terancam 5 Tahun

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

Stabilitas Edisi 221 : Ujian Serius Otoritas Kurs

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

Andalkan 1,2 Juta Agen BRILink, BRI Pastikan Transaksi Lebaran 2026 Lancar Hingga ke Desa

Rugi Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak US$319 Juta, Tertahan Isu Rantai Pasok

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance