• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ekspansi Masih Dua Digit, Uang Primer BI Juni 2026 Tembus Rp 2.228 Triliun

oleh Stella Gracia
8 Juli 2026 - 16:25
12
Dilihat
Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global
0
Bagikan
12
Dilihat

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi uang primer atau M0 adjusted pada Juni 2026 tumbuh 13,8% secara tahunan mencapai Rp 2.228 triliun, ditopang peredaran uang kartal.

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas sektor moneter dalam negeri masih bergerak ekspansif. Posisi uang primer atau M0 adjusted pada periode Juni 2026 dilaporkan berhasil menembus angka Rp 2.228 triliun.

Realisasi tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 13,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kendati masih kokoh mempertahankan pertumbuhan di level dua digit, laju ekspansi uang primer kali ini sedikit melambat jika dibandingkan dengan performa Mei 2026 yang mampu tumbuh hingga 14,2% yoy.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa perkembangan uang primer di sepanjang bulan Juni ini dominan dipengaruhi oleh peningkatan jumlah uang kartal yang beredar di masyarakat serta pergerakan saldo giro bank umum yang ditempatkan di Bank Indonesia.

BERITA TERKAIT

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

S&P Tahan Rating Utang RI di Level BBB, BI Sebut Bukti Kepercayaan Global Tetap Solid

“Uang primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 tumbuh 13,8% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Mei 2026 sebesar 14,2% (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp 2.228,0 triliun,” urai Ramdan dalam keterangan resminya, Selasa (7/7).

Secara lebih terperinci, kokohnya pertumbuhan M0 adjusted ditopang oleh kenaikan komponen uang kartal yang diedarkan sebesar 14,0% yoy. Di samping itu, komponen giro bank umum di Bank Indonesia adjusted juga ikut merangkak naik sebesar 12,7% yoy.

Tren Posisi Uang Primer Secara Bulanan

Meskipun secara tahunan (yoy) sedikit melambat, jika ditinjau secara bulanan (month-on-month/mom), posisi uang primer pada Juni 2026 sebenarnya memperlihatkan tren pemulihan dengan mencatatkan kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berikut adalah pergerakan naik-turun posisi uang primer Indonesia sepanjang paruh pertama tahun 2026:

Periode (2026) Posisi Uang Primer (M0 Adjusted) Tren Bulanan (MoM)
Maret

Rp 2.396 triliun

Level tertinggi paruh pertama tahun.

April

Rp 2.232 triliun

Mengalami penurunan dari bulan sebelumnya.

Mei

Rp 2.214 triliun

Sempat menyusut ke titik terendah.

Juni

Rp 2.228 triliun

Berhasil bangkit dan meningkat kembali.

Penyesuaian Metode Sejak Awal 2025

Sebagai informasi, Ramdan menerangkan bahwa kalkulasi angka M0 adjusted ini telah memperhitungkan secara matang dampak dari pemberian insentif likuiditas maupun langkah pengendalian moneter adjusted yang dieksekusi oleh bank sentral. Melalui metode ini, gambaran uang primer diklaim menjadi lebih murni.

“M0 adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas,” imbuhnya.

Adapun penyesuaian metode penghitungan instrumen M0 adjusted ini sendiri telah diimplementasikan oleh BI sejak Januari 2025 lalu. Langkah pembaruan formula ini sengaja ditempuh otoritas moneter guna menyajikan data statistik yang jauh lebih akurat, sekaligus mengukur seberapa besar efektivitas serta dampak riil dari kebijakan likuiditas yang digelontorkan oleh BI terhadap sistem perbankan nasional. ***

Tags: Bank IndonesiaBIgiro bank umumKebijakan Likuiditaslikuiditas perbankanM0 Adjustedmoneterramdan denny prakosouang kartaluang primer
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Dorong Green Manufacturing, SCG Hadirkan Solusi Perpipaan Berbasis Ekonomi Sirkular

Selanjutnya

Penerimaan Pajak Melesat, Cadangan Devisa Juni 2026 Menanjak Jadi USD 145,6 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

oleh Stella Gracia
21 Juli 2026 - 13:38

Kemnaker tegaskan perusahaan mitra Program MagangHub 2026 wajib terdaftar di WLKP. Simak syarat lengkap dan cara verifikasinya di sini. Stabilitas.id...

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

oleh Stella Gracia
21 Juli 2026 - 12:34

OJK menyiapkan tiga fokus utama pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah 2026. Simak strategi OJK dalam memperkuat keuangan syariah nasional...

Modal Negatif, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri

Modal Negatif, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri

oleh Stella Gracia
20 Juli 2026 - 16:28

OJK resmi mencabut izin usaha BPRS Hasanah Mandiri di Depok. LPS siapkan proses likuidasi dan penjaminan simpanan nasabah. Cek detailnya...

Siap-Siap, LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Bisa Aktif April 2027

Siap-Siap, LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Bisa Aktif April 2027

oleh Sandy Romualdus
20 Juli 2026 - 13:57

LPS mematangkan Program Penjaminan Polis (PPP) dengan target aktivasi tercepat April 2027 dan usulan limit penjaminan Rp500 juta–Rp700 juta per...

Satgas PASTI Berangus 953 Entitas Ilegal, Dana Korban Rp169 Miliar Berhasil Dikembalikan

Diduga Gunakan Skema MLM, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Econext Ventures Indonesia

oleh Stella Gracia
20 Juli 2026 - 12:28

Satgas PASTI resmi menghentikan kegiatan investasi ilegal PT Econext Ventures Indonesia (EVI). Simak modus dan imbauan OJK di sini. Stabilitas.id...

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 08:16

DGS BI Destry Damayanti menilai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis bakal menyapu bersih praktik nakal transfer pricing dan mendongkrak investasi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Persaingan Asuransi Makin Ketat, Ini Daftar Market Leaders 2026

Volume Transaksi BNIdirect Tembus Rp 15,39 Triliun, BNI Dinobatkan Jadi Best SME Bank

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

The Busyness Trap

Stabilitas Edisi 224 : Alarm Waspada dari Bank Sentral

Marak CS Palsu dan Modus Galbay, SPinjam Imbau Pengguna Gunakan Kanal Resmi

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Blokir 32.454 Rekening Judi Online, Perbanas Perketat Sistem Pengawasan Fraud

Pacu Bisnis Konsumer, BRI Kembali Siapkan KKB Expo Serentak di 131 Titik

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Penerimaan Pajak Melesat, Cadangan Devisa Juni 2026 Menanjak Jadi USD 145,6 Miliar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance