• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ekonomi Global Tumbuh Perlahan di Angka 2.9%

oleh Sandy Romualdus
7 Januari 2016 - 00:00
9
Dilihat
Ekonomi Global Tumbuh Perlahan di Angka 2.9%
0
Bagikan
9
Dilihat

WASHINGTON, Stabilitas — Laju perekonomian yang melambat di negara-negara berkembang akan berdampak pada pertumbuhan global 2016. Ini meski kegiatan ekonomi tetap  berkembang hingga  2.9 persen, dibandingkan pertumbuhan 2.4 persen pada 2015, seiring dengan pemulihan ekonomi di negara-negara maju, menurut laporan Bank Dunia Global Economic Prospects, terbit Januari 2016.

Perlambatan yang tetap berlangsung di sejumlah negara berkembang diperkirakan akan menghambat upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan pemerataan kemakmuran, karena negara-negara yang sama sebelumnya berperan besar dalam pertumbuhan dunia sepanjang dekade terakhir. Efek tidak langsung dari perkembangan di beberapa negara ini akan mempengaruhi pertumbuhan di negara-negara berkembang lainnya dan dapat mengancam prestasi yang telah tercapai dalam upaya pengentasan kemiskinan, disebut dalam laporan itu.

“Lebih dari 40 persen dari penduduk miskin dunia berada di negara-negara berkembang dimana pertumbuhan melambat sepanjang 2015,” kata Presiden Kelompok Bank Dunia Jim Yong Kim. “Negara berkembang sebaiknya berfokus pada situasi pelemahan ekonomi dan berupaya melindungi kaum yang paling rentan. Lanjutan upaya reformasi tata kelola pemerintahan serta dunia bisnis dapat membantu, serta juga menekan dampak dari perlambatan ekonomi di negara-negara maju.”

BERITA TERKAIT

Perry Warjiyo: Multilateralisme Lebih Efektif Hadapi Ketidakseimbangan Ekonomi Global

BI dan Bank Sentral BRICS Sepakat Dorong Perdagangan Terbuka dan Inklusif

Pemimpin G20 Sepakat Dorong Pertumbuhan Ekonomi Global yang Kuat, Inklusif, dan Berkelanjutan

Kemenkeu: Pemerintah Akselerasi Peningkatan Kinerja Ekspor Nasional

Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan lebih rendah dari yang diharapkan pada 2015, ketika harga-harga komoditas jatuh, perdagangan dan arus kapital menurun, dan berbagai gejolak finansial mempengaruhi perekonomian dunia. Pertumbuhan yang lebih kuat tahun depan akan tergantung pada momentum di negara-negara maju, stabilisasi harga komoditas dan transisi gradual di Tiongkok terkait model pertumbuhan yang lebih bertumpu pada konsumsi dan sektor jasa.

Laju pertumbuhan di negara berkembang diperkirakan sebesarr 4.8 persen pada 2016, lebih rendah dari harapan namun  lebih baik dari 4.3 persen saat pasca krisis tahun lalu. Pertumbuhan di Tiongkok diperkirakan akan terus melambat, sementara Rusia dan Brazil diperkirakan tetap dalam resesi pada 2016. Kawasan Asia Timur diproyeksikan positif, diawali dengan India. Inisiatif Trans Pacific Partnership diperkirakan dapat mendorong  perdagangan.

 “Ada perbedaan besar antara performa negara-negara berkembang. Dibandingkan enam bulan lalu, kini lebih banyak resiko, terutama yang terkait  kemungkinan perlambatan yang tak tentu arah di negara-negara maju,” kata Wakil Presiden dan Ekonom Utama Bank Dunia Kaushik Basu. “Kombinasi dari kebijakan fiskal dan bank sentral bisa  menolong dalam mencegah resiko dan mendukung pertumbuhan.”

Meski kemungkinannya kecil, negara-negara berkembang yang besar dapat mengalami pelemahan yang lebih cepat; kemungkinan ini dapat memperburuk situasi global. Resiko lain termasuk tekanan finansial akibat kebijakan siklus pengetatan Federal Reserve A.S dan peningkatan resiko geopolitik.

“Pertumbuhan yang kuat di negara-negara maju hanya akan melemahkan sebagian resiko di negara-negara berkembang,” kata Direktur Bank Dunia untuk Prospek Ekonomi Ayhan Kose. “Jangan lupa juga, tetap ada resiko guncangan finansial di era baru dimana biaya meminjam jadi lebih mahal.”

Tags: ekonomi global
 
 
 
 
Sebelumnya

Bank Muamalat Buka Tahun 2016 Dengan Peluncuran Mobil Juara

Selanjutnya

Jamin Penyaluran KUR, Jamkrindo Incar Laba 1 T

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran K/L Hingga 10 Persen

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:52

Stabilitas.id– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna membentengi...

Indikator Ekonomi Membaik, Pemerintah Optimistis Capai Indonesia Emas

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:33

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tengah menggodok langkah strategis untuk menyeimbangkan peta persaingan di industri e-commerce...

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

oleh Stella Gracia
20 Maret 2026 - 22:50

Stabilitas.id— Pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil...

Garuda Indonesia Proyeksikan Kinerja Positif pada Semester II – 2022

Rugi Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak US$319 Juta, Tertahan Isu Rantai Pasok

oleh Stella Gracia
20 Maret 2026 - 16:34

Stabilitas.id – Emiten maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), mencatatkan pembengkakan rugi bersih sepanjang tahun buku 2025...

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 11:15

Stabilitas.id — Buang jauh-jauh stigma kalau Lebaran itu wajib pakai baju baru dari ujung kepala sampai kaki. Riset terbaru dari...

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 11:07

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran K/L Hingga 10 Persen

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Disrupsi LNG Qatar: Kapasitas Ekspor Lumpuh 17%, Pasokan Global Terancam 5 Tahun

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

Stabilitas Edisi 221 : Ujian Serius Otoritas Kurs

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

Andalkan 1,2 Juta Agen BRILink, BRI Pastikan Transaksi Lebaran 2026 Lancar Hingga ke Desa

Rugi Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak US$319 Juta, Tertahan Isu Rantai Pasok

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Bank Sinarmas Gandeng Kioson Jadi Agen Laku Pandai

Bank Sinarmas Gandeng Kioson Jadi Agen Laku Pandai

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance