• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

Editorial : Saatnya Membangun Pondasi

by Sandy Romualdus
20 Agustus 2021 - 22:41
16
VIEWS
Editorial : Saatnya Membangun Pondasi
0
SHARES
16
VIEWS

SEKTOR keuangan masih diliputi keterpurukan karena wabah masih menggila. Kasus penularan dan kematian akibat Covid-19 telah menyentuh rekor demi rekor yang membuat kurvanya terus meroket, seiring munculnya varian delta. Kondisi yang membuat jalan-jalan kembali lengang akibat kebijakan pembatasana mobilitas itu tentu menjadi ganjalan kembali bagi pelaku bisnis jasa keuangan yang tengah menjajaki proses pemulihan. Dan untuk sektor jasa asuransi  kenyataan itu menjadi tantangan tantangan yang lebih berat lagi.

Industri asuransi boleh dibilang hanya mendapat separo perhatian pemerintah dari yang didapat oleh perbankan dalam menghadapi dampak pandemi ini. Situasi itu tentu membawa ingatan para pelaku pada lebih dari dua decade lalu ketika mereka tidak mendapat dukungan seperti yang didapat oleh perbankan dalam menghadapi dampak krisis ekonomi 99.

  • Baca juga: Didominasi Kasus Perbankan, OJK Seret 184 Perkara Jasa Keuangan ke Meja Hijau

Saudara tua itu benar-benar menjadi pusat lampu sorot dari kebijakan pasca kisruh yang menenggelamkan perekonomian Indonesia. Ratusan triliun rupiah digelontorkan kepada lembaga-lembaga perbankan demi menolong mereka sekaligus menolong nasabah-nasabahnya. Sementara asuransi, mohon maaf, dilewatkan begitu saja.

BERITA TERKAIT

Didominasi Kasus Perbankan, OJK Seret 184 Perkara Jasa Keuangan ke Meja Hijau

Laba Bersih Astra International (ASII) Terkoreksi 16% di Kuartal I/2026

Fauzi Arfan Terpilih Jadi Ketua Umum AASI 2026–2029, Fokus Kemandirian Industri

OJK Beri Relaksasi, Batas Waktu Laporan Keuangan Audited dan SLIK Industri Asuransi Diperpanjang

Dalam hal dukungan kebijakan peraturan juga demikian. Karena krisis ekonomi itu dipicu oleh praktik tata kelola yang buruk di industri perbankan maka setelah itu perhatian utama otoritas banyak menerbitkan aturn good corporate governance (GCG). Aturan itu selalu mengalami perbaikan seiring berjalannya waktu.

Perhatian terhadap GCG perbankan telah muncul ketika pemerintah membentuk Komite Nasional Kebijakan Governance pada 2000. Kemudian lembaga ini melansir “Pedoman Umum Good Corporate Governance di Indonesia” pada 2006. Aturan itu kemudian menjadi pegangan pemerintah dalam menerbitkan aturan hukum yang mendorong penerapan GCG dan menjadi pedoman bagi perusahaan dalam penerapan GCG. Otoritas moneter dan perbankan saat itu kemudian menyambutnya dengan menerbitkan aturan GCG khusus perbankan pada 2006.

Pelaku jasa asuransi, bersama lembaga jasa keuangan selain bank lainnya, baru mendapatkan aturan yang sama pada 2016. Tak pelak praktik tata kelola perusaan yang baik di lembaga keuangan non bank ketinggalan setidaknya belasan tahun dibanding perbankan.

Di saat industri sudah memiliki aturan pun kasus-kasus kecurangan yang menelikung tata kelola masih kerap terjadi. Bahkan pada 2018 mencuat kasus yang menghebohkan ketika PT Asuransi Jiwasraya terpuruk karena gagal bayar dari produk-produk proteksi berbalut investasi yang ditawarkannya. Dana-dana dengan jumlah besar milik nasabah yang berhasil dikumpulkan, oleh Jiwasraya banyak yang ditaruh di aset-aset berisiko sangat tinggi. Tak Cuma itu, perusahaan lain pun terhantam kasus yang hampir serupa.

  • Baca juga: Laba Bersih Astra International (ASII) Terkoreksi 16% di Kuartal I/2026

Penurunan saham yang tidak bisa dielakkan ketika wabah virus corona menerjang Indonesia membuat keterpurukan kedua perusahaan itu tidak bisa ditahan lagi. Kondisi itu juga terjadi di perusahaan-perusahaan asuransi lain yang memiliki produk terkait investasi atau unitlink.

Tak pelak peristiwa-peristiwa menyebabkan lembaga pemeringkat dan riset global, Fitch, tahun lalu, mengganjar Indonesia sebagai negara yang berisiko karena tidak mengindahkan tata kelola. Menurut lembaga itu, buruknya tata kelola, ditambah situasi sulit akibat pandemi dapat meningkatkan potensi kerugian bagi investor dalam waktu dekat.

Penilaian ini mempertimbangkan beberapa hal, yakni efektivitas dewan pengawas secara kolektif, kecukupan keahlian, sumber daya, kemandirian, kredibilitas, pengawasan manajemen, kualitas laporan keuangan dan audit, kompleksitas kelompok, dan ruang lingkup transaksi. Hasilnya, tata kelola di industri ini dianggap masih lemah. “Standar tata kelola lebih lemah dalam hal akuntanbilitas, efektivitas manajemen risiko, dan transparansi bank,” kata riset tersebut.

Fitch Rating pun menyarankan agar industri keuangan dapat berkonsolidasi untuk menciptakan pengaturan alokasi sumber daya yang lebih efisien. Dengan demikian, para regulator dapat memperkuat sistem pengawasan agar skandal maupun kasus gagal bayar tidak terulang.

Para pemangku kepentingan sektor asuransi harus bertindak cepat untuk memperbaiki kondisi dan bisnis industri yang tengah bergerak ke ujung sebuah tanduk. Jika tidak merespons dengan tindakan yang tepat, bukan tidak mungkin citra industri akan makin terpuruk dan tenggelam.

Perbaikan yang paling krusial adalah pembenahan pondasi bisnis asuransi. Di antara –dan yang paling penting–tentu memperbaiki aturan GCG dan yang tak kalah pentingnya adalah memastikan aturan itu dimanifestasikan dalam praktik bisnis sehari-hari.

  • Baca juga: Fauzi Arfan Terpilih Jadi Ketua Umum AASI 2026–2029, Fokus Kemandirian Industri

Selain itu adalah literasi dan edukasi kepada nasabah mengenai asuransi dan produk-produk yang ditawarkannya. Harus diakui bahwa pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai bisnis asuransi masih lemah, kalah dengan pengetahuan tentang perbankan. Bersamaan dengan literasi dan edukasi, otoritas juga mulai memperkuat posisi konsumen untuk melindungi mereka dari kecurangan dan praktik fraud perusahaan.

Last but not least adalah memperketat pengawasan dan praktik pemasaran dari produk unitlink. Harus diakui bahwa produk ini menjadi andalan asuransi jiwa untuk mendongkrak bisnisnya. Meski begitu, produk ini kerap merongrong citra asuransi karena banyaknya kasus-kasus dan pengaduan yang diterima otoritas.***

Tags: #Jasa KeuanganIndustri AsuransiMembangun Pondasi
 
 
 
 
 
Previous Post

Laba Konsolidasian Tugu Insurance Tumbuh 44,7% di Semester I Tahun 2021

Next Post

Internalisasi Values Membalikkan Persaingan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:50

IFG Life gandeng Bank Sulselbar perkuat bisnis bancassurance. Sinergi hadirkan proteksi asuransi jiwa terpadu bagi debitur di Sulsel dan Sulbar....

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

by Sandy Romualdus
6 Oktober 2026 - 23:47

Media Asuransi menggelar Top Digital Financial Award dan CFO Award 2026 bagi 82 perusahaan keuangan dan 31 direktur keuangan berprestasi....

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

by Stella Gracia
6 Oktober 2026 - 13:10

AAJI menyelenggarakan program eksekutif Future by Design bagi CEO asuransi jiwa guna mematangkan adopsi AI berprinsip human-in-the-loop. Stabilitas.id - Asosiasi Asuransi...

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Sabet Dua Penghargaan ICCA: BRI Life Pacu Inovasi Digital dan Layanan Nasabah

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:43

BRI Life meraih dua penghargaan Silver kategori Customer Experience dan Digital Innovation pada ajang The Best Contact Center Indonesia 2026....

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

by Stella Gracia
28 September 2026 - 12:14

Riset Sun Life Asia mengungkap 70 persen keluarga cemas aset tergerus akibat minimnya kesiapan ahli waris mengelola kekayaan lintas generasi....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Internalisasi Values Membalikkan Persaingan

Internalisasi Values Membalikkan Persaingan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance