JAKARTA, Stabilitas – Citi Indonesia melalui payung kegiatan kemasyarakatannya, Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama dengan mitra pelaksana program UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, kembali menyelenggarakan Citi Microentrepreneurship Awards (CMA), yaitu ajang pemberian penghargaan bagi 10 wirausaha mikro terbaik di Indonesia.
Acara yang telah memasuki tahun ke 11 ini merupakan inisiatif Citi global yang didanai oleh Citi Foundation. Menurut Batara Sianturi, Chief Executive Officer Citi Indonesia, program ini merupakan komitmen Citi untuk turut mengembangkan dan memberikan penghargaan terhadap usaha mikro agar tercipta semangat kewirausahaan sebagai upaya pemberantasan kemiskinan dan peningkatan inklusi keuangan. Hingga saat ini CMA telah dilaksanakan di lebih dari 30 negara di dunia dengan total jumlah pemenang mencapai 5,500 pengusaha.
Inklusi keuangan merupakan program yang penting untuk diupayakan guna memperluas dan meningkatkan akses masyarakat ke sektor jasa keuangan formal. Upaya membuka akses keuangan ke masyarakat tersebut perlu diikuti dengan program literasi keuangan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas secara finansial, sekaligus disinergikan dengan program pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang produktif. Citi merupakan salah satu institusi yang memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap hal ini.
“Oleh sebab itu kami sangat mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Citi Indonesia melalui Citi Peka, khususnya dalam memberikan penghargaan bagi para pengusaha mikro yang telah berhasil berkembang dan berprestasi berkat dukungan dari berbagai institusi keuangan,” ujar Kusumaningtuti S. Soetiono, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia.
Pada 21 Agustus 2015 yang lalu, Citi Microentrepreneurship Awards 2015 telah dibuka dengan menghadirkan lebih dari 100 alumninya dari seluruh pelosok Indonesia ke Yogyakarta.Jumlah pendaftar pada acara CMA ke-11 ini mencapai 400 pengusaha mikro yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.Para pendaftar tersebut kemudian diseleksi menjadi 53 semifinalis hingga kemudia terpilih 16 pengusaha mikro terbaik yang berhak menjadi finalis dan berpeluang menerima penghargaan.
“Pengusaha mikro memiliki potensi untuk dapat menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Melalui CMA, mereka dapat menjadi contoh bagi pengusaha mikro lainnya mengenai potensi dan peluang yang ada. Selain itu, melalui ajang ini mereka berkesempatan untuk memperluas jejaring, memperoleh pembekalan dan bimbingan guna mengembangkan usaha mereka kedepannya,” ungkap Dr. Eugenia Mardanugraha, Kepala UKM Center FEB UI.
Penghargaan CMA 2015 diberikan kepada para pemenang yang terbagi ke dalam 4 (empat) kategori kompetisi, yakni (1) Wirausaha Mikro Perempuan, (2) Wirausaha Mikro Sosial, (3) Wirausaha Mikro Berwawasan Lingkungan, dan (4) Wirausaha Mikro Pelestarian Budaya. Selain itu terdapat pula 3 (tiga) penghargaan khusus yang akan diberikan, yakni (1) Wirausaha Mikro Terbaik, (2) Lembaga Keuangan Mikro Terbaik, dan (3) Wirausaha Muda Terbaik. Proses penjurian CMA 2015 dilakukan oleh dewan juri dari berbagai kalangan termasuk dari kalangan akademisi, perbankan, media, pengusaha, serta pemerintah.






.jpg)










